Tambatan hati sang Mafia

Tambatan hati sang Mafia
Part 75. THsM


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, Kaira di buat harus membangunkan sang Suami lagi. Karena Leinard sehabis salat subuh tadi, kembali merebahkan diri, dan masuk ke dalam selimut tebal untuk kembali melanjutkan tidurnya.


"Mas...Mas..." Panggil- panggil Kaira, sambil menepuk-nepuk pelan pipi Leinard yang masih nyenyak sekali. Bahkan Ia tidak terusik sama sekali, malahan tambah menarik selimut untuk mencari kehangatan.


Kaira, tidak habis pikir dengan kelakuan suaminya. Padahal, tadi malam ia berpesan suruh di bangunkan pagi-pagi. Karena Leinard akan menghadiri meeting penting, Namun, saat dirinya di bangunkan malah tidak bangun-bangun. "Ish,,,ish! Bener-bener, yah!." Kesal Kaira, sudah tadi Ia memperingati suaminya supaya tidak tidur, lebih baik jogging saja. Tetapi, Leinard malah memilih sebaliknya, karena rasa kantuk yang mendera dirinya.


"Oh, Aku tahu! Cara yang ampuh membuat Si Tukang tidur ini bangun." Ucap Kaira sembari tersenyum penuh arti.


Ia pun mulai mencipratkan, tetesan air yang ada di rambut panjang nya yang hitam legam. "Tepat sekali..." Pikirnya dengan senyuman yang merekah di bibir mungilnya. Ia sembari memperhatikan perubahan yang terjadi dengan Suaminya.


"Hujan..." Gumam Leinard dengan mata yang masih terpejam, tangannya mengusap tetesan air yang terkena ke wajah tampannya. Sedangkan Kaira, di buat senyum-senyum ketika melihat kelakuan Prianya. Sungguh! Lucu sekali. Tetapi, Kaira sekuat tenaga untuk menahan tawanya, ia terus saja melakukan hal yang sama. Sampai-sampai Leinard menggeliat, Kaira pun menghentikan aksinya karena takut ketahuan Tuan Suami yang ia cintai.


Kaira berpaling hendak pergi, Namun! Tangannya di cekal terlebih dahulu oleh tangan kekar milik suaminya. Tangan Leinard menarik tangan istrinya, sampai Kaira terjatuh ke dalam dekapannya yang hangat dengan posisi yang miring. "Awsh..." keluh Kaira yang terbaring di dalam pelukan suaminya.


"Kenapa, Sayang?" Tanya Leinard langsung dengan mata yang langsung terbuka lebar-lebar, dari saking khawatirnya dengan sang istri yang tengah hamil besar.


"Kaget..." Jawab Kaira santai, dengan wajah tersenyum menghadap ke arah sang suami yang tampak khawatir dengannya. Ya, saat pertama kali dirinya meringis, Leinard langsung menarik bahu istrinya agar berhadapan dengannya langsung.


"Hish, Dasar nakal yah!" Ucap Leinard. Lalu, ia menggelitik pinggang istrinya, dengan gemas. Sang Istri pun tertawa terbaik-bahak, karena Leinard yang tidak berhenti menggelitik pinggang istirnya.


"A-ampun, Mas! Ha...ha...ha" tawa sang istri pecah, memenuhi seluruh isi kamar mereka. Untung kedap suara, jika saja tidak! Di pastikan para Bodyguard dan pelayan banyak yang akan berbondong-bondong menemui mereka. Karena dari saking kencangnya suara tawa Kaira.

__ADS_1


Leinard yang melihat istrinya tertawa sampai mengeluarkan air mata, ia segera menghentikan aksinya yang menggelitik pinggang Kaira. "Sudah-sudah..." Ujar Kaira yang sudah tidak kuat lagi.


"Udah dari tadi kok," Jawab Leinard. Ia pun memeluk lagi tubuh istrinya dengan hangat, Kaira pun tidak menolak dengan itu. Dekapan suaminya adalah tempat ternyaman baginya.


"Mas, bangun! Katanya ada pertemuan penting pagi ini. Tapi kok, di bangunkan nggak bangun-bangun." Ujar Kaira dengan mencebikkan bibirnya kesal.


"Iya, yah, Maaf Sayang! Aku lupa." Kata Leinard, tapi ia tidak sama sekali menunjukkan wajah bersalah. Karena Dia memang sengaja melakukan hal itu.


