
"Baik, Tuan. Kami akan menjaga dia dengan baik." Jawab pengawal yang memiliki wajah paling menyeramkan. Bagaimana tidak! Banyak sekali bekas luka di wajahnya.
"Teruslah menyiksanya! Tapi ingat, jangan biarkan dia mati."
"Siap, Bos. Anda tenang saja!" sahut yang lainnya.
"Hemm, Ayo kita pergi!" ajak Leinard pada Juno.
Mereka pun sama-sama berjalan ke arah mobil, "Kamu pakai mobil sendiri saja, kasian istri kamu. Lagi hamil, ditinggal-tinggal." Leinard berujar.
"Baik, Tuan. Terimakasih banyak." Jawab Juno. Emang sudah sedari tadi, ia terus saja kepikiran tentang istrinya. Apalagi sang istri tengah hamil membuat ia ingin segera pulang.
"Iya..." Lalu mereka masuk ke dalam mobil masing-masing. Yah, disana banyak sekali mobil milik Leinard.
*****
Setengah jam berlalu, akhirnya Juno memarkirkan mobilnya di depan rumah. Lalu memberikan kuncinya kepada penjaga disana.
Ceklek...!
Pintu utama Juno buka. Lalu ia berjalan masuk ke dalam, ia mencium aroma masakan yang sangat enak, membuat perutnya kelaparan. Apalagi dirinya yang tidak makan dari tadi siang, dengan segera ia mengikuti bau harum itu.
Tampaklah sang istri yang menata makanan di atas meja, di bantu oleh dua pelayan lainnya. Dua pelayan yang melihat majikan nya datang, memilih undur diri tanpa suara. Karena isyarat yang Juno kasih.
Grep...!
Juno memeluk tubuh istrinya dari belakang. "Assalamualaikum, calon Mama..."
Raina yang kaget, karena pelukan tiba-tiba sang suami jadi bengong. Tapi, sesaat kemudian ia sadar suaminya telah kembali. Lalu membalikkan tubuhnya menghadap ke arah sang suami. "Kok tidak di jawab sih, Yang" rajuk nya kepada sang istri, dengan posisi masih sama, tangan melingkar indah di pinggang Raina.
Bukannya tak mau menjawab, Raina masih menghilangkan rasa gugup di dalam dirinya. Meskipun sudah lama menikah, tetap saja jantung nya masih berdebar-debar dengan kencang saat berdekatan dengan sang suami. Ia masih sangat malu.
"Wa'alaikumsalam, Mas." Jawab nya tertunduk malu.
"Cuma itu saja? Sapaan untuk calon Papa nya mana?" pinta Juno tidak terima.
"Ish, malu tahu sama pelayan." Ujar nya yang tidak tahu, bahwa pelayan yang menemani nya tadi sudah tidak ada ditempat.
__ADS_1
"Masa! Yang bener..." goda Juno kepada sang istri. Sedangkan Raina hanya mengangguk sembari menunduk kan kepalanya dalam-dalam. Juno dibuat tidak tahan dengan tingkah lucu sang istri.
Ia mengangkat dagu Raina keatas, sampai membuat pandangan mereka bertabrakan. "Coba lihat sekeliling kita." Pinta Juno dengan lembut. Raina pun menurut, dan melihat sekitanya. Dahinya mengernyit heran, kemana pergi nya pelayan tadi?.
"Kok mereka sudah tidak ada?" tanya Raina polos.
"Tentu saja mereka pergi, karena tidak kuat melihat kemesraan kita."
Cup...!
Juno mencium Raina tepat dibibir nya, membuat sang istri membolakkan kedua matanya. Bagaimana kalau ada yang melihat?!. Melihat tingkah menggemaskan Raina, membuat Juno tidak tahan. Ingin rasanya membawa sang istri langsung ke dalam kamar dan mengeksekusi dirinya. Namun, ia harus menahan diri! Karena tahu sang istri pasti belum makan, karena menyiapkan makan malam mereka.
"Sayang, aku lapar." Kata Juno manja, suara sang suami mampu menarik atensi Raina dari keterkejutannya.
"Mas..." rengek Raina.
Juno yang paham, hanya tersenyum saja. "Sayang, Mas lapar! Dari tadi siang belum makan." Ujar nya berkata jujur. Sedangkan Raina dibuat terkejut dengan pengakuan Juno. Kok bisa-bisanya tidak makan? Apa sesibuk itu dirinya? Sampai-sampai tidak mempunyai waktu untuk makan.
