Tambatan hati sang Mafia

Tambatan hati sang Mafia
Paru 23. Fitting baju Pengantin


__ADS_3

Pagi ini begitu cerah, sinar matahari memancarkan cahaya yang elok. Begitupun dengan Leinard, dia begitu bahagia karena akan berjumpa dengan calon istrinya. Ia segera bangun dari tempat ternyaman, yaitu kasur. Leinard bangun dari tidurnya, ia mengumpulkan nyawanya, lalu bergegas pergi kekamar mandi. Leinard menanggalkan baju yang melekat di tubuh atletisnya di lantai begitu saja. Tak sempat ia menaruh di keranjang baju kotor, dari saking terburu-burunya. Padahal ini begitu pagi, tempat yang ditujupun masih belum buka.


Tapi Leinard tak menghiraukan itu sama sekali, Dia hanya ingin bertemu dengan Kaira saja. Selesai mandi, Leinard keluar dengan handuk melilit dipinggang kerasnya. Dia lekas masuk ke walk in closet untuk berpakaian. Leinard berdiri di depan cermin full body untuk melihat prnampilannya.


"Perfect, pasti tak ada yang bisa menampik pesonaku" gumamnya pada diri sendiri.


Leinard turun melewati satu persatu anak tangga, dengan wajah ceria. Mommy yang melihat anaknya begitu ceria hari ini, membuat ia bertanya-tanya. Mommy langsung nyamperin Leinard.


"Kamu mau kemana pagi-pagi seperti ini?" tanya Mommy mommy Ranti.


"Mau kerumah calon menantunya Mommy!" balas Leinard.


"Mommy enggak salah denger? Ini masih pagi banget Leinard! Masih setengah tujuh." kata Mommy sembari melirik jam yang sangat mahal itu terpajang di dinding bercat putih.


"Yah enggak apa-apa juga kali Mom, kalau pagi begini. Kalau nanti Kaira berangkat kerja gimana? Dia kan belum ngambil cuti dari rumah sakit!" jelas Leinard, supaya Mommy berhenti menghalangi langkahnya.


Penjelasan yang Leinard sampaikan masuk akal buat Mommy.


"Ya udah pergi sana buruan, nanti kalau telat tidak bertemu calon menantu Mommy! Bilang juga sama Kaira buat ngambil cuti kerja setelah pulang dari butik aja," kata Mommy Ranti.


"Iya Mom, nanti aku bilangin sama Kaira. Kalau gitu Leinard pergi dulu mom!" ujar Leinard sembari berjalan ke luar. Dia masuk ke dalam mobil yang sudah di siapkan sedari tadi oleh pengawalnya.


"Kalian tidak usah ikut hari ini, nanti kalau ada apa-apa aku kabarin! Tapi pengawal yang menjaga Kaira harus di perketat lagi, aku tidak mau sampai dia kenapa-napa barang sekitpun." kata Leinard tegas, dan sorot mata yang tajam. Para pengawal hanya mengangguk patuh kepada Leinard.


Ia segera masuk ke dalam mobil, menghidupkan mesinobil, lalu menginjak pedal gas. Mobil melaju membelah jalanan yang masih sedikit ramai dari penghina jalan, hanya anak sekolahan yang sebagian besar memakai jalan. Udara pagi yang cukup sejuk, hanya sedikit terkontaminasi dengan polusi. Di dalam mobil, Leinard tiada henti tersenyum. Membuat sudut bibirnya terangkat, hal itu malah semakin menambah kadar ketampanan yang ia miliki.


Selang beberapa puluh menit, leinard sampai di depan rumah Kaira. Leinard melihat motor matic Kaira masih ada di teras rumah.


"Untung Dia masih ada di rumah," gumam Leinard. Ia pun bergegas keluar dari mobil.


Tok...tok...tok...


Leinard mengetuk pintu rumah Kaira. Abba yang duduk santai di ruang tengah segera berdiri, saat mendengar pintu rumahnya di ketuk. Ia berjalan ke arah pintu.


