Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 105


__ADS_3

Keesokan paginya.


Suasa pagi yang begitu cerah dan sinar matahari yang begitu terang sehingga mampu menembus ke celah-celah jendela dan menyilaukan sepasang insan yang saat ini tengah manikmati Tidur mereka yang begitu nyenyak,


Pagi ini terlihat Michael dan erfan yang masih betah berada di balik selimut yang menutupi tubuh mereka, walaupun dengan Mata yang terasa berat untuk terbuka namun sinar matahari yang menyilaukan telah mampu mengalahkan rasa kantuk Michael sehingga ia dapat membuka matanya dengan sempurna


"Uuummmhh,,, jam berapa sekarang, apakah sudah siang, mengapa matahari terlihat senang mengganggu tidur ku" gumam Michael yang masih belum bisa bangun dari tempat tidur nya


"Sayang, kau tidur saja dan tak perlu memikirkan soal waktu, lagi pula tak ada yang akan berani memaksamu untuk bangun pagi-pagi" ujar erfan yang berbicara dengan mata yang masih tertutup


"Benar kah, tapi sepertinya kali ini perut ku yang memaksaku untuk segera bangun" Kata Michael yang spontan langsung membuat erfan terjaga

__ADS_1


"Sayang, apa kau baik-baik saja, ada apa dengan perut mu apa anak kita baik-baik saja, katakan padaku di mana sakit nya, di mana kau merasakan sakit nya biar ku panggil dokter untuk memeriksa keadaan mu dan bayi kita,?" tanya Erfan yang langsung nyerocos tanpa Sensor yang udah mirip kayak emak-emak yang lagi ngomel ( 🤭 )


Michael tertegun sejenak saat mendengar/melihat sang suami yang berbicara dengan Kecerewetan yang sejujurnya Michael sendiri pun baru pertama kali mendengar dan mengetahui bahwa ternyata seorang Erfan yang terkenal Dingin dan angkuh ternyata juga bisa bersikap cerewet


"Sa...sayang, Ini...ini beneran kamu ya, ini be...beneran suami aku kan,?" tanya Michael yang tiba-tiba merasakan tenggorokan nya seolah tercekat saat mengatakan kalimat yang ingin dia katakan


"Maksud kamu,?" tanya Erfan yang tak mengerti dan segera bangun dari tidur nya ( duduk setelah berbaring )


Erfan menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat menyadari sang istri saat melihat dia yang bersikap penuh tanya dan lebih mirip seperti orang yang Linglung karna tak mengerti pelajaran hingga akhirnya berhenti di tengah jalan,


"Kruuuukkk" bunyi sesuatu yang tidak bisa di pastikan dari mana Asal nya namun Erfan dapat langsung mengetahui bunyi apa yang barusan terdengar nyaring, akhirnya ia pun mengerti bahwa sang istri saat ini tengah lapar

__ADS_1


"Sayang sudah lah, sebaiknya kamu mandi dan aku akan membuatkan sarapan untuk mu, kau tak perlu berlaku sungkan padaku, aku adalah suami mu dan sudah menjadi kewajiban ku untuk merawat dan menjaga mu bersama dengan buah hati kita yang ada di sini (Menunjuk perut Michael) " ujar erfan yang langsung mengerti


"Memang nya siapa yang sungkan pada mu, lagi pula kau adalah suami ku dan sudah seharusnya menjadi tugas mu untuk membantuku dalam segala hal dan salah satu nya adalah memasak sarapan untuk ku, kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu jadi kau bisa langsung pergi ke dapur untuk urusan mu" Kata Michael yang langsung beranjak dari tempat tidur dan mengambil handuk nya dan melakukan kegiatan rutin sehari-hari alias mandi untuk bebersih


Erfan diam sejenak memperhatikan sikap sang istri yang kadang bisa berubah-ubah kapan saja dan di mana saja.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2