Tambatan hati sang Mafia

Tambatan hati sang Mafia
Part 76. THsM


__ADS_3

"Iya, Sayang. Aku akan mengerjakan pekerjaanku dengan cepat, agar bisa pulang lebih awal." Ucap Leinard dengan perasaan yang berbunga-bunga.


"Mas, Aku mau minta izin ke kamu, Aku mau keluar sama teman-teman ku." Pamit Kaira setelah ia ingat ada janji dengan teman-temannya hari ini.


"Hah! Tapi kok dadakan Sayang? Emang kamu tidak capek? Mendingan teman-teman kamu aja suruh kesini." Ujar Leinard, menghujani Kaira dengan berbagai pertanyaan.


"Nggak dadakan sih, Akunya aja yang lupa mau ngasih tahu sama kamu. Maaf ya! Aku baru ngasih tahu. Boleh ya Mas, Aku juga udah lama tidak bertemu dengan mereka. Jadinya Aku kangen tahu!" Rengek Kaira manja, supaya suaminya memberikan izin.


"Tapi, Sayang. Jika Kamu keluar, Aku takut Kamu kenapa-napa." Ujar Leinard penuh dengan rasa khawatir kepada keselamatan istrinya.


"Nggak akan Mas, Aku bisa melindungi diriku sendiri. Mas Leinard tidak usah khawatir terlalu berlebihan seperti itu. Aku kan sama teman-teman, banyak teman kan! Mana mungkin sesuatu yang buruk bisa terjadi." Ucap Kaira pada sang Suami, yang terlalu khawatir menurut nya.


"Iya sudah kalau begitu, Aku izinin! Tapi kamu hati-hati ya Sayang. Jangan terlalu banyak melakukan hal-hal yang bisa membuat Kamu kecapean." Ujar Leinard pasrah, ia pun tidak ingin mengekang istrinya dan berdiam diri di rumah saja. Meskipun begitu, ia tetap memperingati Kaira dengan lembut. Leinard akan tetap terus memantau sang istri dengan Bodyguard bayangan yang ia khusus kan untuk menjaga istrinya.


"Makasih, Mas. Kamu memang yang terbaik!" pekik Kaira girang, ia pun menghadiahkan pelukan pada sang Suami. Leinard ikut tersenyum, melihat istrinya yang terlihat sangat bahagia.


"Iya, Sayang. Apa sih yang tidak buat kamu!" Ucap Leinard, dengan tangan yang tidak ia biarkan menganggur, kan rugi. Jiwa-jiwa entrepreneur nya seakan mencuat kepermukaan. Tetapi, ini bukan soal laba yang ia dapatkan. Melainkan kesempatan bermesraan seperti ini, apalagi yang memiliki inisiatif duluan istrinya. Leinard seperti mendapatkan durian runtuh.


"Kamu tahu, Baby! Aku sangat mencintai kamu." Ujar Leinard, dengan posisi yang sama. Yaitu menyandarkan kepalanya di ceruk leher yang tertutup hijab plus dengan penutup wajahnya.


"Iya, Mas! Tapi ingat, jangan terlalu berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik." Kata Kaira menasehati Sang Suami dengan lembut.

__ADS_1


"Tidak, Sayang. Tidak apa Aku berlebihan mencintai Kamu, dan Aku sangat menyukai nya." Jawab Leinard, yang masih berada di dalam pelukan pelukan hangat Kaira. Ia tidak mengerti dari maksud yang tersirat di dalamnya.


Jika Suaminya sudah seperti itu, Maka tidak ada bantahan lagi. Apa yang di ucapkan oleh sang penguasa itu tidak akan berubah apapun yang terjadi.


Kaira pun melepaskan pelukan mereka, lalu tersenyum manis ke arah sang Suami yang sangat tampan itu. " Sana gih berangkat ke kantor! Kerja yang rajin Sayang. Berikan contoh yang baik untuk para karyawan Kamu." Tiada henti Kaira selalu menasehati Suaminya, agar tidak semena-mena dengan bawahannya sendiri.


"Siap, Sayangku." Jawab Leinard dengan gemas, karena sedari tadi istrinya terus mengoceh memberikan nasehat-nasehat yang sering ia langgar.


"Jangan cuma di dengerin aja, tapi harus di praktekin dengan baik." Ujar Kaira, karena Dia tahu! Leinard sering kali melanggar apa yang ia ucapkan tadi. Siapa lagi yang ngasih tahu? Kalau bukan asisten nya Janu.