"Kok Mas Juno tidak makan..?" akhirnya Raina menyuarakan pertanyaan yang sedari tadi berkecamuk di dalam benaknya.
"Mana mau aku melewatkan masakan istriku tercinta, aku siap menahan lapar demi menikmati makanan kamu Sayang." Balas Juno, yang sepenuhnya dirinya tak berbohong. Mana mungkin ia jujur karena sibuk mengerjakan berkas dan menemani Tuannya ke markas untuk menyiksa Luna.
"Bener gitu..." lalu Juno terdiam lagi. Ia mengingat kesadisan Leinard tadi.
"Lho, Mas Juno kok bengong sih? Katanya lapar." Suara sang istri, menyadarkan Juno.
"Eh...iya sayang." Jawabnya gelagapan. Raina merasa ada yang tidak beres dengan suaminya, Astaghfirullah! Mungkin Mas Juno seperti itu karena kecapean.
Raina pun menyuruh Juno untuk duduk, lalu Ia menyiapkan nasi beserta lauk pauknya kepiring sang Suami.
"Ini Mas..." Raina menyodorkan makanan di depan Juno.
"Makasih Sayang." Ucap Juno sembari tersenyum manis.
*****
Di Rumah Sakit....
__ADS_1
Tepat selesai adzan isya, Leinard sampai di rumah sakit. Lalu ia segera ke dalam ruangan sang istri.
Ceklek....!
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam, Nak. Kamu sudah pulang?" tanya Sang Mommy, saat melihat batang hidung putranya.
Leinard melihat kearah box Baby Athaf, senyum manisnya langsung terbit seketika. Rasa lelahnya hilang, terobati saat melihat wajah damai sang putra. Ia pun hendak melangkah kan kaki, ke arah anaknya. Namun, suara sang Mommy menghentikan langkahnya.
"Leinard, kamu mau kemana? Bersih kan diri kamu dulu! Baru bisa menggendong Baby Athaf." Tegur Mommy Ranty, enak saja langsung mendekati cucunya. Nanti membawa banyak kuman lagi.
"Iya, Mommy." Jawab Leinard. Dengan gegas ia masuk ke dalam kamar mandi, setelah mengambil baju gantinya. Ia ingin cepat-cepat membersihkan diri dan sholat agar bisa berdekatan dengan istri dan juga anaknya.
"Semangat banget ya Deddy Muda." Komentar Aba Farukh melihat tingkah sang menantu. Sedangkan Deddy Evan hanya tersenyum melihat putranya.
"Euhh...." Kaira terbangun, karena mendengar suara Ayah nya. Umma yang menyadari Kaira bangun, langsung menghampiri anaknya.
"Sayang! Kamu sudah bangun." Tanya Umma.
"Iya, Umma."
Mata indah Kaira, melihat kearah sang suami yang begitu khusyuk beribadah. Seutas senyum terbit dibibir indahnya, apalagi suaminya sangat baik menjaga dan menyayanginya sepenuh hati. Ia merasa menjadi wanita yang sangat beruntung, bersuamikan seseorang seperti Leinard.
"Kamu sudah makan sayang?" setelah ia selesai melaksanakan ibadahnya.
"Udah Mas, tadi Umma yang nyuapin aku." Sahutnya dengn binar bahagia. Sudah lama sekali, ia tidak mendapatkan perlakuan manis dari Ummanya, sehingga membuat ia bahagia.
Leinard tersenyum cerah, melihat istrinya yang bahagia. Begirupun dengannya.
"Ehem...Ehem..." Mommy berbatuk,mengingatkan pasutri itu bahwa mereka masih disana. Please! jangan buat iri yang Tua-Tua.
Leinard mengangkat sebelah alisnya, melihat sang Mommy ada apa?. "Sayang! Kami pulang dulu yaa. Besok kami akan kesini lagi. " Tutur Mommy, mereka sudah sepakat untuk pulang. Karena suami Kaira sudah ada di sana.
"Iya Mommy, mending kalian pulang saja dan beristirahat dengan cukup." Lalu, kedua wanita paruh baya itu mendekat ke Kaira.
"Nak! nggak apa-apa kan kami pulang? Kami ingin sekali bermalam disini, tapi kami lupa nggak ada baju ganti."
__ADS_1
"Iya, tidak apa-apa! Umma sama yang lain pulang saja. Disini kan ada Mas Leinard."
Setelah cupaka-cupiki dengan Kaira dan Leinard, mereka pun pulang bersama-sama.