Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 70


__ADS_3

"Anda benar tuan Jack, sebelumnya saya juga hampir tak percaya dengan semua kenyataan ini, jujur saya merasa ini semua terjadi begitu cepat dan saya merasa seolah saya sedang bermimpi" kata erfan


"Bro, tolong dengarlah baik-baik, Michael adalah sahabat ku dan kau adalah suaminya, Itu artinya kau adalah sahabatku juga dan begitu juga sebaliknya, Jadi aku sarankan agar kau jangan terlalu sungkan dengan bahasa formal mu, lagi pula kita sedang berada di kantor namun ini diluar jam pekerjaan jadi berbicara lah layaknya sahabat, entah mengapa aku merasa geli saat mendengar Kau menyebut ku Tuan " ujar Jack yang mengutarakan rasa keberatan nya dengan cara berbicara erfan yang terlalu sungkan ( Formal )


"Benar Erfan, sekarang kita adalah teman jadi kau tida perlu sungkan pada kami" sahut Simon yang setuju dengan ucapan Jack


Erfan tersenyum menanggapi Ucapan Jack dan Simon, ia pun menyetujui apa yang di sarankan oleh mereka


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat malam hari di apartemen kediaman Michael


Saat ini Michael tengah bersemangat Menyiapkan makan malam untuk dirinya dan suaminya, Betapa ia merasa sangat bersyukur atas Nikmat dan anugerah yang diberikan Allah kepadanya, Michael sangat berharap kedepannya takkan ada lagi masalah lain seperti sebelumnya nya walau ia sendiri tak tau apa yang di rencanakan Allah untuk nya di masa depan

__ADS_1


Saat Michael tengah sibuk bergelut dengan peralatan dapur nya, di sisi lain Tak jauh dari nya diam-diam erfan memandang Sang istri dengan Penuh rasa bersalah dan Penyesalan, erfan merasa dirinya Terlalu Gegabah dalam menilai Segala sesuatu dengan hanya mengandalkan penglihatan nya tanpa mencari tau apa yang sebenarnya terjadi,


POV Erfan


Nuan ma'afkan aku, Aku tidak tau apakah aku pantas untuk tetap berdiri di sampingmu untuk waktu yang lama, kita sudah menikah dan usia pernikahan kita belum lama namun Hanya karna sebuah Gambar sekilas yang aku lihat, aku malah meragukan Kesetiaan mu, Aku sungguh tidak tau apakah aku masih bisa memiliki kesempatan untuk tetap berada di samping mu untuk menyayangi dan melindungi mu selamanya, dan sekarang Aku malah meragukan diriku sendiri untuk pemikiran itu,


Nuan, Aku tau aku sudah keliru selama ini dengan memaksamu untuk menikah dengan ku secepat ini, karna sejujurnya aku terlalu takut jika Kau akan meninggalkan ku lagi dan aku tidak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya, tapi sekarang aku sadar bahwa kekurangan yang sebenarnya ada pada diriku, aku terlalu mudah percaya dengan apa yang aku lihat dengan mataku, tanpa memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan untuk mencari tau kebenaran nya.


POV author


Sementara Di dapur, saat ini Michael tengah sibuk menata makanan di yang sudah ia masak untuk dirinya dan suaminya, setelah selesai dengan beberapa urusan nya, ia pun berinisiatif untuk memanggil sang suami agar bisa makan malam bersama namun saat hendak Beranjak di saat yang bersamaan Sepasang tangan kekar saat ini telah melingkar di pinggang rampingnya, Michael pun mendongak menatap wajah sang suami yang berada tepat di bahunya, Michael tersenyum melihat Tingkah sang suami yang saat ini tengah bermanja-manja.


"Sayang, makanan nya sudah siap sebaiknya kita makan dulu nanti keburu dingin" kata Michael yang mengingatkan sang suami

__ADS_1


Bukannya menurut justru erfan malah semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri,


"Ma'af" ucap nya tiba-tiba yang membuat Michael bingung


"Sayang Apa maksud mu...? tanya Michael


Erfan terdiam untuk beberapa saat dan ia hanya memejamkan mata dan Menghirup dalam-dalam aroma Tubuh sang istri dengan begitu seksama


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2