"Hehe...Hehehe! Udah ah, Aku berangkat kerja dulu. Kalau disini terus, yang ada Aku tidak pergi bekerja! Melainkan membawa kamu ke kamar." Leinard menggoda istrinya, yang tersipu malu karena ucapannya barusan.


"Haish, Mas! Ada asisten mu loh. Emangnya kamu tidak malu apa? Berbicara sefrontal itu." Tegur Kaira gemas, jangan kira Leinard tidak di kasih hadiah setelah mengucapkan kalimat itu. Leinard pun, mendapatkan cubitan di pinggang kekarnya dengan kuat. Sampai membuat seorang Leinard meringis, karena jepitan tangan istrinya.


"Haha....haha, Maaf Aku khilaf Sayang!" Ucapannya dengan wajah polosnya, yang tidak merasa bersalah sama sekali.


"Haish,,,kok Suami nya sendiri di aniaya." Ucapnya memberenggut.


"Nggak usah lebay deh Mas," Kata Kaira dengan menaik turunkan alisnya, menggoda sang Suami.


"Kalau seperti ini, rasanya Aku tidak mau pergi bekerja. Maunya disini aja terus nempelin Kamu." Ujar Leinard memberitahu keinginannya.

__ADS_1


"Astaghfirullah, Kok gitu sih! Nanti kita mau makan apa? Kalau Mas Leinard kerjaannya cuma di rumah terus." Ucap Kaira sebel dengan pikiran suaminya.


"Haa...Haha...Sayang! Kamu ada ada saja. Kita tidak akan jadi gelandangan, meskipun Aku tidak bekerja." Kata Leinard menyombong kan dirinya sendiri.


"Sombong amat! Nggak boleh gitu Mas Leinard. Iya kalau hanya kita berdua, tapi nanti kalau ada anak-anak gimana?" tanya Kaira dengan wajah polosnya.


"Sama saja Sayang! Aku tetap mampu kok menghidupi kalian nantinya. Meskipun anakku banyak, jadi kesebelasan sekalipun! Aku masih mampu untuk membiayai hidup mereka. Hartaku tidak akan habis, walaupun kalian nantinya sering belanja." Bukannya memamerkan kekayaan sendiri, tapi memang itu lah kenyataan nya.


"Iya iya iya! Mendingan berangkat kerja deh sekarang. Biar pembicaraan nya nggak tambah kemana-mana." Ucap Kaira jengah, mendengar ucapan Suaminya yang selalu membanggakan dirinya sendiri.


Leinard pun yang merasa dirinya telat, tidak membantah apa yang di katakan sang Istri. Dengan berat hati, ia pun pamit untuk pergi bekerja. "Yaudah Sayang! Aku pamit ya, pergi bekerja dulu. Nanti kalau kamu jadi keluar, hati-hati yah." Peringat Leinard lagi, tiada henti ia mengingatkan istrinya.


"Iya siap Pak suami yang bawel." Ucap nya dengan hati yang membuncah bahagia. Kaira terus mencium punggung tangan suaminya, sehingga membuat Leinard gemas. Leinard pun tidak menyia-nyiakan waktu yang ada, Ia mencium kening Istrinya dengan lembut dan penuh cinta. Kebahagian di hati, tak bisa ia gambarkan


"Assalamualaikum..." salam Leinard pada istrinya.


"Waalaikumsalam...!" Jawab Kaira dengan lembut. Ia pun melihat ke arah Sang Suami yang naik ke dalam mobil, lalu melambaikan tangan ke arah nya. Kaira pun membalas dengan melakukan hal yang sama. Setelah mobil Suaminya tidak terlihat, ia pun segera masuk ke dalam rumah. Dirinya juga harus siap-siap, karena hendak pergi bersama teman-temannya.


Kaira sudah berada di depan deretan baju gamis yang menggantung rapi di depannya, ia bingung mau pakai yang mana. "Ck! kenapa Aku tadi tidak meminta bantuan sama Mas Leinard, kalau begini kan! jadi bingung." Ujar Kaira merutuki dirinya sendiri. Karena waktu nya sudah tidak banyak lagi, karena teman-temannya sudah pada OTW semua, ia pun memilih asal. Dan pilihan jatuh pada gamis warna milo di padu dengan outer berwarna hitam yang menyatu langsung dengan gamis itu.


Jangan lupa tinggalkan komen ya readers...

__ADS_1


*****.....******


__ADS_2