
Beberapa saat kemudian, Erfan dan Michael telah di bawa ke ruang perawatan, semula dokter merekomendasikan agar Michael di letakkan di ruang ICU karna keadaan nya yang masih koma namun Naina menolaknya dan meminta pada petugas untuk menyiapkan Satu ruang VIP dengan fasilitas lengkap dan ukuran yang cukup luas sehingga Memberikan kenyamanan bagi pasien dan juga keluarga untuk menginap,
Naina sengaja meminta agar Michael dan erfan di rawat di ruang yang sama untuk memudahkan Keluarga yang menjenguk atau menemani di rumah sakit sampai kedua nya benar-benar pulih,
Di luar ruangan
"Simon, Jack aku ingin bicara sebentar" kata Ken
Jack dan Simon pun langsung menyusul mengikuti Ken mencari tempat yang tenang untuk bicara, sementara Naina dan Nyonya Rongrong serta Arman masih berada di ruang rawat Michael dan erfan
"Ken, ada apa,?" tanya Simon
Sebelum menjawab, Ken lebih dulu melihat sekeliling nya untuk memastikan tidak ada hal yang mencurigakan
__ADS_1
"Aku baru saja menerima kabar dari salah satu anak buak ku, menurut informasi yang mereka dapat, tuan dan Nona muda bukan mengalami kecelakaan biasa, melainkan ini perbuatan seseorang yang memang di sengaja"
"Maksud mu, ada seseorang yang ingin mencelakai Erfan dan Michael, tapi siapa orang itu,?" tanya Jack
"Aku sudah memerintahkan pada anak buah ku untuk menyelidiki informasi soal ini lebih banyak lagi dan mencari tau dalang di balik semua nya, yang pasti aku yakin jika bukan rifal bisnis tuan muda, ini pasti perbuatan seseorang yang memiliki dendam pada tuan atau Nona muda" kata Ken
"menurutku untuk saat ini kita tidak bisa gegabah dalam mengambil Tindakan, Biarkan semua nya menjadi tenang dulu, sebaiknya kita tetap bersikap seolah kecelakaan itu benar-benar murni Kecelakaan semata dan bukan atas perbuatan seseorang, dengan begitu musuh akan menganggap bahwa kita tidak tau menahu soal rencana nya" Kata Simon yang memberi usul
"Aku setuju" jawab Jack Dan Ken secara bersamaan
Akhirnya mereka bertiga pun telah kembali keruangan di mana Michael dan erfan di rawat, Saat begitu masuk, pemandangan pertama yang mereka lihat adalah,
Naina dan Nyonya Rongrong yang berusaha menenangkan erfan yang tak mampu mengendalikan dirinya, saat ia baru saja sadar setelah operasi, Erfan dapat melihat dengan jelas sang istri yang terbaring lemah di Ranjang pasien yang hanya berjarak 2 meter dari nya, begitu banyak alat penunjang kehidupan yang terpasang di tubuh Michael sehingga erfan tak mampu mengendalikan dirinya, menyadari sang istri yang saat ini tengah koma, air mata tak mampu terbendung dan berapa Ruangan itu di penuhi dengan Duka yang mendalam,
__ADS_1
"Hiks... Nuan, Ka aku mohon lepaskan aku, aku ingin memeluk istriku, Huhuuu... Nuan bangun Nuan, sayang bangun hiks"
Sura pilu yang begitu menyayat hati ketika erfan menangis histeris dan berusaha untuk bangun dari tempat tidur nya dalam kondisi yang lemah, sehingga Naina terus menerus berusaha menahan tubuh sang adik agar ia tidak memaksakan diri untuk bangun
"Efan, jangan seperti ini, tubuh mu masih lemah, kau baru saja sadar setelah menjalani operasi" Kata Naina yang juga tak dapat menahan air mata nya
Simon, Jack dan Kenzo segera mendekat dan ikut berusaha membujuk erfan agar tetap tenang
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG