Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 144


__ADS_3

"Baiklah, kalau begitu kami akan pergi sekarang " ujar Simon


Erfan yang dalam keadaan terluka dan di penuhi memar di beberapa bagian tubuh serta wajah nya, ia berusaha untuk membawa sang ibu ke dalam gendongannya namun sayang nya tenaga nya sudah banyak terkuras akibat perkelahian yang ia tangani sendiri


"Efan biar aku yang menggendong Nyonya, kau sudah sangat lemah" ujar Simon yang mengerti dengan kondisi erfan saat itu


"Terima kasih Simon" ucap Erfan tulus


"Efan kau tidak perlu sungkan" sahut Simon


Simon pun bergegas Membawa Nyonya Rongrong bersamanya dan di ikuti oleh Naina di Belakang nya, sementara erfan yang dibantu oleh Ken untuk menggandeng nya karna keadaan tubuhnya yang tidak memungkinkan


"Ken, Jack, dimana Arman?" tanya erfan yang menyadari kalau Arman tidak ada di tempat


"Tuan muda, sebelumnya Arman sempat terkena Tembakan di bagian bahu nya oleh si Nicko berandalan itu, dan itu membuatnya sekarat tapi tuan muda tenang saja, Salah satu anak buah kita sudah membawanya ke rumah sakit untuk segera di tolong, aku rasa sekarang dia sudah tiba di rumah sakit dan mendapatkan perawatan" jelas Ken


Tanpa aba-aba, Tiba-tiba saja Erfan meneteskan Cairan bening di pipinya dan berhasil membuat Ken dan yang lain nya merasa terkejut saat melihat itu

__ADS_1


"Tuan mengapa anda menangis?" tanya Ken


Erfan tak bisa menahan dirinya lagi, Suara tangis pun akhirnya pecah begitu saja tanpa bisa ia tahan lagi


"Ken, Jack maafkan aku, tidak seharusnya aku menempatkan kalian dalam posisi ini, hiks hiks" Erfan berbicara dengan suara yang bergetar di sela isakkan tangis nya


Ken dan Jack saling menatap satu sama lain, mereka merasa iba dengan keadaan Erfan sekarang, tak ada yang bisa mereka lakukan kecuali berusaha menghibur nya


"Erfan kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini, kita adalah sahabat dan sudah seharusnya sebagai sahabat harus saling membantu, lagi pula aku tidak merasa kalau kita ini hanya sebatas sahabat dan rekan bisnis tapi aku juga telah menganggap mu sebagai keluarga ku, sebagai mana aku menganggap Michael seperti adik ku sendiri" kata Jack yang langsung membawa erfan ke dalam pelukan nya begitu juga dengan Ken


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Michael yang mengetahui kalau Suami dan mertua nya telah kembali dan di rawat di rumah sakit yang sama dengan nya, ia pun meminta bantuan pada Seorang perawat untuk mengantarkan nya pada mereka


"Nona kondisi anda masih belum stabil, apakah anda yakin bisa duduk di kursi roda ini?" tanya perawat yang merasa Ragu dengan keinginan Michael


"Sus saya sangat ingin melihat suami dan ibu saya, saya sudah merasa sangat sehat sekarang"

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu saya akan mengantarkan anda pada mereka"


Perlahan suster membantu Michael untuk duduk di kursi roda dan mulai mendorong nya keluar, Naina yang baru saja hendak menuju Kamar rawat Michael tiba-tiba ia di kagetkan saat melihat adik iparnya yang baru saja keluar


"Nuan kau mau kemana?" tanya Naina


"Ka Nai, aku mau melihat Efan dan ibu, di mana mereka?"


"Nuan kau masih belum pulih total, kau harus tetap istirahat di kamar mu"


"ka Nai aku sudah merasa sangat sehat sekarang, aku hanya ingin menemui Efan dan ibu" kekeuh Michael


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2