Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 109


__ADS_3

"Dokter, bisa kita bicara sebentar,?" Tanya tuan AZhein yang secara tiba-tiba dan tatapan matanya yang penuh harap


"Tuan, katakan saja apa yang ingin anda katakan, saya akan berusaha untuk menjadi pendengar yang baik" jawab dokter Alan dengan ramah


Sebelum membuka suara, Tuan AZhein terlebih dahulu melihat sekeliling nya untuk memastikan tak ada orang lain yang berada di ruangan itu selain ia dan Dokter Alan, setelah memastikan semua nya aman, tuan AZhein merasa lega dan dapat memulai pembicaraan nya


"Dokter, saya menghargai waktu anda, jadi saya akan langsung pada intinya saja"


"Katakan tuan, anda tidak perlu sungkan"


"Dokter, Saya berharap anda mau menjadi dokter pribadi bagi anak saya, Saya Sangat percaya dengan kemampuan anda dalam merawat pasien anda itu sebab nya saya percaya bahwa putri saya akan lebih baik jika anda yang merawat nya secara pribadi"


Dokter Alan sempat terkejut untuk sesaat ketika tuan AZhein mengutarakan niat nya, "Eemm, Tuan tapi saya"

__ADS_1


"Dokter, soal bayaran anda tidak perlu khawatir, saya akan membayar anda dengan 3 kali lipat dari gaji anda saat bekerja di rumah sakit jiwa ini"


"Tuan, bukan itu maksud saya, Eemm..." Dokter Alan merasa bingung dengan tawaran Tuan AZhein tentang pekerjaan nya, ia tidak tau harus menjawab apa karna takut akan menyinggung perasaan Pria tua itu ( Aduh, gimana ngomong nya ya, lagian kenapa jadi begini sih ) batin Dokter Alan


"Dokter, Saya harap anda tidak keberatan dengan permintaan saya, saya berjanji akan memberikan apa saja yang anda inginkan asalkan anda mau menjadi dokter pribadi untuk anak saya"


"Tuan, sebenarnya saya..." Ucap dokter Alan yang semakin serba salah


"Tuan, ma'af kan saya sebelum nya, bukan nya saya ingin menolak tawaran anda, hanya saja ada banyak jiwa yang membutuhkan pertolongan saya, Saya tidak membutuhkan bayaran tinggi karna saya sangat tulus dalam membantu pasien saya untuk sembuh, untuk nona muda, anda tidak perlu khawatir, meski saya tidak harus menjadi dokter pribadi nya tapi saya akan tetap menjaga dan merawat nya dan baik, saya berjanji bahwa saya akan lebih banyak meluangkan waktu untuk nona muda"


Tuan AZhein terdiam sejenak, sebelum nya ia sudah menduga bahwa dokter Alan tidak akan menerima tawaran nya, namun setidaknya ia menjadi sedikit lega ketika mendengar dokter Alan yang berjanji akan merawat putri nya dengan baik dan meluangkan lebih banyak waktu untuk nya


"Eemm, baiklah jika itu keputusan anda, saya tidak akan memaksa lagi, Mendengar anda mau meluangkan waktu untuk anak saya, itu cukup membuat saya merasa lebih baik, setidak nya Bianca ada yang mengurus dengan baik" kata tuan AZhein yang merasa lega

__ADS_1


"Tuan, saya adalah seorang dokter dan sudah menjadi kewajiban bagi saya untuk menjaga dan merawat setiap pasien saya"


"Dokter Alan, terima kasih" ucap tuan AZhein seraya membungkuk di hadapan dokter Alan dengan penuh ketulusan


"Tuan anda terlalu sungkan, jangan begini, sebagai seorang yang lebih muda dari anda, saya merasa tidak pantas mendapatkan penghormatan ini, saya jadi merasa kurang sopan" Ujar dokter Alan yang memegang kedua bahu Tuan AZhein untuk membantunya agar kembali berdiri tegak


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2