Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 142


__ADS_3

"Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang, kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka dalam jumlah banyak" seru salah satu anak buah Ken yang bernama dika


"Apapun yang terjadi kita harus bisa menyingkirkan mereka dan menyelamatkan tuan muda dan nyonya Besar " sahut Ken


"Tapi tuan Ken, saat ini tuan muda sendirian menghadapi tuan AZhein dan anak buah nya"


"Apa maksud mu?" tanya Ken yang memang tidak tau kalau tuan AZhein bersama anak buah nya telah masuk ke ruangan di mana Nyonya Rongrong di sekap karna ia sedang sibuk menangani Pasukan musuh


"Kita telah masuk ke perangkap mereka, saat ini tuan muda dan nyonya Besar sedang dalam bahaya"


"Bugh... Aakkkhhr"


Ken mengerang kesakitan saat sebuah tinju dari musuh berhasil mengenai wajah nya, Di karena kan kepanikan nya saat mendengar apa yang di katakan oleh Dika membuat ia lengah sehingga lawan mendapatkan Celah untuk menyakiti nya


"Tuan Ken" panggil Dika yang berlari menuju ke arah Ken


Dengan susah payah Ken bangkit dengan di bantu oleh Dika

__ADS_1


"Tuan Ken apa kau baik-baik saja"


"Aku baik-baik saja Dika, aku akan masuk untuk menolong tuan muda dan kau halangi mereka agar aku bisa masuk dengan mudah" Kata Ken yang bicara dengan suara terengah-engah menahan sakit di bagian wajah sebelah kirinya


"Baiklah, kau harus hati-hati" ujar Dika


...----------------...


Perkelahian telah terjadi, dengan Nafas yang memburu dan Wajah nya yang kini di penuhi dengan luka lebam dan darah yang mengalir di sisi bibir nya


Erfan telah berhasil mengalahkan Satu persatu dari mereka dan tak segan mematahkan tulang-tulang pada tubuh kelima pria itu


Menyaksikan semua itu di depan matanya membuat Tuan AZhein merasa ketakutan namun ia memilih untuk tidak memperlihatkan nya, hingga saat ini Nyonya Rongrong kembali berada di tangan nya dan membuat ancaman terhadap Erfan agar ia tak berani menyakitinya


"Lepaskan ibuku, atau kau akan menyesal" ujar erfan yang nada mengintimidasi


"Hahaha, kau pikir aku akan dengan mudah melepaskan ibu mu begitu saja hah, setelah apa yang kalian lakukan terhadap putriku selama ini dan kali ini aku tidak akan membiarkan kalian keluar dari sini hidup-hidup"

__ADS_1


Tuan AZhein sengaja mengulur-ulur waktu untuk mencari kesempatan agar bisa menghindar dari kemarahan erfan, Sementara Nyonya Rongrong saat ini tidak dapat berbuat apapun karna Sebuah pisau yang saat ini tengah berada tepat di depan wajah nya dan siap menggorok leher nya jika sedikit saja ia bergerak


"Lepaskan ibuku, aku tidak akan menyakiti mu dan aku akan membiarkan mu keluar dari sini dengan selamat" Ujar erfan yang melemahkan nada bicara nya untuk meyakinkan Tuan AZhein


"Heh, kau pikir aku akan percaya begitu saja, tidak semudah itu dan kalau Oun aku harus mati maka aku akan mati bersama kalian di sini" kata tuan AZhein yang masih bersikukuh dengan pendirian nya


"Brak" suara pintu yang rubuh akibat di dobrak oleh Ken dan Dika


"Tuan muda" Teriak Ken dan Dika serentak, Namun keduanya sontak terhenti saat melihat Tuan AZhein yang menodongkan pisau ke leher Nyonya Rongrong


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2