Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 103


__ADS_3

"Sa...sayang, maksud kamu...?" Tanya Michael yang merasa bingung dan menatap lekat sang suami dengan penuh tanya


Erfan tersenyum seraya mendekat pada sang istri, ia pun meraih kedua tangan Michael dan menggenggam nya dengan lembut seraya berkata


"Sayang maaf karna aku tidak jujur soal ini, tadi nya aku pikir aku juga akan memberi tau mu secepatnya, hanya saja aku menunggu untuk mencari waktu yang tepat agar bisa mengatakan nya tapi sekarang aku sudah tidak perlu menyembunyikan dari mu lagi, aku juga tidak mau membuat ibu berharap dengan sesuatu yang tidak pasti jadi aku pikir kamu dan kalian semua lebih baik tau soal ini sekarang, sayang aku harap kamu tidak akan keberatan dengan apa yang ku lakukan" kata erfan yang berusaha memberikan penjelasan kepada Michael dan juga Nyonya Rongrong agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara mereka


"Bu, maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud untuk Menyinggung mu, tapi ibu tenang saja kedepan nya aku dan Nuan akan sering mengunjungi ibu, kami akan berusaha meluangkan waktu untuk mu Bu" kata erfan lagi.


Semula nyonya Rongrong yang masih diam dan terlihat ekspresi wajah nya yang sulit untuk di tebak membuat Michael Erfan dan Naina merasa khawatir, Mereka begitu khawatir Dan takut jika Nyonya Rongrong akan marah atau bahkan membenci mereka lagi, namun jauh dari dugaan Nyonya Rongrong malah tersenyum setelah beberapa saat kemudian Ketika ia merasa puas saat melihat reaksi Wajah anak-anak nya yang begitu ketakutan


"Efan ibu tak menyalahkan mu, bagai manapun kau dan istri mu punya Hak untuk membuat pilihan kalian sendiri, ibu tidak akan memaksa kalian sedikit pun, lagi pula kita masih bisa bertemu seperti yang kamu katakan, jika kalian tidak punya waktu untuk mengunjungi ibu maka ibu yang akan mengunjungi kalian" kata Nyonya Rongrong yang berbicara dengan lembut seraya tersenyum

__ADS_1


Mendengar kata-kata sang ibu membuat Erfan Michael dan Naina merasa lega seketika "Ibu, terima kasih banyak karna ibu telah mengerti dengan posisi kami saat ini, tapi menurut ku, Ka Nai Bagai mana dengan dirimu...?" kata erfan yang tiba-tiba mengalihkan perhatian nya pada Sang kakak


"Aku,? ( Tanya Naina seraya menunjuk dirinya sendiri )


"Uumm, memang nya Siapa lagi kalau bukan kau, kau pikir aku punya Ka Nai yang lain apa...?" Ujar Erfan


"Eemm, hehee... Ibu maafin Nai ya Bu, bukan nya aku gak mau tinggal sama ibu tapi Nanti Akan aku pikirkan lagi ya, setidak nya Beri aku sedikit waktu dulu untuk memikirkan nya" Ujar Naina seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal


Di Lain tempat


Di sebuah Rumah Sakit Jiwa yang terletak di Kawasan Pusat Ibu kota metropolitan, Bianca yang saat ini tengah duduk Di kursi roda miliknya di temani seorang perawat wanita yang di sewa khusus secara pribadi oleh Tuan AZhein untuk merawat putri nya,

__ADS_1


"Nona, Makan lah walau sedikit saja, sejak pagi tak ada makanan sedikitpun yang masuk ke dalam perut anda, Nanti nona bisa sakit jika terus seperti ini" kata perawat itu yang berusaha membujuk bianca agar mau makan,


namun Tak ada jawaban sedikit pun dari Bianca, Bahkan tak ada pergerakan apapun dari nya sebagai Respon terhadap lawan bicaranya,


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2