Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 25


__ADS_3

"Bos, saya pikir anda...? ucap ayu yang menggantung karna kaget saat mengetahui bahwa CEO mereka ternyata sudah ada di kantor


"Kenapa...? sela erfan yang menatap tajam pada ayu


Ayu merasa bergidik ngeri saat melihat tatapan mata erfan yang terlihat tajam ke arah nya Seolah bersiap ingin menerkam mangsanya. "Eemm, gak papa bos Sa saya hanya ingin menyerahkan berkas laporan keuangan bulan ini pada Bos, Ka kalau begitu saya Pe permisi dulu bos" ucap ayu yang langsung menjauh dari hadapan Michael dan erfan,


saat memastikan ayu sudah berlalu, Michael tiba-tiba tak dapat menahan dirinya dan ia pun tertawa renyah di hadapan erfan,


"Apanya yang lucu...?" tanya Erfan yang terlihat kebingungan


"Hehee,,, tidak ada aku hanya ingin tertawa apakah salah...? tanya Michael yang sengaja membuat erfan semakin bingung


Erfan mendelik tajam saat pertanyaan nya di jawab dengan pertanyaan pula oleh Michael, Ia pun langsung Meraih berkas yang dari ayu yang di letakkan di atas meja Michael kemudian berlalu meninggalkan nya tanpa sepatah katapun.


( Wanita sungguh membingungkan ) gumam erfan seraya menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju ruangan nya


Michael tersenyum melihat tingkah sang atasan yang sekaligus adalah kekasih nya itu, ( sungguh ku akui, Pengaruh nya memang sangat besar, hanya dengan tatapan tajam seperti itu, ayu sampai lari ketakutan melihat nya ) gumam Michael yang diam-diam memuji sikap erfan yang dingin dan tegas,

__ADS_1


Di lantai dasar gedung perkantoran 'Zhou Group'


Bianca melangkah dengan santai saat memasuki gedung perkantoran itu, semua karyawan yang bekerja di sana sudah mengenalnya, namun mereka mengenal Bianca bukan sebagai tunangan erfan melainkan sebagai adik dari CEO mereka, Tiba di lantai 30 tempat terletak nya ruangan CEO dan asisten CEO serta ruangan asisten pribadi yang khusus di sediakan untuk Kenzo Agatha,


Setelah pintu lift terbuka, dengan langkah percaya diri dan penampilan yang cukup anggun dan gaun yang feminim, Bianca melangkah menuju ruang CEO namun tanpa sengaja ekor matanya menangkap sesosok wanita yang ia kenal, sehingga ia pun menghentikan langkahnya


"Michael" Gumam Bianca yang menyadari bahwa wanita yang ia lihat itu tidak lain adalah Michael


sedangkan Michael yang masih sibuk bekerja dan bertarung dengan tumpukan berkas yang ada di atas meja nya, Tiba-tiba


Michael mendongak melihat seorang wanita cantik yang saat ini berdiri di hadapan nya seraya menatap dirinya dengan tatapan tajam "Ada apa ini, Nona Bianca tolong bersikaplah dengan sopan, ini kantor bukan tempat mabok ( Bar )"


"Hehhh, kau pikir aku sedang mabok, enak saja kau" Ucap Bianca yang kesal karna Michael yang mengatakan seolah dirinya sedang mabok


"Jika anda tidak sedang mabok, lalu mengapa tiba-tiba anda mendobrak meja saya tanpa permisi" protes Michael dengan tatapan mata yang kalah tajam dari Bianca


"Apa hak mu melarang ku disini, ini adalah kantor 'Zhou Group' dan CEO mu adalah calon suami ku, jadi jangan coba-coba untuk menentang ku, kalau tidak "

__ADS_1


"Kalau tidak apa....?! sahut erfan di belakang Bianca


Bianca Seketika berbalik saat mendengar suara seseorang yang ia cari sejak kemarin, "Ka efan" ( Ucap nya seraya berlari ke arah erfan dan memeluk memeluk nya b) Michael hanya bisa diam menyaksikan semua itu dengan perasaan tidak berdaya dan pasrah, ia pun kembali melanjutkan pekerjaannya tanpa menghiraukan kedua insan yang sedang berpelukan itu, oh tidak, lebih tepatnya Bianca yang memeluk erfan


Erfan melihat Michael yang memalingkan wajah nya, Erfan mengerti bahwa saat ini Michael tengah cemburu,


"Bianca, lepaskan" ucapnya seraya mendorong kecil tubuh Bianca hingga pelukan nya pun terlepas


"Kenapa ka, Kaka kemana saja kemarin, kenapa tak pulang, Kau tau tante dan aku sangat khawatir dengan keadaan mu" Ucap Bianca seraya bergelayut manja di lengan erfan dan itu juga tak luput dari penglihatan dan pendengaran Michael ya g membuatnya merasa muak


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2