Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 149


__ADS_3

Dokter Alan telah merutuki dirinya sendiri ketika menyadari kecerobohan nya yang bahkan tidak menyadarinya (Kebohongan Bianca) sama sekali


"Dokter Alan Bisakah kau memaafkan ku?" tanya Bianca Tiba-tiba


"Nona Bianca, mengapa kau minta maaf padaku?" kata dokter Alan yang justru malah balik bertanya


"Ma'af karna tanpa sengaja aku juga telah membohongi mu, dan sekarang aku sudah tidak tau lagi harus berbuat apa, aku pikir sandiwara ini tidak akan pernah berlanjut lagi karena sudah tidak ada gunanya lagi, Papa juga telah menerima hukuman nya dan aku pun juga begitu, sekarang aku sudah tidak punya pilihan lain selain menjalani kehidupan ku sendiri dan memulai semuanya dari awal lagi sendirian, dan juga Terserah jika dokter Alan Ingin membenciku aku tidak akan melarang ataupun menghalangi mu"


Dokter Alan Merasa iba terhadap Bianca, ia benar-benar tidak merasa marah sama sekali dan justru malah merasa kasihan terhadap wanita sebatang kara itu


Flashback off


Suasana di Rumah utama keluarga 'Zhou' Berubah Hening untuk beberapa saat, Semua orang yang Terdiam dan hampir tak bisa mempercayai Apa yang di ceritakan oleh Dokter Alan tentang Bianca dan sandiwara nya selama ini, namun Ketika dokter Alan kembali Berusaha menyakinkan semua orang dan akhirnya mereka pun mempercayai nya


Bianca Memberanikan diri Mengikuti langkah Dokter Alan untuk mendekat perlahan pada semua orang

__ADS_1


Nyonya Rongrong, Naina dan erfan hanya diam dengan tatapan mata yang Masih menyimpan Amarah dan kebencian terhadap Bianca yang saat ini tengah berdiri tidak jauh dari mereka


"Ta Tante, K ka Efan, Ka Nai" Bianca Berusaha keras untuk mengucapkan nama itu dengan suara yang gemetar dan kepala yang menunduk namun entah mengapa tiba-tiba semua orang di kagetkan dengan apa yang ia lakukan


Tanpa ada yang menyuruh ataupun memaksa nya, Bianca tiba-tiba langsung terduduk di lantai layaknya seseorang yang tengah bersujud


dengan suara Isak tangis yang tumpah Bianca tak bisa berucap apa-apa untuk sesaat


"Aaa" ucap Jack yang tertahan dengan Ekspresi Terkejut, begitu juga dengan semua orang namun tidak dengan Dokter Alan yang terlihat biasa saja saat melihatnya seolah ia sudah mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Wanita itu


namun beberapa saat kemudian matanya tertuju pada satu Wajah dan terpaku melihatnya


"Aa, Ta Tante, Tante Rongrong Ma'af" ucap Nya dengan suara yang lirih


Suasana syukuran yang semula ramai di warnai dengan canda tawa kini tiba-tiba berubah menjadi tegang

__ADS_1


Michael menatap semua orang Satu persatu namun seperti nya tak ada yang mau membantu Bianca untuk bangkit dari lantai, ia pun berdiri dan Menghampiri Bianca serta memegang pundak nya dan membantu nya untuk bangun


Dengan patuh Bianca mengikuti nya, Ia menatap wajah Teduh seorang wanita yang berdiri di hadapan nya yang bahkan sangat ia benci


"Mi Michael" ucap Lirih Bianca


Michael tak berkata apa-apa untuk menanggapi Bianca, kedua ibu jarinya kini telah menempel di wajah Bianca seraya mengusap lembut air mata yang telah mengalir membasahi pipi nya dan Bianca pun membiarkan apa yang di lakukan oleh Michael terhadap nya


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2