Tambatan hati sang Mafia

Tambatan hati sang Mafia
Part 82. THsM


__ADS_3

Tiada lagi tatapan tajam nan dingin dari kedua bola mata laki-laki yang amat kejam itu. Kedua bola mata sendu, yang syarat akan kesedihan itu pun bersitubrukan pandang dengan bola mata cantik sang Mommy, wanita yang melahirkan Ia kedunia ini. Setelah tepat berada di depan Mommy nya, ia langsung memeluk wanita paruh baya itu dengan erat. Air matanya tumpah begitu saja, saat ia berada dalam dekapan hangat Mommy Ranty. Ia tidak peduli lagi dengan sekitar nya, yang hanya ia inginkan saat ini meminta maaf sama Mommy nya. Karena melihat perjuangan seorang ibu yang begitu luar biasa untuk anak-anak mereka.


"Maafin Leinard, Mommy..." Ucap Leinard dengan suara paraunya, di dalam pelukan hangat Mommy Ranty. Ia tidak peduli lagi dengan sekitarnya, yang ia inginkan sekarang hanya minta maaf kepada sang Mommy. Karena menurutnya ia banyak salah dengan wanita paruh baya itu.


Mommy Ranty membalas pelukan putranya tak kalah hangat nya, mengelus dengan lembut bahu anaknya yang bergetar karena manangis, memberikan kekuatan untuk putranya agar mampu melewati ujian ini dengan ikhlas.


"Iya, Mommy selalu maafin Leinard kok. Udah jangan sedih lagi, sabar dan ikhlas, itulah kunci nya sayang." Kata Mommy Ranty dengan lembut menasehati sang Putra.


"Iya, Mommy...." jawab nya sendu. Leinard pun melepaskan pelukannya. Mommy Ranty membawa putranya duduk di sampingnya.


"Terus gimana dengan keadaan menantu Mommy saat ini? Semuanya baik-baik saja kan sayang?" tanya sang Mommy dengan raut muka yang khawatir dengan keadaan Kaira.


"Alhamdulillah semuanya baik-baik saja kok Mommy, hanya saja calon cucu Mommy harus lahir lebih awal. Maafin Leinard Mom, yang tidak bisa menjaga menantu Mommy dengan baik." Kata Leinard penuh sesal, Ia menunduk dengan lamat-lamat, malu dengan Mertua dan juga kedua Orang Tuanya.


Umma Fatimah yang sedari tadi hanya duduk dan mendangarkan ucapan demi ucapan Menantu nya, syukur Alhamdulillah! Sekarang Umma bisa bernafas dengan lega mendengar ucapan menantunya.


"Alhamdulillah,Ya Allah...terimakasih sudah menyelamatkan putri hamba dari marabahaya..." ucap Umma Fatimah penuh dengan rasa syukur.


Umma Fatimah yang tidak tega melihat menantunya pun, menepuk bahu Leinard penuh kasih sayang. "Tidak ada yang perlu disesalkan, Nak! Semua ini sudah takdir dari Yang Maha Kuasa, pemilik langit dan bumi. Cukup kejadian yang menimpa Kaira sekarang, sebagai pembelajaran di masa mendatang."


"Iya, Umma. Terimakasih atas nasihat Umma," kata Leinard dengan menampilkan senyum tipis kepada ibu mertuanya.


Begitupun dengan sahabat Kaira, mereka merasa tenang sekarang. Tiada henti mereka mengucap kalimat syukur kepada Allah SWT. Tindakan yang dilakukan Leinard kepada sang istri membuat semuanya tenang.

__ADS_1


Yah, Kaira harus melakukan operasi caesar saat ini. Padahal, sebelumnya ia sudah bilang kepada suaminya ingin melakukan persalinan normal. "Doakan ya, semoga operasi Kaira berjalan dengan lancar..." pinta Leinard setelah lama ia terdiam, dengan pandangan yang terus menatap kearah pintu dimana sang istri berada.


"Iya Nak! Tanpa kamu minta pun kami selalu berdoa untuk nya." Jawab Mommy Ranty


"Yaudah kalau begitu, aku sama Kanaya pamit dulu ya! Kami harus melakukan pemeriksaan pasien yang lain." Ujar Sean, kalau saja tidak ada jadwal operasi sekarang, Ia pasti menemani sahabat nya itu.


