Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 97


__ADS_3

Saat mobil sudah masuk sepenuhnya dan terparkir dengan rapi, Erfan segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk sang istri yang di ikuti oleh Simon dan Naina yang duduk di kursi kemudi,


"Nona, Tuan Muda, anda Datang" kata Arman Asisten pribadi Nyonya Rongrong yang menyambut kedatangan anak-anak majikan nya


"Arman, apa ibu ada di rumah" Tanya erfan


"Ya Tuan, Nyonya ada di kamar nya" jawab Arman dengan lugas


"Di kamar,? apa ibu baik-baik saja" tanya erfan lagi


"Saya mohon maaf Tuan, sebenarnya" ucap Arman yang terhenti dan terlihat bingung Untuk melanjutkan kata-katanya


"Sebenarnya apa Arman, tolong jangan membuat kami khawatir" desak Erfan


Sementara Michael dan Naina Hanya bisa saling memandang dengan penuh kekhawatiran

__ADS_1


"Maaf kan saya tuan, sebenarnya sudah Lima hari ini nyonya besar tidak mau keluar kamar, beliau selalu menolak setiap kali ada yang ingin bertemu, Bahkan pelayan pun di larang masuk ke kamar nya kecuali Saat sedang mengantar makanan, itu pun yang di ijinkan hanya kepala pelayan saja dan Setiap kali kepala pelayan mengambil kembali piring bekas setelah makan, selalu terdapat sisa makanan yang cukup banyak di piring itu dan nyonya tidak pernah makan Lebih banyak Akhir-akhir ini"


setelah Mendengar Arman yang menjelaskan tentang Kondisi Nyonya Rongrong, erfan Dan Naina segera bergegas masuk dan menuju kamar sang ibu yang di ikuti oleh Michael dan Simon yang berada di belakang


sesampainya di Depan pintu kamar utama, erfan memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar sang ibu


Tok tok tok


Tak ada jawaban dari dalam, Naina dan Erfan hanya bisa saling menatap satu sama lain


Mendengar dan mengetahui suara seseorang yang mengetuk pintu adalah putra nya, nyonya Rongrong langsung bereaksi, ia bergegas Mengelap air mata nya dan Berjalan menuju kamar mandi untuk Membersihkan wajah nya


"Aku harus segera membersihkan wajah ku, aku tidak mau anak-anak ku mengetahui bahwa aku Habis menangis, mereka tidak boleh melihat ku seperti ini" gumam Nyonya Rongrong


Setelah beberapa saat Erfan dan Naina yang mengetuk pintu dan memanggil sang ibu secara bergantian hingga akhirnya Nyonya Rongrong pun membukakan pintu Dalam keadaan sudah segar

__ADS_1


Erfan dan Naina masuk mengikuti sang ibu yang kembali duduk di Tempat tidur nya, Naina menatap lekat wajah sang ibu, ia tau Ibunya habis menangis namun sang ibu masih ingin menutupi dari ia dan adik nya, bagai manapun Nyonya Rongrong berusaha Menutupi Kesedihan nya namun Naina dan erfan masih bisa melihat dari Kelopak mata Sang ibu yang terlihat Bengkak


"Bu, Jangan menyiksa diri mu sendiri, katakan pada kami apa yang sebenarnya terjadi" tanya Naina dengan suara yang lembut


Nyonya Rongrong hanya diam, ia terus menatap wajah Putra dan putri nya secara bergantian, tiba-tiba ia tak mampu lagi menahan diri dan air matanya menerobos begitu saja tanpa permisi dan bahkan tanpa bisa ia cegah lagi, Nyonya Rongrong hanya bisa menangis dan memeluk kedua Anak nya dengan sangat erat sehingga membuat Naina dan erfan hanya bisa pasrah dan membiarkan apa yang di lakukan oleh sang ibu


"


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2