Ceklek....


Pintu terbuka, tampak lah Leinard yang tampan dengan setelan jas super mahalnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum...Abba," salam Leinard kepada calon mertua. Tak lupa pula, ia mencium punggung tangan pria paruh baya itu. Sedangkan jika ia bertemu Deddy nya sendiri hal itu jarang ia lakukan.


"Waalaikumsalam...nak Leinard, ayo masuk! Kita sarapan dulu," jawab Abba, sembari mengajak masuk calon menantunya. Mereka duduk di ruang tamu. Abba kelihatan senang Leinard berkunjung pagi ini.


"Abba Kairanya ada? Hari ini kami harus fitting baju pengantin. Tapi tadi malam, saya lupa yang mau ngabarin Kaira." ucap Leinard.


"Kaira ada di kamarnya nak Leinard, tadi dia bersiap-siap. Katanya mau berangkat kerja sambil mengajukan cuti."kata Abba Farukh.


"Abba,,,ayo sarapan! Sebentar lagi Kaira selasai, dia akan segera nyusul ke meja makan," kata Umma Fatimah dari arah dapur. Ia melihat suaminya tak sendiri, ia berjalan ke arah dua pria yang sedang berbincang.


"Loh nak Leinard! Kapan datang?" tanya Umma dengan wajah kagetnya.


"Belum lama kok Umma," balas Leinard, lalu berdiri dan menyalami Umma.


"Ayo kita makan!" ajak Umma lagi. Mereka berjalan ke meja makan, di atas meja sudah ada makanan yang tertata dengan rapi sera menimbulkan bau yang cukup menggugah selera. Leinard duduk di bangku sebelah Abba, sedangkan Umma melayani suami sekaligus calon menantunya. Mereka makan dengan keadaan hening.


Tak berapa lama, muncullah Kaira lengkap dengan baju dinasnya. Ya, dia hari ini akan bekerja. Namun perkiraannya salah, karena orang yang duduk di meja makan itu datang. Kaira berjalan ke arah meja, saat mendapati Leinard yang makan denga lahap di sana.


'Sejak kapan dia datang?" tanya Kaira pada dirinya sendiri.


"Ekhemm..." Kaira pura-pura terbatuk. Orang yang ada di meja makan, mealingkan wajah mereka ke arah Kaira. Kaira tang di tatap seperti itu langsung kikuk. Lalu dia berjalan dan duduk di kursi sebelah Umma. Dia tak berbicara sama sekali, walaupun ada pertanyaan di dalam otaknya. Saat melihat Leinard ada di rumahnya. Kaira berusaha tak menghiraukan lagi, lantas ia mengambil piring. Lalu dia isi dengan nasi beserta lauk-pauknya.


"Nak, sekarang kalian akan fitting baju, makanya nak Leinard datang kesini." kata Umma sembari memasukkan makanan ke dalam lemari pendingin.


"Oooh...jadi dia kesini mau ngajak aku fitting baju," gumamnya.


"Kamu ganti baju lagi aja, kasian nak Leinard kalau nunggunya kelamaan," usul Umma kepada anaknya.


"Iya udah, Kai mau ganti dulu ya Umma. Maaf kalau Kai tidak membantu sampai selesaicuci piringnya." kata Kaira.


"Iya enggak apa-apa kok sayang," balas Umma menerbitkan senyum manis yang ia miliki. Kaira segera pergi ke kamar, ia mengganti bajunya dengan gamis abaya berwarna mint dengan hijab hitam senada dengan cadarnya. Dia tampak sangat cantik dan manis.


Selesai mengganti baju, Kaira lekas keluar dari kamar. Lalu berjalan ke arah dua orang yang ngobrol tiada henti.


"Anak Abba sudah selesai?" tanya Abba Farukh.


"Iya ba, kai ke rumah sakit nanti sore aja. Sekarang kan mau fitting baju." ucap Kaira. Leinard ikut berdiri, saat Kaira sudah siap.

