
Keluarga Maxim Mahmud beranjak dari ruangan Kaira.
"Assalamualaikum..." ucap Mommy Ranty mengakhiri percakapan sekaligus pertemuan hari ini pada sang dokter.
"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarkatuh." jawab Kaira.
Mereka berjalan di lorong rumah sakit, Mommy pun memboyong anaknya untuk ikut satu mobil dengannya. Karena ia penasaran sekali, apa yang membuat putra nya sampai ke rumah sakit. Orang yang bisa dikatakan pobia akan nama rumah sakit itu. Mobil Rolls-Royce sudah terprkir indah di depan pintu rumah sakit. Sang supir setia menunggu di depan lobby rumah sakit. Menanti majikannya di pintu keluar.
"Ayo pak Tejo!" ajak Mommy Ranty kepada supir pribadinya itu. Pak Tejo berjalan dan membukakan pintu mobil untuk majikannya.
"Mom, Aku kan bawa mobil sendiri. Nanti siapa yang akan menjemput kesini? Juno sibuk Mommy yang cantik." rayu Leinard pada sang Mommy. Ia tidak mau satu mobil sama Mommy nya. Bisa-bisa sepanjang perjalanan Mommy akan terus melayangkan pertanyaan-pertanyaan yang sedari tadi pingin ia utarakan. Dia tahu, Mommy nya tidak akan puas dengan jawaban yang diberikan. Kalau sampai tidak ke akar-akarnya.
Lainard sebisa mungkin menghindar dari sang Mommy. Dia sudah memberikan alasan, Namun Mommy nya kekeh. Akhirnya Leinard memilih membawa mobil sang Ratu, pak Tejo sendiri ia suruh menggunakan mobil nya yang masih terparkir di basement rumah sakit.
Mobil Rolls-Royce meluncur di jalan, melewati jalanan yang begitu ramai. Tak pernah lengang dari pengguna jalan. Di dalam mobil Leinard membungkam mulut nya rapat-rapat. Pertanyaan yang di lontarkan Mommy hanya Dia jawab dengan deheman atau anggukan kepala saja. Tak mungkin ia menjawab panjang lebar, sedangkan Kalila masih duduk manis di samping Mommy nya.
"Tan mau di anter? Atau ikut pulang ke rumah?" tanya Leinard.
__ADS_1
"Anterin kerumah tante aja Lei, kasian juga Kalila pasti sangat lelah.
"Baiklah putri kecil! Uncle tampan ini akan mengantar tuan putri dengan selamat." candanya
Kalila merasa senang, diperlakukan seperti itu oleh pamannya.
"Mommy kira ada yang sariawan! Susah ngomongnya. Hanya modal ngangguk dan deheman saja!". Ujar Ranty pura-pura kesal. Dia memalingkan wajah nya ke arah Vania. Mengode dengan menaik turunkan alisnya. Leinard yang tahu, pasti Mommy nya mempunyai niat terselubung, pikirnya.
"Jangan aneh-aneh ya Mom!"
"Tidak kok! Mommy tidak aneh-aneh, tetapi aneh saja." ujar nya, menyunggingkan senyumannya. Melihat senyuman Mommy yang seperti itu, membuat Leinard tegang. 'Pasti sesudah ini, Mommy berbuat yang tidak-tidak' pikirnya.
Wajah sangar dan dingin Leinard tak akan pernah nampak, jika ia bersama keluarga dan orang-orang yang ia sayangi. Lain halnya, jika ia bersama para bodyguard maupun bawahan lainnya. Ia tak henti-henti menampakkan wajah dingin dan arogant nya.
Leinard mengantarka tante Vania dan putri nya sampai di rumah dengan baik, ia kembali melajukan mobil nya kerumah utama keluarga Maxim Mahmud. Setelah menempuh perjalanan 25 menit. Mobil mewah itu memasuki kawasan elit. Melewati gerbang yang menjulang tinggi, di buka oleh kedua petugas security yang berhak disana.
