
"Sayang, katakan ada apa...?" tanya Michael yang merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh sang suami dari nya
Erfan melepaskan pelukannya dari sang istri dan membalikkan tubuh Michael dengan perlahan sehingga keduanya saat ini tengah Berhadapan secara langsung, Michael memberikan kesempatan pada sang suami dengan membiarkan nya melakukan apa yang dia mau,
Sepasang mata yang kini tengah terpaut dengan penuh kasih sayang, Michael tak banyak berbicara ketika sepasang bibir manis sang suami yang perlahan mendekat ke Bibirnya sehingga Membuat keduanya saling bertautan dan saling bertukar cinta melalui sentuhan bibir lembut satu sama lain
Suara kecupan demi kecupan terdengar menggema di seluruh ruangan, hawa panas mulai menyerang dan semakin membangkitkan gairah keduanya untuk menuntut Hal yang lebih dari sekedar sentuhan bibir, namun sesaat kemudian Michael teringat bahwa saat ini mereka tengah berada di ruang makan dan makanan yang sudah tersedia di atas meja menunggu Sang tuan untuk melahap ( manikmati nya ), ia pun mendorong kecil tubuh sang suami sehingga Tautan bibir pun terlepas dari keduanya, Sepasang mata kini kembali saling menatap penuh gairah, Michael sangat mengerti apa yang di inginkan oleh suaminya saat ini namun Ia merasa waktu nya yang tidak tepat
"Sayang, Bisakah kita makan malam terlebih dahulu...?" tanya Michael dengan suara yang lembut
__ADS_1
"Uumm" jawab erfan singkat yang hanya di sertai anggukan tipis
Michael pun menarik Kursi untuk sang suami dan menyajikan beberapa jenis masakan yang di buatnya dengan penuh cinta, Erfan menatap hidangan itu dengan penuh nafsu, Ia pun kembali teringat di masa lalu saat ia sangat menyukai masakan yang di buat oleh Michael Yakni ( orak Arik telur Tomat ) yang selalu berhasil mengunggah seleranya
"Sayang, sudah lama aku tidak pernah memakan 'orak Arik telur Tomat' lagi semenjak kamu pergi aku benar-benar tidak pernah berniat ingin memakannya lagi, tapi sekarang kamu membuatkan nya untuk ku, aku sangat rindu dengan masakan yang satu ini" Kata Erfan dengan tatapan mata penuh semangat
"Kalau begitu cepatlah makan nanti keburu dingin " ujar Michael seraya tersenyum
"Sayang, makan nya pelan-pelan jangan buru-buru lagi pula takkan ada yang merebut makanan nya dari mu" ucap Michael yang mengingatkan erfan agar menyuap makanan dengan perlahan
__ADS_1
"Siapa bilang takkan ada yang merebutnya, bisa saja kamu tiba-tiba merebutnya dariku" ujar erfan dengan makanan yang masih penuh di mulutnya
tentu saja Jawaban itu membuat Michael semakin tertawa geli, apalagi ketika melihat Pipi erfan yang kembung saat mulut nya di penuhi dengan makanan,
"Baiklah terserah kamu saja, lakukan apapun yang kamu mau dan kalau perlu habis kan saja semua makanan nya "
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG