
POV Naina
( Ibu, Aku sangat berharap Kita bisa rukun seperti dulu lagi, walau sebenarnya aku tidak yakin apakah kamu sudah berubah namun aku percaya takdir Tuhan tidak akan tertukar, Dan juga Nuan, aku tau semenjak dia terbukti tidak bersalah dan juga merupakan korban dari kebakaran itu, Ini sudah tidak pernah lagi mengganggu nya namun aku tidak tau apakah ibu sudah memaafkan nya dan aku hanya berharap semoga ibu bisa menerima nya menjadi Menantu ibu dan Memberi restu pada Pernikahan Mereka ( erfan dan Nuan ) apalagi sekarang Nuan sedang mengandung Keturunan keluarga 'Zhou' )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman keluarga 'Zhou'
__ADS_1
Di sebuah Kamar yang Hanya ada Nyonya Rongrong seorang diri tanpa di temani oleh siapapun kecuali Selembar Foto yang terdapat Potret dirinya dan almarhum suaminya, ia hanya diam di tempat tidurnya tanpa berniat untuk beranjak dari sana, sepasang mata yang mulai kendur dan berkaca-kaca, ia terus memandangi Foto itu dan membelai nya dengan perlahan, ingatan kenangan masa lalu di mana saat suaminya masih hidup dan kebahagiaan selalu mengelilingi mereka
POV Nyonya Rongrong
"Mas, seandainya kamu ada di sini, kamu pasti adalah orang yang pertama yang akan sangat bahagia ketika melihat putra dan putri kita sekarang sudah tumbuh dewasa dan Sukses dengan pencapaian mereka sendiri, tapi... ( Setetes air mata jatuh di sela isak kan nya ) Tapi sayang nya aku bukan lah seorang ibu yang baik, Aku sungguh berdosa dan dosa ku teramat besar, bahkan saat ini pun aku sangat malu untuk menghadapi kedua anak ku sendiri, aku tidak tau apa yang akan aku katakan saat aku bertemu mereka, Kesalahan ku di masa lalu memang tidak bisa di maafkan lagi, aku telah membuat kedua anakku menderita dan aku sudah terlalu banyak menyebab kan Mereka sengsara dengan terus memaksa nya untuk menuruti keinginan ku, aku mengakui Bahwa aku memang serakah dan dan ambisiku dalam mencapai sebuah tujuan memanglah besar, dan Hanya karna dulu kamu pernah mengatakan bahwa kita harus tetap hidup nyaman dan mempertahankan Harta dan perusahaan 'Zhou Group' agar kita tidak lagi di pandang rendah oleh siapapun, aku telah melaksanakan semua keinginan mu namun aku sadar bahwa cara ku dalam mempertahan kan nya memang salah, aku bukan nya membuat keluarga kita Tetap bahagia dan utuh justru aku telah menyebabkan kedua anak kita menderita, Sekarang aku bahkan tidak punya muka lagi untuk menghadapi mereka, Aku telah membuat Putriku terjebak dalam pernikahan yang tidak dia inginkan dan kini dia sudah bercerai dengan suaminya dan puta ku Erfan juga sudah menikah dengan Putri dari Saudara angkat mu, jika saja kamu masih hidup mungkin kamu akan menganggap keputusan Erfan tidak lah salah dan Dia telah menikahi Putri dari sahabat mu sesuai dengan apa yang dulu pernah kamu rencanakan dulu, sekarang aku tidak tau harus berbuat apa, apakah aku harus memberikan restuku pada mereka, apakah aku masih pantas di sebut sebagai seorang ibu"
Tak berselang lama, Di Halaman Rumah utama keluarga 'Zhou' Terlihat sebuah Mobil yang baru saja memasuki pekarangan rumah itu, Penjaga ( Satpam ) yang mengenali itu adalah mobil tuan Muda Zhou erfan, dia pun segera bergegas membukakan pintu gerbang ( pagar ) agar Mobil sang tuan muda bisa masuk dengan mudah
__ADS_1
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1