Mobil yang di kemudikan Leinard melewati jalan 500 meter, untuk mengantarkan mereka sampai di depan mansion. Di samping kiri dan kanan jalan di tumbuhi pepohonan yang menjulang tinggi. Hawa sejuk langsung terasa, mansion yang sangat asri. Tumbuhan tertanam rapi di sana, sejauh mata memandang. Halaman yang luas serta taman yang di tumbuhi bunga yang berwarna-warni, membuat siapapun betah berada di sana.
__ADS_1
Mansion yang sangat mewah, dengan di dominasi furniture yang mahal dan elegan itu membuat orang kagum. Dengan harga begitu fantastis. Para maid dan pengawal berjejer rapi di depan pintu, salah satu di antara mereka langsung menghampiri mobil yang berhenti. Pengawal membukakan pintu mobil majikannya. Melihat majikan turun dari mobil, mereka langsung membungkukkan tubuh 90 derajat.
Mommy dan putranya memasuki mansion, berjalan beriringan ke ruang keluarga. Leinard langsung melangkahkan kakinya melewati Mommy yang duduk di sofa.
"Mau kemana? Kamu tidak mau menjelaskan sesuatu kepada Mommy? Kenapa sampai bisa masuk ke rumah sakit. Dan perban apa yang menutupi bahumu itu! Nutup-nutupin sesuatu sekarang dari Mommy ya. Nanti Mom aduin sama Deddy." Mom Ranty begitu jengkel, karena anak satu-satunya itu tidak terbuka kepadanya.
Leinard menghentikan langkah kakinya, ia berbalik menghadap sang Mommy. 'Benar-benar tak bisa menutupi apapun dari mommy' batinnya.
Leinard mengambil duduk langsung di sebelah Mommy nya.
"Gini mom, waktu itu aku di serang Xaron tiba-tiba. Karena aku lengah jadi terkena tambak sama dia. Pas pengawal waktu itu pun ada, tai tidak banyak. Ada sahabat ku juga kok, tapi mereka datang sedikit terlambat." ujar Leinard menjelaskan. Tak mungkin ia membahas telalu rinci, bisa di gantung hidup-hidup dirinya. Jika Mommy tahu dirinya pulang dari bar.
Raut wajah Mommy seketika berubah, mendengar anaknya yang terkena tembakan. Tapi Leinard, tidak memberi tahu dirinya sama sekali. Dia juga tak akan pernah tahu hal ini, jika tidak bertemu putranya di rumah sakit.
"Kan sudah di kasih tahu! Tapi tetep aja ngeyel jadi luka kan!" Mommy Ranty marah-marah kepada Leinard. Namun begitu, dia sangat menyayangi anaknya. Ia begitu mengkhawatirkan putranya, dan terbawa emosi.
"Aku kan baik-baik saja Mom! Lihat lah putra Mommy, masih gagah seperti sebelumnya kan. Tidak terjadi apa-apa." ujar Leinard menenangkan Mommy nya, ia sembari memberikan pelukan hanya nya untuk sang Mommy. Ia paling tidak bisa melihat Mommy nya yang khawatir seperti ini. Makanya, dia tidak menceritakan kepada Mommy. Hal-hal nyang berbau seperti ini.
__ADS_1
Ya, Mommy nya sangat tahu tentang Leinard. Begitupun dengan dunia gelapnya.Om Ranty sudah berkali-kali menyuruh anaknya untuk berhenti dari agensi klannya itu. Namun, Leinard selalu saja bisa meyakinkan sang Mommy, bahwa agensinya bersih-bersih saja. Tidak seperti mafia pada umumnya. Anggota mereka tidak menentang hukum, mereka malah membantu. Karena jika ada mafia lainnya, maka mereka akan memberantas, agar aman. Karena mereka sudah terlanjur banyak musuh, tak mungkin dia menutup organisasi mafia nya itu. Bisa-bisa nyawa mereka hilang, karena banyak yang mengintai. Sesekali memang melanggar hukum, tapi mereka bermain bersih. Hingga sampai saat ini masih aman-aman saja.
Misinya sekarang harus selesai terlebih dahulu, baru ia bisa memberikan jabatannya kelak. kepada orang kepercayaannya. Tak ingin Mommy menanyakan hal lainnya. Leinard segera beranjak dari ruang keluarga. ia menuju lantai atas, ia ingin segera masuk ke kamarnnya, mengistirahatkan tubuh yang cukup lelah.