"Iya, thanks ya Bro," ucap Leinard kepada Sean.


"Zahra, kalau Kaira selesai operasi nya, nanti kabarin ya...!" kata Kanaya sebelum beranjak dari sana.


" Iya, kamu tenang aja. Nanti pasti Aku kabarin kok," sahut Zahra.


Selesai berpamitan kepada semuanya, "Assalamualaikum..." salam mereka, lalu beranjak pergi melakukan tugas nya masing-masing.


"Wa'alaikumsalam..." jawab mereka. Suasana pun kembali hening, karena tidak ada yang mereka bicarakan lagi. Tak lama kemudian, Leon pun datang dengan sang Putri.


"Wa'alaikumsalam,,,"


"Bunda...Bunda..." panggil sikecil dengan ceria berlari kearah Zahra, tingkah menggemaskan itu mampu mengulas senyum diwajah cantik Zahra.


"Iya, Sayang! Kok putri nya Bunda lari-lari sih? Belum salim lo sama Opa dan Omanya aunty? Salim dulu ya sayang..." kata Zahra kepada sang anak dengan lembut.


"Hehehe,,,iya! Zalfa lupa Bunda. Maaf ya..!" sikecil pun langsung berjalan dengan langkah kecilnya kehadapan mereka. Leon yang melihat itu, tersenyum amat bahagia! Seperti ribuan kupu-kupu beterbangan dalam dadanya.

__ADS_1


"Wah, putri Deddy Leon cantik banget..." ucap Umma Fatimah sembari mengelus pucuk kepala Zalfa.


"Makasih banyak, Oma..!" ujar Zalfa sembari tersenyum simpul. Setelah selesai bersalaman Zalfa kembali lagi ke Bundanya, lalu minta di pangku. Sedangkan Leon sudah duduk di samping sang istri sedari tadi.


"Aunty Kaira baik-baik saja kan Bunda?" tanya sikecil setelah teringat dengan Aunty nya.


"Iya Sayang! Aunty nya Zalfa baik-baik saja. Dia sedang ditangani dokter, karena aunty melahirkan." Kata Zahra kepada sang putri.


"Hah! Melahirkan itu apa Bunda?" tanya Zalfa dengan wajah polosnya.


Zahra yang melihat keingin tahuan anaknya, jadi tersenyum. Dengan sabar dan telaten ia memberi tahu sang putri. Sedangkan Leon dibuat semakin kagum dengan wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Andai saja mereka tidak berada di tempat umum, pasti Leon akan memberikan Zahra hadiah spesial.


"Ooo..." respon Zalfa sembari menggangguk kan kepalanya.


"Jadi gemes..." celetuk Leon, yang membuat perhatian semua orang tertuju padanya. Membuat Ia jadi salah tingkah sendiri. Leon yang merasa di lihatin cuma garuk-garuk tengku kepalanya sendiri, dengan cengiran khas dirinya.


Dokter pun keluar dari ruang rawat Kaira, membuat Leon bisa bernafas lega, karena terhindar dari pertanyaan yang akan mereka lontarkan. "Dengan keluarga ibu Kaira?" tanya dokter itu. Dengan lekas Leinard menghampiri dokter itu.


"Gimana dengan keadaan istri saya dok? Bayi saya juga gimana? Mereka baik-baik saja kan?" Leinard mencecar dengan berbagai pertanyaan, sehingga membuat sang dokter kelabakan mau menjawab pertanyaan Leinard.


"Alhamdulillah Tuan, istri dan anak anda baik-baik saja. Sekarang Nyonya muda akan di pindahkan ke ruang perawatan.


"Alhamdulillah, Ya Allah!" ujar Leinard bernafas lega. Begitupun dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Nyonya sudah bisa di jenguk Tuan, kalau begitu saya permisi dulu." Kata dokter yang sudah menangani Kaira dengan baik.


"Iya dokter, terima kasih banyak." Ujar Leinard. Seumur-umur baru kali ini dirinya mengucapkan kata yang sangat anti ia ucapkan. Tanpa menunggu dokter itu berlalu dari hadapannya ia sudah melangkah ke ruangan sang istri. Kaira terbaring lemah sembari memejamkan mata. Leinard pun berjalan mendekati sang istri yang sudah berjuang mengeluarkan buah hati mereka.


__ADS_2