Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Permintaan Bunda


__ADS_3

Selesai mendengarkan cerita Disa, nyonya Ratih hanya mengangguk angguk ternyata Dewi tak hanya cantik wajahnya tapi juga hatinya. Nyonya Ratih semakin yakin bahwa Dewi pasti akan sangat cocok dengan putra kesayangannya itu.


"Baiklah sudah bunda putuskan. Bunda ingin Dewi dan Pandu menikah." ucap Nyonya Ratih dengan senyum yang merekah.


"Apa!!!" tanya Dewi dan Pandu bersamaan.


"Dewi itu tipe mantu idaman bunda. Ayolah Pandu turuti permintaan bunda untuk yang pertama dan terakhir ini." pinta Nyonya Ratih dengan wajah memelas.


"Tapi bun--" belum selesai Pandu menyelesaikan ucapannya langsung dipotong oleh Nyonya Ratih.


"Sudahlah kau memang tak sayang bunda. Jika kau tetap tidak mau menikahi Dewi, jangan harap kau bisa melihat wajah bunda dan Disa lagi" tegas Nyonya Ratih sambil melenggang pergi masuk kedalam kamarnya.


Pandu berdecak kesal sebab baru kali pertama ini bundanya mengancamnya hanya demi gadis yang tak dikenalnya. Entahlah tiba tiba rasa kagum pada Dewi sejak pertemuan pertama lenyap begitu saja menjadi benci karena memang dari dulu Pandu bukan tipe orang yang suka diatur.


Dewi hanya menunduk. Akhh aku datang kesini kan hanya untuk mengantar buku, dapat uang dan pulang untuk melanjutkan tidurku. Tapi kenapa tiba tiba aku harus ikut darama keluarga ini. Lalu apa maksudnya aku disuruh menikahi pria yang tak kukenal. Aku kan masih belum mau menikah. Batin Dewi kesal. Sebenarnya sudah sejak tadi Dewi ingin meninggalkan rumah keluarga yang menurutnya penuh drama ini, tapi...


"Kenapa kau masih disini?" tanya Pandu kesal.

__ADS_1


"Bukunya belum dibayar" jawab Dewi. Benar itulah alasan Dewi tidak bisa meninggalkan rumah yang penuh dengan drama keluarga ini.


Pandu mengacak rambutnya kasar, kemudian memberikan selembar cek kepada Dewi. Dewi menerima cek itu kemudian pamit untuk pergi dari rumah penuh drama keluarga itu.


*********


Sesampainya dirumah Dewi dikejutkan dengan kedatangan Mang Jali dan dua antek anteknya.Mati gue. Inikah yang disebut habis keluar mulut singa masuk mulut buaya. Habis keluar rumah keluarga penuh drama malah sekarang ketemu ama mang Jali. Batin Dewi.


Dewi sudah membalikkan arah motornya berniat ingin kabur namun naas motornya dihentikan oleh salah satu antek antek mang Jali.


"Dewi ini sudah seminggu sejak terakhir om bertemu denganmu, om kangen loh." ucap Mang Jali yang kemudian memegang erat dagu Dewi.


"Jadi gimana udah siap nikah ama om kan. Pokoknya siap nggak siap minggu depan kita nikah yah." ucap Mang Jali yang kemudian langsung ditinggal masuk rumah oleh Dewi. Mang Jali hanya tersenyum karena bagaimanapun juga impian untuk memperistri Dewi akan terkabul minggu depan.


*********


Dikamar Dewi. Dewi telah selesai mandi karena memang daripagi belum mandi. Dewi merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil menatap langit langit kamarnya. Ribuan pikiran berkecamuk dikepala Dewi.

__ADS_1


Bagaimana ini jika sampai minggu depan ku tam bisa melunasi hutang paman aku akan menikah dengan mang Jali. Tapi aku tak rela. Batin Dewi.


Tiba tiba Dewi teringat dengan cek yang diberi tuan muda dirumah penuh drama tadi. Dicek itu belum tertulis nominal uang yang akan diambil. Tiba tiba pikiran buruk berkecamuk dikepala Dewi.


Bagaimana jika aku tulis jumlah bayar buku plus hutang paman di cek ini. Batin Dewi namun pikiran buruk itu segera ditepis oleh Dewi ia tidak boleh berbohong ia harus jujur.


Tak berapa lama adzan dzuhur berkumandang, Dewi langsung menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat dzuhur.


**********


Sementara itu dirumah Pandu. Pandu masih sibuk membujuk bunda tercintanya untuk tidak merajuk padanya. Namun hasilnya sia sia, bukannya nyonya Ratih berhenti merajuk malah Disa ikut ikutan merajuk pada Pandu.


Hal itu membuat Pandu bingung, dari dulu memang Pandu bukanlah orang yang mau diatur apalagi ini masalah perasaan. Ia sudah ribuan kali menolak perjodohan yang diatur bundanya namun nyonya Ratih tetap sabar. Namun entah mengapa hal itu berbeda dengan perjodohan kali ini.


Pandu mendengus kesal sambil mengacak acak rambutnya. Dan yah orang yang paling Pandu salahkan dari kemarahan bunda dan adiknya adalah Rendy.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2