Takdir Cinta Kita

Takdir Cinta Kita
Bab 114


__ADS_3

Pagi hari


Simon sudah siap dengan Kopernya Untuk segera terbang ke London, sebenarnya ia punya jadwal jam terbang pukul 07:30 pagi, namun karna pagi ini Adalah pagi pertama ia akan melakukan sebuah perjalanan dengan Sebuah semangat yang tidak pernah ia miliki sebelum nya jadi ia Memilih menunda penerbangan nya Dua jam lebih lama tepat nya pukul 09:30


Naina yang selalu setia menemani sang sahabat, Oh tidak, lebih tepat nya sekarang Bukan lagi sahabat tapi Pacar, ya.


Naina yang pagi-pagi sekali sudah berada di apartemen Simon untuk menemani sekaligus mengantarkan sang kekasih hingga ke bandara, Rasa bahagia sekaligus sara sedih telah bercampur aduk menjadi satu, Naina benar-benar merasa bingung harus bersikap seperti apa, di satu sisi ia merasa sangat bahagia ketika Kini ia dan Simon benar-benar telah menjadi sepasang kekasih, namun di sisi lain ia sangat sedih karna Di pagi pertama setelah ia dan Simon jadian, namun justru mereka telah di paksa oleh keadaan untuk menjalankan Sebuah hubungan jarak jauh ( LDR )


"Nai" Panggil Simon ketika melihat wajah sang kekasih yang terlihat tidak bahagia


"Uumm" Jawab singkat Naina


"Ayo lah, sebentar lagi aku akan berangkat, tidak kah kau berniat untuk membekali kepergian ku dengan sebuah senyuman manis dari mu,?" kata Simon yang sengaja menggoda Naina


"Bagai mana aku bisa tersenyum, kita baru saja jadian kemarin malam dan pagi ini kau akan pergi meninggalkan ku untuk waktu yang lama" Jawab Naina dengan nada bicara yang terdengar Tidak bersemangat

__ADS_1


Simon menarik tubuh Sang kekasih dan membawa nya kedalam pelukan nya seraya sesekali ia mengelus Rambut Naina dengan lembut


"Nai, aku berjanji ini hanya akan berlaku selama beberapa tahun saja, lagi pula kita masih bisa berbicara melalui panggilan telpon atau Video Call, dan jika aku memiliki waktu luang maka aku akan datang untuk mengunjungi mu, kau tau Michael tidak punya siapa-siapa yang bisa dia andalkan untuk mengurus perusahaan, adapun Erfan, kau tau sendiri kalau adik mu itu juga sibuk mengurusi Perusahaan Kalian, aku sudah menganggap Michael seperti adik kandung ku sendiri dan perusahaan 'Start Wings' juga berdiri atas kerja keras kami bersama, bagai mana pun aku juga telah berhutang Budi pada Michael, jika bukan karna dia maka tidak akan ada aku yang hari ini dan seperti ini"


"Aku mengerti, itu sebab nya aku akan selalu mendukung mu, apapun yang terjadi kedepan nya kita akan hadapi bersama-sama, Berjanjilah padaku, kita akan saling mengunjungi secara bergantian jika kita memiliki waktu luang" kata Naina yang menatap Simon penuh kasih


"Aku berjanji"


Tak berselang lama, Ketika sepasang kekasih itu tengah sibuk mengobrol, tiba-tiba mereka di kaget kan dengan suar panggilan telpon dari seseorang


Simon bergegas mengambil ponselnya dan melihat si penelepon yang ternyata adalah asisten pribadi Erfan yakni Kenzo


"Hallo"


"Simon, sekarang kau di mana,?" tanya Kenzo yang terdengar panik

__ADS_1


"Aku masih di apartemen, Ken ada apa dengan mu, mengapa Suara sepanik itu,?" tanya Simon yang khawatir dan Naina juga ikut penasaran


"Simon, Tuan dan Nona kecelakaan"


"Apa...?!!, Ken kau jangan main-main dengan ucapan mu"


"tidak, sekarang aku dan Jack tengah dalam perjalanan menuju RS Medika Chentral"


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2