"Iya nggak apa-apa. Yaudah Mas, ayo cepetan bangun! Nanti kamu keburu telat loh." Cecar Kaira. Namun, Sang Suami bukannya bangun! Tetapi tambah menelusupkan wajah nya ke dalam ceruk leher Kaira. Lalu, Leinard mencium dengan rakus aroma yang menjadi candu baginya.


"Ish, Mas! Sana mandi." Kata Kaira sembari ingin melerai pelukan posesif Suaminya.


Setelah membujuk bayi besar nya, akhirnya Leinard mau mandi dan pergi ke kantor. Dan sekarang, Kaira menunggu Suaminya turun ke bawah untuk sarapan bersama.


Seulas senyum terbit di bibir Kaira, saat melihat Suaminya yang tampan turun dengan balutan jas mahal yang membuat Leinard tampak gagah dan tampan berkali-kali lipat.


"Sayang!" Panggil Leinard dengan lembut.


"Sudah selesai, Mas?" tanya Kaira dengan polosnya. Yang mampu membuat hati Leinard tergelitik ingin tertawa.


Sedangkan, Kaira di buat heran dengan tingkah Leinard. Bukannya menjawab pertanyaan nya, malahan ia senyum-senyum tidak jelas seperti itu. Membuat kerutan timbul di dahi mulus Kaira, tetapi bukan karutan menua ya, readers.

__ADS_1


"Kok gitu responnya? Emang ada yang salah?" tanya Kaira yang masih tidak ngeh, dengan pertanyaan konyol nya tadi.


"Ya, aneh saja." Jawab Leinard sesantai mungkin. Ia mati-matian menggigit bibir dalamnya, agar tak pecah tawanya. Karena ia tahu, Wanita hamil sangat sensitif. Ia takut jika nantinya Kaira ngambek, dan tidak mau makan lagi, seperti sebelum-sebelumnya.


"Aneh, kenapa?" Tanya Kaira dengan wajah keponya. Membuat Leinard jadi gemas sendiri.


"Baby! Jangan tampilkan wajahmu yang seperti itu. Nanti, Aku jadi berubah pikiran! Bukannya makanan yang kamu hidangkan di meja. Tetapi, Aku akan lebih memilih memakan kamu." Kata Leinard, dengan menaik turunkan kedua alisnya menatap ke arah sang Istri.


"Mas Leinard! Bukannya menjawab! Tapi malah mesum seperti itu." Tegur Kaira, sebenarnya ia ngeri sendiri mendengar ucapan Leinard tadi. Karena Dia tahu, Leinard tidak hanya bicara saja, tetapi akan merealisasikan dengan tindakan yang nyata. Itu Pasti!!!.


"He,,,he,,,nggak-nggak, Baby. Udah ah, Aku mau makan saja. Aku lapar, Baby." Kata Leinard agar Sang Istri teralihkan atensinya dari pembicaraan yang unfaedah tadi.


"Yaudah, Sini Aku ambilin." Ujar Kaira pasrah. Ia pun sudah sangat lapar, Apalagi dengan kandungannya yang sudah membesar. Membuat nafsu makannya berkali-kali lipat. Dengan telaten, Kaira mengambilkan makanan untuk sang Suami dan juga Dirinya. Setelah berdoa, Mereka pun makan dengan khidmat. Tanpa ada percakapan lagi di antara keduanya.


Selesai dengan sarapan pagi mereka, Kaira pun ikut ke depan mengantar suaminya untuk berangkat bekerja. Di sana sudah ada asistennya, Siapa lagi kalau bukan Juno. Yang menanti kehadirannya sejak tadi.


"Sayang, Aku berangkat kerja dulu yah. Ingat, di rumah istirahat saja, jangan membantu pelayan atau pun yang lainnya. Aku tidak mau, kalau kamu sampai kecapean." Peringat Leinard kepada sang Istri dengan lembut. Karena Dia tahu, Pasti Kaira ikut mengerjakan pekerjaan rumah lainnya, dan Leinard tidak menginginkan itu.


"Iya, Mas! Aku akan istirahat kok. Kamu jangan terlalu khawatir sama Aku, disini kan banyak orang yang akan mnegerjakan nya. Mendingan Kamu fokus sama pekerjaan Mas Leinard saja. Agar cepat selesai." Tutur Kaira lembut.


*****.....*****

__ADS_1


__ADS_2