__ADS_1


"Abba,,,kami langsung pergi ke butik aja ya, biar tidak terlalu siang nanti." kata Leinard pada Abba.


"Iya nak! Hati-hati di jalan." jawab Abba. Mereka segera pergi dari hadapan Abba setelah mencium punggung tangannya.


Mareka masuk ke dalam mobil Leinard, Kaira sedari tadi tak banyak bicara. Ia hanya ikut saja apa yang di katakan Leinard.


Setelah 25 menit lamanya, mereka sampai di butik terkenal. Butik langganan Mommy Ranti. Mereka masuk ke dalam, di dalam sudah ada pemilik butik sekaligus sahabat Mommy Ranti yang menunggu kedatangan mereka. Yaitu Aira. Aira adalah Mamanya Zeo. Jadi Leinard tahu betul sama pemilik butik ini.


"Pagi tante..." sapa Leinard.


"Pagi Lei, dia calon istri kamu?" tanya Mama Aira.


"Iya tante, dia calon istri aku. Namanya Kaira." ucap Leinard.


"Kalian langsung nyobak aja bajunya, Ranti uda pilih kemarin. Tinggal kalian yang nyoba aja." ujar Aira. Mereka langsung di giring ke ruang ganti oleh Mama Aira. Aira langsung ikut masuk ke ruang ganti dengan membawa gaun pengantin yang akan digunakan Kaira, sedangkan Leinard memakai bajunya sendiri, dia tak mau di bantu oleh pelayan di butik ini.


Mama Aira ikut membenahi baju pengantin yang terpasang indah di tubuh mungil Kaira.


"Wah cantik banget, pilihan Ranti tidak pernah salah. Aku juga jadi kepengen punya mantu." kata Mama Aira yang melihat Kaira, Kaira sendiri hanya tersipu malu, mendengar pujian yang berlebihan menurutnya.


"Tante bisa aja, tante lebih cantik tahu," kata Kaira tulus. Mama Aira pun ikut tersenyum mendapat pujian dari Kaira.


"Sudah selesai, ayo kita keluar. Kita meminta pendapat calon suami kamu!" ucap Mama Aira. Kaira hanya mengangguk saja. Lalu mengekor di belakang Aira. Ia sedikit kesulitan berjalan karena kain yang menjuntai di lantai. Lalu ia memegang kedua sisi gaun, dan itu membuat ia lebih nyaman.


Leinard yang sedari tadi selesai, dia duduk di sofa panjang menunggu calon istrinya. Karena kelamaan menunggu ia memainkan handphone nya.


"Ekhmm..."


Leinard seketika mengangkat kepalanya ke arah orang batuk itu. Dia melihat Kaira yang berbalut baju pengantin yang indah, membuat Kaira semakin cantik. Satu kata dari Leinard 'menakjubkan'. Ia sampai enggan mengedipkan kelopak matanya.


"Meleleh tuh air liur!" canda tante Aira. Seketika Leinard sadar, mendengar perkataan tante Aira. Kaira hanya menunduk malu apalagi di tatap intens oleh Leinard.


"Gimana,,,?" cicit Kaira.


"Lumayan..." balas Leinard singkat. Kaira mencebikkan bibir mungilnya di balik cadar. Sudah seperti ini dibilang lumayan.


"Kok cuma gitu,,,?" tanya Kaira yang tak puas, ia merasa jengkel dengan Leinard. Leinard berdiri dari sofa ia berjalan kedepan Kaira.

__ADS_1


"Kamu mau jawaban yang seperti apa? Lumayan menurutku kata yang pas buat kamu." kata Leinard menggoda Kaira. Mendengar itu Kaira segera berbalik arah, lalu meninggalkan Leinard yang menahan tawa. Mama Aira yang melihat itu, hanya mampu geleng-geleng kepala melihat tingkah laku mereka.


*****.....*****


__ADS_2