
"Alhamdulillahirabbil...Baaarokalloohu Laka Wa Baaroka 'Alaika Wa Jama'A Bainakumaa Fiii Khoirin." do'a penghulu untuk pasangan yang baru halal itu.
Semua yang berada disana, mengaminkan do'a yang dibacakan. "Di perkenankan untuk mempelai wanita menemui sang suami." ucap MC. Para wanita cantik jelita itu berdiri, mengantarkan pengantin perempuan menemui imamnya.
Kaira dan Kanaya membantu Raina berdiri, setelahnya Zahra dan Alina yang ikut berdiri. Mereka pun jadi fokus para tamu undangan. Siapa yang tidak kagum? Dengan wanita-wanita muslimah di depannya. Mereka pun berjalan, dimana suami baru Raina menunggunya.
Tatapan mendamba dari para tamu membuat para pawangnya berdecak tak suka. Apalagi dengan Leinard, kecemburuannya sudah di atas ubun-ubun. Meskipun wajah sang istri tidak terlihat sedikit pun. Leinard segera bangun dari tempat duduknya, ia hendak menyusul Kaira.
"Mau kemana?" tanya Leon saat melihat pergerakan Leinard.
Leinard melihat ke arah sahabatnya yang masih duduk diam saja. "Emangnya kalian tidak ingin bertemu dengan istri-istri kalian? Lihat mata jelalatan dari para pria ke arah mereka. Sangat kelihatan sekali bukan, bahwa mereka menginginkan itu. Makanya, sebelum niat mereka ada! Aku ingin menunjukkan bahwa Kaira itu milikku." ucap nya tegas. Rasa-rasanya, dia ingin mencolok mata mereka satu-satu. Andai saja itu terjadi di masa lalu! Sebelum dirinya tobat. Di pastikan bukan hanya niat yang ada, melainkan juga tindakan yang membuat mereka tak akan pernah lupa.
"Jangan gitu dong, Kalian di sini aja. Tidak usah kemana-mana, emangnya kalian tega melihat aku duduk sendiri disini." ujar Zeo memelas. Karena Leon dan Sean pun, ikut berdiri.
"Bodo amat!" ujar Sean. Mereka pun mendakat ke arah istrinya masing-masing. Setelah tepat berada di samping istrinya, Leinard langsung menarik pinggang ramping Kaira agar lebih dekat dengannya. Yah, Leinard memamerkan dirinya lah suami dari wanita bercadar itu. Yang di kagumi oleh para tamu undangan.
"Mas, jangan kayak gitu!" pinta Kaira. Ia merasa malu kepada para tamu, karena telah mengumbar kemesraan. Kaira merasa tak nyaman, lantaran keposesifan Leinard yang amat sangat padanya. Hal itu mengundang perhatian para tamu undangan, sehingga perhatian mereka beralih ke Kaira dan Leinard. Yah, walaupun sah-sah saja bagi mereka, meski berpelukan sekalipun. Karena mereka sudah halal.
"Enggak Yank! Pokoknya aku mau begini aja." ujar Leinard tidak terbantahkan. Ia malah semakin mengeratkan rangkulannya. Kaira hanya bisa pasrah aja, jika suaminya ber kehendak seperti itu. Mau bagaimana lagi? Sementara Leinard tersenyum bahagia karena si betina sudah nurut dengannya.
Di samping Leinard juga ada Sean dan Leon, tak kalah posesif nya menjaga sang istri. Apalagi, sejak kehamilan Zahra. membuat Leon overprotektif sekaligus menyandang suami yang siaga untuk istri dan calon buah hatinya.
"Bund, kalau capek berdiri mendingan kita duduk aja. Akad nya juga sudah selesai kan, gimana mau enggak?" tanya Leon pada Zahra.
Karena Zahra merasa kakinya juga sudah pegal, ia menyetujui saran dari sang suami. Lantas mereka beranjak je sudut masjid untuk beristirahat.
__ADS_1
"Untung si kecil ikut bibi ya! Kita jadi berduaan deh." ujar Leon sambil mencubit pipi kanan dan kiri Zahra. Ya, mereka sudah duduk manis di lantai masjid. Di sana sepi, tak ada orang lain! Selain mereka.
Sementara Sean mengajak Kanaya untuk pulang. "Sweety! Kita pulang aja yuk." ajak Sean kepada Kanaya. Sang istri bukannya mau, malah sebaliknya. Kanaya langsung menggeleng tidak setuju, ia masih betah disini. Melihat para sahabat yang bahagia dengan kehidupan dan jalan cerita masing-masing.
