
"Bukan, tetangga sebelah yang masak" sahut Erfan Asal
Michael melongo mendengar jawaban sang suami yang mengatakan bahwa nasi goreng yang ada di hadapan nya saat ini adalah hasil masakan dari tetangga
"Sayang, kamu nyuruh tetangga kita buat masakin Aku sarapan, kamu yang bener aja" tanya Michael dengan tatapan polos nya
Erfan Menepuk jidatnya sendiri seraya mendesah halus saat menyadari bahwa sang istri ternyata menganggap serius tentang apa yang ia katakan
"Astaga Sayang, kamu ini gimana sih, mana mungkin aku nyuruh tetangga sebelah buat masakin sarapan untuk istriku sendiri, pria macam apa aku ini" kata erfan
"Lah... tadi kamu bilang gitu,?" tanya Michael yang kebingungan
"Aduh, udah deh mending sekarang kamu buruan makan nanti nasi goreng nya keburu dingin" desak erfan yang masih berusaha untuk bersikap tenang
__ADS_1
"Tapi kan...?"
"Udah, Udah, udah, gak ada tapi-tapian, inti nya Nasi Goreng spesial ini aku yang masak sendiri buat kamu dan anak kita jadi kamu harus segera makan dan habis kan semua nya" kata erfan dengan penuh ketegasan
Dengan Ragu Michael pun meraih Sendok dan garpu dan bersiap untuk menyantap nasi goreng nya seraya sesekali menatap ke arah sang suami yang terus memperhatikan nya
"Udah ga usah lirik-lirik sana sini, kamu fokus makan aja" kata erfan saat menyadari Michael yang sesekali melirik ke arah nya
"Aku cuma lirik sesekali, tapi kamu bahkan melihat ku hanya sekali" sahut Michael
"Hanya sekali tapi gak berkilah, Kamu yang liatin aku terus, kapan kamu makan nya" kata Michael yang mulai kesal karna erfan yang mengatakan agar ia berhenti melirik ke arah dirinya ( erfan ) sedangkan Erfan sendiri malah menatap sang istri tanpa berkedip dan tak Mengalihkan pandangan nya barang sedetikpun
"Aduh, ya udah aku ngalah dan sekarang kamu cepetan makan dan aku juga akan makan"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
setelah Drama Sarapan pagi selesai, Erfan berpamitan dengan sang istri untuk segera berangkat ke kantor namun sebelum itu tak lupa erfan juga berpesan Mada Michael agar tidak keluar rumah tanpa seijin nya, Erfan tidak bermaksud untuk melarang ( mengurung ) istrinya di apartemen sendirian, hanya saja erfan tidak mau terjadi suatu hal yang tidak di inginkan yang bisa saja membahayakan istri dan calon bayi mereka
"Sayang, aku pergi dulu ya, ingat jangan keluar rumah tanpa seijin dari ku dan jika kamu butuh sesuatu, telpon saja aku atau Kamu juga bisa menelpon Ken saat ponsel ku tak dapat terhubung, Jika ada apa-apa segera kabari aku, aku akan selalu siap menjadi suami siaga untuk mu kapan pun kamu memerlukan ku"
"Udah deh sayang, kamu tuh cerewet banget sih jadi suami, kamu tuh gak lagi ngingetin anak kecil kok, aku ini istri kamu dan umur ku juga udah tua jadi gak perlu di ingetin sampai segitunya juga kan" ucap Michael yang kesal namun sekaligus juga merasa terharu dengan Sikap sang suami yang begitu posesif dan penuh perhatian
"Sayang, aku ini Suami mu dan sudah menjadi kewajiban bagi ku untuk merawat dan memastikan bahwa istri dan calon bayi kita selalu sehat dan baik-baik saja, jadi kamu jangan banyak protes, apapun yang ku lakukan semua demi kebaikan kita bersama, aku mencintaimu dan selamanya akan tetap begitu" kata Erfan seraya membawa sang istri ke dalam pelukan nya
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG