
Sementara di sisi lain, Nyonya Rongrong yang saat ini Tak dapat mengontrol emosi nya, ia benar-benar marah besar ketika berita itu telah tersebar luas Dan menganggap Michael adalah penyebab utama nya
Karna di saat yang bersamaan setelah berita itu tersebar luas, beberapa perusahaan Besar yang Menjalin kerja sama dengan 'Zhou Group' Tiba-tiba menarik saham mereka secara bersamaan dan menganggap bahwa 'Zhou Group' tak layak dipimpin oleh CEO seperti erfan yang telah menghalalkan segala cara yang kotor untuk meraih kesuksesan nya
Nyonya Rongrong Meminta pada asisten nya untuk mengantarkan nya mencari ( menemui ) Michael saat ini juga, namun Mengingat Malam sudah semakin larut Arman menyarankan pada Nyonya Rongrong agar menunggu sampai besok pagi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya...
pukul 08:30 pagi
Tanpa menunggu lagi, pagi ini Nyonya Rongrong sudah berada di perusahaan 'Zhou Group'
Nyonya Rongrong yang tak dapat menahan Diri dan kemarahan nya saat pagi-pagi sekali datang ke kantor dan di suguhkan dengan pemandangan yang tak nyaman untuk dilihat,
saat memasuki ruangan CEO, darahnya seketika terasa mendidih saat mendapati sang putra yang saat ini tengah dalam keadaan mabuk berat dan tak sadar kan diri, sementara Kenzo yang tak dapat menghalangi ( Menghentikan ) apa yang terjadi, ia hanya bisa pasrah dengan apa yang ada di depan nya
__ADS_1
"Ken, jelaskan padaku apa yang sedang terjadi dan mengapa bisa begini " tanya Nyonya Rongrong yang marah
Kenzo terdiam seolah mulut nya saat ini tengah terkunci sehingga ia tak mampu untuk mengatakan sepatah katapun, Ia hanya bisa menunduk dengan segala ketidak berdayaan nya dan tentu saja sikap nya itu membuat Nyonya Rongrong semakin marah
Sementara di tempat lain
Naina baru saja tiba di gedung apartemen xxx tempat tinggal Simon, saat Ia baru saja tiba di depan pintu apartemen di saat yang bersamaan pula Simon membuka pintu dan berniat hendak bepergian
"Naina" ucap Simon yang kaget saat mendapati naina yang berdiri tepat di depan pintu nya
"Baik, masuk lah" ucap Simon tanpa aba-aba langsung mempersilahkan Naina untuk masuk
Saat sudah berada di ruang tamu, Simon terdiam sejenak memperhatikan sikap Naina yang membuat nya merasa bingung, sejujurnya ia tidak tau apa maksud dari kedatangan sang sahabat setelah beberapa lama tak pernah bertemu
"Simon, Bisakah aku mendengar penjelasan dari mu" tanya Naina yang semakin membuat Simon kebingungan
"Penjelasan apa Nai, aku sama sekali tidak mengerti apa maksud mu, mengapa kau datang dan tiba-tiba meminta penjelasan dari ku" tanya Simon Yang masih belum mengerti
__ADS_1
Naina menghela nafas sebelum melanjutkan Tujuan awalnya untuk menemui sang sahabat. "Simon, kau tau CEO dari perusahaan 'Zhou Group' " Tanya Naina yang langsung di anggukki oleh Simon
"Erfan, dia adik kandung ku yang sering ku ceritakan padamu" ujar Naina yang seketika membuat Simon Tertegun
Pasalnya Simon memang tidak pernah mengetahui tentang Naina yang lebih jauh lagi, selama ini ia memang berteman cukup dekat dengan nya namun Simon tidak pernah berniat ingin mengetahui tentang keluarga Naina lebih jauh lagi
"Nai, Maksud mu... ( tanya Simon tercekat )
Naina berbalik menatap wajah sang sahabat dengan lebih tajam dan penuh pertanyaan
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1