Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 95


__ADS_3

Di sisi lain


Michael dan erfan juga sudah selesai dengan beberapa barang yang mereka beli, dan kini keduanya sedang menuju Kasir untuk membayar


"Nuan" Panggil Naina dari jarak yang cukup dekat


"Ka Nai" Sahut Michael saat melihat Kaka ipar nya yang kini sedang berjalan menuju kearah nya


"Nuan, Efan, apa yang kalian beli...?" tanya Naina saat sudah mendekat dan melihat Beberapa Barang belanjaan Adik dan adik iparnya


"Ka Nai, kami hanya membeli Satu set Peralatan Dapur, kata Efan ibu suka mengoleksi peralatan dapur dan kebetulan kami melihat Alat masak keluaran terbaru jadi aku pikir Kita akan menghadiahkan nya pada ibu"


"Bagus lah, aku rasa ibu akan menyukainya " Kata Naina yang menyetujui pendapat adik ipar nya


Sementara Menunggu erfan membayar Semua tagihan belanjaan nya, Michael terlihat celingak-celinguk seolah mencari sesuatu yang kurang dan menurut nya ada yang janggal dari penglihatan nya saat itu

__ADS_1


"Nuan, ada apa...?" tanya Naina yang menyadari raut wajah Michael yang terlihat kebingungan


"Ka Nai, di mana belanjaan mu...?" tanya Michael yang akhirnya sadar bahwa Tak ada satu barang pun yang di bawa oleh Naina


"Oh itu, aku memutuskan untuk tidak membeli satu barang pun"


"Kenapa Ka, apa barang-barang yang di jual di sini tidak ada yang cocok dengan selera mu...?" tanya Michael lagi


"Bukan, bukan itu maksud ku, maksud ku aku baru ingat kalau aku sudah punya sesuatu yang cocok untuk di berikan pada ibu jadi aku membatalkan niat ku untuk membeli Hadiah yang baru"


"Kaka sudah punya hadiah nya, sekarang lebih baik kita segera pulang, tidak baik jika membuat ibu menunggu lebih lama lagi" kata Naina yang mengingatkan sang adik


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perjalanan menuju Rumah utama ( Kediaman Keluarga 'Zhou' )

__ADS_1


Erfan mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang dan membelah jalan raya dengan penuh kesabaran dan ketenangan, tak ada satu pun yang berniat Memulai / membuka suara untuk memecah keheningan, baik Michael, Naina dan Simon bahkan Erfan sendiri, mereka semua terlalu sibuk dan larut dalam pikiran mereka masing-masing sedangkan Erfan yang tetap Fokus menyetir


POV Michael


( Ya Tuhan, ini adalah yang ke 4 kalinya aku akan bertemu dengan ibu mertua ku, setelah sekian lama kami tidak pernah bertemu, aku hanya bisa berharap bahwa dia akan merestui ku dan menerima ku sebagai menantu nya, Meski dia sudah berkali-kali melakukan kejahatan terhadap ku dan berusaha memisahkan aku dan juga erfan namun aku sangat percaya bahwa di balik sifat arogan nya itu terdapat Hati yang lembut sebagai seorang ibu, Aku percaya bahwa dia berbuat jahat hanya karna ia tak merasa senang, Jadi aku akan berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan berusaha untuk membuat nya senang agar dia tidak lagi melakukan tindakan kejahatan yang bertentangan dengan hukum )


POV Simon


( Ya Tuhan, Bukan kah aku tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga 'Zhou'...? lalu mengapa aku malah capek-capek mengikuti mereka dan juga membeli hadiah untuk Nyonya Rongrong, astaga mengapa otak ku jadi ngelag begini sih )


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2