
Pak penghulu tersenyum mendengar jawaban Leinard, begitupun juga dengan kedua pria paruh baya yang ada di depan dan samping Leinard.
"Tenang nak! Tidak usah gugup begitu. Kamu harusnya bahagia, ini hari pernikahan kamu loh!" kata Deddy Ervand berbisik di telinga anaknya. Leinard hanya mengangguk menanggapi omongan Deddy Ervand.
"Baiklah, saya mulai. Mahar nya ini sudah rampung kan?" tanya pak penghulu.
"I-iya pak penghulu." jawab Leinard gemetar. Semakin masuk ke acara pernikahannya, dia semakin gugup. Padahal, saat di kepung musuh sekalipun! dia tak akan seperti saat ini.
Mc pun memulai membuka acara pernikahan Leinard dan Kaira. Acara-demi acara mereka lewati dengan khidmat. Dan sampilah ke acara selanjutnya setelah khutbah nikah, yaitu akad nikah.
Abba akan menikahkan langsung putrinya, ia mengulurkan tangan ke arah Leinard. Uluran tangan Abba di sambut oleh tangan dingin Leinard. Abba mengerti kegugupan Leinard. Karena dulu, dia pun seperti itu.
Sedangkan di kamar pengantin, Kaira bersama para bestie nya menunggu acara inti sedari tadi. Degupan jantung Kaira, terus saja bertalu-talu memikirkan dirinya yang dalam hitungan menit kedepan akan berubah status. Yaitu menjadi istri.
"Eh udah mau di mulai tuh! Jangan berisik! Dengerin pengantin pria ijab kabul noh." kata Raina, mereka pun memasang kuping dengan baik untuk mendengarkan ijab kabul yang akan di langsungkan.
"Unya, aunty cantik banget! Unya juga pengen nikah." celetuk Zalfa polos, di tengah kesunyian yang di kamar pengantin. Sontak orang di sana tertawa mendengar pengakuan Zalfa kepada Bundanya.
"Nanti ya sayang! kalau Afa sudah besar kayak aunty." Zahra tersenyum menanggapi keinginan putrinya.
"Rileks saja nak!" pinta Abba sebelum memulai.
"Iya Abba!" balas Leinard.
"Bismillahirrahmanirrahim...Makhtubataka binti Kaira Anastasya Habibullah alal mahri majmuet min 'adawat alsala, 400 jiram dhahab, w 5 m naqud tudfae naqdan." ujar Abba.
"Qabiltu nikahha watazwijaha bil mahril madzkur haalan" ucap Leinard lugas dalam satu tarikan nafas. Setelah itu, rasa gugupnya pun hilang seketika, bagai es yang terkena pancaran terik matahari yang panas.
"SAH....!" ucap para saksi nikah serentak.
__ADS_1
Pak penghulu menengadahkan tangannya membaca do'a saat usai akad nikah, dan di amin kan seluruh tamu undangan.
Begitupun juga riuhnya di kamar, sahabat Kaira serentak mengucapkan kata Sah sambil memeluk sang pengantin, tak terkecuali si kecil Zalfa pun ikut memeluk.
"Alhamdulillah...akhirnya Sah." ujar Kaira menitikkan air mata bahagia.
"Ish,,,pengantin di larang nangis, entar jadi jelek. Nanti malu-maluin kang suami" gurau Kanaya yang melihat Kaira tak henti-henti mengeluarkan air mata.
"Sudah-sudah,,,perbaiki riasan kamu, terus pakai cadarnya. Sebentar lagi kamu keluar nemuin suami kamu!" kata Zahra.
"Ish,,,Zahra mah! Ngilangin suasana harunya." Keluh Kaira.
Sahabatnya pun terkekeh melihat tingkah Kaira. Kaira membenarkan cadar yang ia pakai.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu kamar pengantin Kaira,
Pintu kamar terbuka, menampilkan sosok dua wanita paruh baya. Yang tak lain, Umma dan juga Mommy mertua.
"Masyaa Allah! Anak umma cantik banget.!" puji Umma Kaira. Begitupun dengan sang mertua, dia langsung menerobos masuk dan berdiri di samping mempelai wanita.
"Udah waktunya nemuin suami kamu sayang!" ujar Mommy. Umma pun berdiri di samping Kaira, ikut mengapit putri semata wayangnya. Sedangkan sahabat berbaris rapi di belakang mereka. Zahra dan Zalfa pun ikut andil dalam barisan itu.
Mereka pun berjalan ke luar dari kamar pengantin, menampilkan wajah yang berseri-seri. Semua mata memandang kepada mereka, bidadari-bidadari dunia.
Kini sampailah Kaira di depan suaminya yang mematung. Tak percaya dengan dirinya sendiri, yang telah resmi meminang istri cantik bak bidadari.
"Assalamualaikum...imam ku!" ucap Kaira malu-malu sembari menundukkan kepala. Leinard mengembangkan senyuman di bibirnya mendengar ucapan Kaira.
__ADS_1
"Waalaikumsalam...Maklum ku!" balas Leinard sama dengan Kaira.
"Nak ciumlah tangan suami mu, sebagai tanda baktimu padanya. Sekarang kalian adalah pasangan halal, Surga dan Neraka mu ada pada suami. Ikhlas lah! Dalam mengarungi ibadah terpanjang kalian, niatkan semuanya karena Allah swt." tutur Abba menasihati sang putri. Kaira mengangguk mantap, mendengar nasihat Abba.
Sebelum Kaira mengecup tangannya, Leinard meletakkan tangannya di ubun-ubun istrinya dan berdoa'a.
"Allahumma inni as aluka khoyrohaa wa khoyro maa jabaltahaa alaih. Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih..." Kaira mengaminkan do'a yang Leinard baca di dalam hatinya.
Setelah itu, baru Leinard mengulurkan tangannya, dan di sambut oleh tangan gemetar sang istri. Dia sendiri hampir ketawa, saat merasakan tangan dingin sang istri. Mengingatkan pada dirinya yang sebelum akad tadi. Leinard mencium kening istrinya mesra.
Karena tak ada acara resepsi malam hari, hanya acara sungkeman kedua pengantin untuk para tetua mereka. Kedua orang tua duduk berdampingan di kursi pelaminan yang sudah di sediakan tim MUA terbaik. Sebelum, para tamu memberikan Selamat dan do'anya untuk pasangan yang baru saja halal itu. Mereka meminta do'a dan restu kepada orang tua terlebih dahulu.
Kaira dan Leinard berjalan ke arah pelaminan, di sana sudah ada para orang tua yang duduk manis menanti mereka.
"Umma, Abba,,,maaf kan Kai ya! jika banyak salah. Dan tidak bisa menjadi anak yang berbakti untuk Umma dan Abba..."mencium punggung tangan kedua orang tuanya dan memeluk hangat Umma dan Abba. Dengan air mata yang jatuh dari pelupuk matanya terus-menerus. Begitu pun Umma dan Abba tak sanggup menahan lelehan air yang keluar dari mata indah mereka. Mereka menangis bahagia, putri kecil nya sekarang telah menjadi milik menantunya.
"Kaira bisa berbakti kepada suami kan! Dan bakti itulah yang akan mengantar kan Umma dan Abba ke surganya Allah swt nak!" ujar Umma lembut mengelus punggung putrinya. Leinard pun melakukan sungkeman dengan kedua orang tuanya.
Tinggallah giliran Kaira sungkeman dengan mertuanya, begitupun sebaliknya dengan Leinard.
"Aduh menantu cantik mommy!" greget Mommy Ranti saat menantu menghampirinya. Kaira langsung mencium punggung tangan Mommy dan Deddy Ervand. Pelukan penuh kasih sayang di berikan Mommy Ranti untuk menantu kesayangan.
"Kalau anak Mommy nakal, cincang aja ya sayang!" gurau Mommy, menghapus buliran air mata Kaira. Kaira mengangguk, dia merasa beruntung sekali. Memiliki mertua yang sangat baik padanya, menganggap Kaira putri sendiri.
"Leinard! Abba percayakan putri kecil kami, kamu jaga. Tuntun dia ke jalannya Allah swt, dan jika suatu saat kamu tidak berkenan lagi padanya. Kembalikan dia kepada kami." ujar Abba tegas, mengusap punggung kekar menantunya.
"In syaa Allah! Abba. Akan Leinard jaga semampu ku, dan untuk membimbing Kaira, Leinard akan belajar lagi. Agar pantas menjadi imamnya." kata Leinard mantap.
"Abba percayakan Kaira kepadamu Nak!" ulang Abba lagi. Lalu para tetua itu, turun dari pelaminan. Meninggalkan pengantin yang malu-malu.
__ADS_1
Tak lama pun, para undangan memberikan ucapan selamat dan do'a restu kepada kedua mempelai yang telah bersanding di singgasana raja dan ratu sehari.