"Enggak ah Mas! Disini aja ya. Sebentar lagi, please!" ucap Kanaya meminta pada Sean dengan wajah imut dan menggemaskan. Sedangkan Sean, tak mampu menolak keinginan Kanaya.
"Baiklah, seperti yang kamu iginkan. Tapi tidak gratis ya! Wajib bayar!" ujar Sean menggoda Kanaya, menaik turunkan kedua alisnya.
"Bayar, kan Mas Sean punya banyak uang. Buat apa aku bayar, lagian aku juga dapet uangnya dari kamu. Masa iya di kembalikan lagi?" sahut Kanaya polos.
Sean terkekeh geli mendapat tanggapan seperti itu dari sang istri. "Ya nggak lah Sayang!" jawab Sean sembari mengusap pucuk kepala Kanaya dari saking gemasnya.
"Terus gimana?" tanya Kanaya bingung. Ia sampai seperti orang bodoh saja. Lalu Sean mendekat kan diri kepada Kanaya dan membisikkan sesuatu.
Sontak Kanaya di buat merinding, gara-gara perlakuan Sean padanya. Ia tersipu malu, mendengar perkataan mesum Suaminya. "Dasar mesum..." ucap Kanaya mencubit lengan kekar Sean dengan kesal.
"Yeah, malahan bagus Yank! Orang mesum nya sama istri sendiri. Kalau mesum sama istri tetangga, baru tuh berabe." sahut Sean enteng.
"Berani ya,,,,,awas saja macam-macam! Aku jadiin tumis ya belut kamu!" ancam Kanaya garang. Bukannya marah, Sean tambah tertawa terbahak-bahak.
"Yank,,,Yank kamu kok ada-ada saja yah! Emangnya kangkung pakai di tumis segala." jawap Sean setelah reda ketawa.
"Au ahh...!" ujar Kanaya ngambek.
Sementara Leinard menyuapi Kaira dengan telaten. Yah, sejak hamil nafsu makan Kaira meningkat. Ia selalu saja merasa lapar, seperti saat ini.
__ADS_1
"Enak ya Baby!" tanya Leinard yang melihat istrinya makan dengan lahap.
Kaira pun menelan makanan terakhirnya, baru berbicara. "Iya Mas! Enak banget malahan." jawab Kaira tersenyum.
"Alhamdulillah kalau gitu, nanti bibi aku suruh juga bikin capcay spesial buat kamu." kata Leinard.
"Iya, tapi masa makannya itu lagi. Kan disini sudah Mas, mending makanan yang lain deh. Pokoknya yang enak-enak aja, pasti aku makan kok." sahut Kaira. Leinard mengangguk setuju dengannya.
"Wah, sekarang sudah banyak makan ya! Jadi kamu tidak ringan lagi Baby seperti kapas, makan yang banyak yah. Mau nambah lagi?" ucap Leinard.
Kaira langsung melihat ke arah suami nya, ia menatap Leinard dengan intens. 'Mati aku salah bicara...' batin Leinard saat melihat perubahan wajah Kaira.
"Ohhh, jadi menurut mas Leinard aku kapas? Dan juga kamu nyuruh aku gendut begitu? Setelah gendut kamu mau ninggalin aku, cari wanita seksi lagi? jawab Mas!" ucap Kaira emosi. Dia pun tak tahu, dengan sikap nya yang temperamen begini.
"E-enggak gitu sayang" sahut Leinard gelagapan.
"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku niatnya baik loh. Supaya kamu tidak lapar dan dedek bayi kita, dan juga kamu harus buang jauh-jauh pemikiran itu. Aku enggak mungkin selingkuh, bagimana pun bentuk tubuh kamu. Hanya kamu yang aku iginkan, jadi aku mohon! Jangan berfikiran seperti itu lagi. Hanya kamu wanita yang aku cintai." tutur Leinard meyakinkan Istrinya.
Kaira yang semula enggan menatap ke arah sang suami, kini melihat ke arah nya lagi.
"Beneran...? Enggak lagi prank kan?" tanya Kaira.
"Yaa,,,tidak mungkin lah Sayang!" jawab Leinard tegas. Mana mau ia melirik wanita lain, sementara hatinya sudah terpenuhi bidadari surga nya.
*****.....*****
__ADS_1