
"Tuan muda"
Erfan memberi kode pada Ken dan Dika untuk mencari cara agar bisa menyelamatkan ibu nya
"Tuan Zhein lepaskan Nyonya Rongrong atau kami akan melakukan sesuatu yang bisa membuatmu menyesali nya seumur hidup mu" teriak Ken dengan lantang
Namun teriakan Ken tidak membuat tuan AZhein merasa gentar sedikitpun
"Siapa kau berani mengancam ku hah?"
Ken tak menjawab pertanyaan nya namun justru malah mengeluarkan ponsel nya dan memperlihatkan sebuah rekaman yang baru saja di kirimkan oleh Naina beberapa saat yang lalu
dalam rekaman itu terlihat Seorang pria muda yang mengenakan jas putih dalam keadaan kaki tangan yang terikat di sebuah kursi dalam ruangan kosong
Tuan AZhein langsung bisa mengenali Pria muda itu, ia tak lain adalah dokter Alan yang merawat putri nya
(Tuan Zhein, saya tidak tau apa masalah anda dengan keluarga 'Zhou' tapi saya harap agar anda jangan melibatkan saya dalam masalah kalian, dan lagi jika anda ingin putri anda selamat sebaiknya hentikan aksi nekad anda sekarang juga ) kata Dokter Alan di dalam rekaman itu
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Rekaman video itupun beralih arah dan memperlihatkan sosok wanita muda yang tidak berdaya dalam keadaan kaki tangan nya yang di ikat dan mulutnya yang di tutupi dengan lakban
Seketika mata tuan AZhein terbelalak saat menyaksikan sebuah rekaman yang memperlihatkan bahwa putri nya saat ini tengah dipertaruhkan
"Tuan Zhein, sekarang semua nya tergantung pada mu, jika kau ingin putri mu hidup maka sebaiknya kau segera mengakhiri permainan mu itu" ujar Ken yang langsung mematikan rekaman video itu
"Beraninya kalian, lepaskan putriku atau aku akan membunuhnya"
Bukan nya mengalah, tuan AZhein justru malah semakin tersulut emosi dan semakin menekankan pisau nya di leher Nyonya Rongrong
"Aaa..." Ringis Nyonya Rongrong saat pisau menyentuh kulit nya dan sedikit melukai lehernya
Tuan AZhein tetap tidak mau mengalah, ia semakin menekankan pisau nya pada leher Nyonya Rongrong dan membuat Nyonya Rongrong semakin meringis menahan sakit, Erfan dan Ken serta Dika tidak bisa melakukan apapun karna jika sedikit saja mereka bergerak maka tidak akan ada yang menjamin kalau tuan AZhein bisa saja nekad membunuh Nyonya Rongrong
"Dorrr" Suara tembakan yang tiba-tiba dan...
"BRUKK" tubuh tuan AZhein langsung ambruk ke lantai dengan darah yang mengalir perlahan di dahi nya dan sontak membuat erfan Ken dan Dika merasa terkejut dengan semua itu
__ADS_1
Sebuah tembakan yang tiba-tiba muncul entah dari mana dan berhasil mengenai Dahi Tuan AZhein
Tiba-tiba terdengar suara derap kaki dari arah pintu masuk dan itu ternyata Simon dan Naina serta Jack dan anak buah nya dan juga beberapa Petugas polisi yang langsung mengamankan Tuan AZhein beserta anak buah nya yang sudah berhasil dikalahkan
"Ibu!" Teriak erfan yang langsung berlalu mendekati ibunya yang tiba-tiba pingsan
"Efan, ibu, kalian baik-baik saja" kata Naina yang ikut menyusul erfan
"Tuan muda, nona Naina sebaiknya segera bawa Nyonya besar ke rumah sakit, biar kami yang mengurus sisanya" kata Ken
"Benar, Simon sebaiknya kau temani nona Naina untuk membawa mereka kerumah Sakit, biar aku yang menemani Ken dan Dika Untuk mengurus semua ini" ujar Jack
"Baiklah, kalau begitu kami akan pergi sekarang "
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG