Tambatan hati sang Mafia

Tambatan hati sang Mafia
Part 65. Okey...


__ADS_3

"Pak, dengar ya! Saya diam belum tentu mau, lagian ya, anda kan tidak mencintai saya. Jadi, buat apa kita nikah?" tanya Alina.


"Ohhh, jadi kamu mencintai saya! Kalau kita saling mencintai nikah dong." goda Zeo pada Alina.


"WHAT! Kesimpulan macam apa itu. Seenak jidat mengatakan pernikahan." sungut Alina sembari membolakkan matanya.


Sementara Zeo yang mendapati pelolotan mata, dari gadis pujaannya terkekeh geli. Ia sampai memegang perut nya karena sakit akibat tertawa. Setelah sadar, dari hal yang telah lama tak ia lakukan. Zeo pun langsung berhenti, bukan karena menjaga imej di depan Alina. Tapi lebih merasa heran, dengan kelakuannya sendiri.


"Saya serius loh, dengan ucapanku. Jadi, gimana? Karena tak mungkin ka kita pacaran, aku tahu kamu lebih paham tentang ini Alina. So, apa tanggapan kamu untuk itu." kata Zeo mencoba berbicara lagi dengan Alina. Agar wanita itu, memikirkan perkataannya! Jangan langsung menolaknya.


Yah, bagaimanapun Alina paham dengan haram nya pacaran sebelum akad. Tapi, ia juga bingung mau menjawab apa?.


"Bagaimana? Kamu mau kan memikirkan perkataan saya yang tadi?" desak Zeo, tak sabar dengan jawaban yang akan ia terima.


"Emm,,,gimana ya? Begini saja, beri saya waktu 1 pekan, setelah keluar dari rumah sakit ini. Saya harus melakukan sesuatu! Setelah itu saya akan kasih tahu kamu. enggak apa-apa kan ya, nunggu 1 minggu saja?" ucap Alina takut-takut.


"Hemm,,,Okey Nona, saya akan menunggu. Hanya 1 pekan aja kan, saya tunggu jawaban kamu minggu depan." sahut Zeo tersenyum kepada gadis itu.


"T-tapi...kalau nanti jawaban saya tidak sesuai dengan yang anda harapkan, gimana dong?" tanya Alina nragu-ragu. Ia pengen tahu saja, tanggapan apa yang akan ia berikan.


Zeo tampak menimbang-nimbang, dengan pertanyaan Alina barusan. Ia pun, takkan mungkin memaksakan kehendak nya, bagaimanapun ia harus menghormati keputusan Alina nantinya.


"Iya, kamu tenang saja. Aku tak akan memaksakan kehendakku kok." jawab nya pasrah. Yah, dia akan menerima apapun itu keputusan Alina nanti dengan lapang dada.


"Makasih..." ucap Alina tulus mendengar jawaban Zeo yang tidak memaksakan kehendak.


"Hmmm..." sahut nya pasrah.


*


*


*

__ADS_1


Kaira berjalan ke arah ruangan Alina, dari kejauhan ia melihat suami beserta para sahabatnya duduk di kursi tunggu.


"Mereka kok berada di luar?" gumam Kaira. Ia pun lebih mempercepat langkahnya, takut terjadi sesuatu kepada Alina.


"Assalamualaikum..." salam Kaira setelah ia berada tepat di tengah-tengah mereka.


"Waalaikumsalam..." jawab mereka bersamaan.


Leinard langsung tahu dengan raut wajah sang istri yang kelihatan tidak baik-baik saja. Leinard pun, menarik lengan sang istri. Membawa Kaira duduk di bangku kosong yang berada di sampingnya.


"Sayang, semuanya baik-baik saja kok. Alina di dalam bersama Zeo, ia meminta kami keluar sebentar. Karena perlu berbicara dengan Alina." kata Leinard memberitahu Kaira yang sudah duduk tenang di sampingnya.


"Syukurlah kalau tidak terjadi apa-apa Mas, soalnya! Aku takut terjadi sesuatu kepada Alina." jawab nya sedikit tenang. Yah, dia tidak terlalu khawatir setelah mendangar penjelasan dari sang Suami.


Mereka duduk diam saja, sibuk dengan pikiran masing-masing. Pertanyaan Zahra pun memecah atensi mereka. "Emang benar ya, Zeo punya perasaan sama Alina? Sejak kapan? Mereka bahkan hanya beberapa kali bertemu, tidak mungkin kan langsung suka." tanya Zahra bertubi-tubi, di layangkan kepada mereka semua.


"Entahlah, aku juga bertanya-tanya sih! Sekalipun Zeo emang suka sama Alina, tapi ia tak pernah menampakkan rasa sukanya. Dia terlihat biasa saja, layaknya teman." jawab Leon pada Zahra.


Ceklek....


Pintu ruangan Alina terbuka, tampak wajah Zeo yang bahagia. Walaupun dirinya tidak tersenyum sedikitpun. Hati Zeo benar-benar membuncah bahagia, meskipun Alina tidak langsung memberi jawaban kepadanya, setidak nya wanita cantik itu memikirkan perkataannya tadi.


Zeo berjalan ke arah para sahabatnya itu, "Sok puitis loh..." ucap Zeo menyenggol lengan Juno.


"Apaan sih lo kampret! Ganggu aja." balas Juno tak kalah kesal. Bisa-bisanya Zeo menggoda Juno.


"Astaghfirullah Mas, omongannya di jaga." peringat Raina melotot kan mata tidak suka.


Hehehe,,,maaf Rai, keceplosan aku." ucapnya tanpa dosa.


"Kamu udah selesai berbicara sama Alina?" tanya Kaira pada Zeo.


"Iya, sudah kok." jawab Zeo.

__ADS_1


"Ooh,,,yaudah kalau gitu. Kita kesana yuk! Kasian pasiennya belum mengisi perut sama sekali." ujar Kaira sembari berdiri. Di tangannya sudah ada makanan untuk sahabatnya Alina.


Mereka pun beranjak dari tempat duduk nya, masuk ke ruangan Alina. Gadis yang terbaring lemah itu pun duduk, saat melihat kedatangan teman-temannya.


Kaira dan teman-teman wanita langsung berhambur ke dekat Alina. "Waktunya makan Princess..." kata Kaira sembari memperlihatkan kotak bubur yang ia bawa.


"Kayak Zalfa saja...!" ucap Zahra terkekeh geli.


"Iya juga ya....ternyata disini ada kembarannya Zalfa, tapi versi gueeedek." ledek Kanaya.


Sedangkan yang di cekcokin memberenggut kesal, bisa-bisanya temannya ini yah...!


"Ihhh,,,kesal tahu...!" ujar Alina ngambek.


"Cup-cup,,,jangan nangis yah," tepuk-tepuk Zahra pelan di bahu Alina.


"Udah dulu drama nya,,,kasian kelaparan dia." lanjut Kanaya.


"Enggak...!" ujar Alina mode ngambek.


Kruyuuk....Kruyuk....


Bunyi perut Alina, tak bisa di ajak kompromi.


"Beneran enggak lapar,,,heleh-heleh! Kasian perut nya gak bisa di ajak kompromi. Malah lebih jujur." goda Kaira.


"Ya, kalian sih! Teman lapar tapi malah di ledekin enggak abis-abis." ujar Alina.


"Hehehe! Iya deh maaf-maaf Alina cuaantik." kata Kaira. Ia pun mulai membuka kotak makan itu, ingin menyuapi Alina. Tapi di cegah oleh sang empunya. "Aku enggak mau di suapin, aku bisa kok. Sangat-sangat bisa!" kata Alina langsung menyambar kotak makan itu. Mereka yang melihat tingkah Alina, hanya geleng-geleng kepala saja.


"Aneh,,,biasanya juga manja ni anak, apa jangan-jangan karena ada orang yang duduk disana ya? Jaim-jaim gitu." ujar Kanaya lagi.


*****.....*****

__ADS_1


__ADS_2