
Orang yang di omongin malah diam dan tersenyum saja, malah tanggapan nya sangat santai banget. "Tenang, teman-teman! Aku juga mau cerita kok, tapi...Aku bingung mau mulai darimana? Soalnya hal itu mengalir begitu saja." Jawab Alina, dengan wajah bingung nya. Yang membuat teman-teman nya, harus lebih bersabar lagi karena kelemotan Teman nya yang satu ini.
Nah, begini ceritanya...mengalir lah cerita dari Alina dari awal Zeo bertemu dengan nya sampai dengan keputusan Alina yang yakin akan menerima Zeo menjadi calon suaminya.
"Wah, ngegemesin banget tahu!" Seru Zahra setelah mendengar cerita dari Alina.
"Yeh, seru darimana nya? Orang gue juga terpaksa kali," Sahut Alina yang tidak sependapat dengan Zahra.
"Tetep aja, menurutku itu lucu banget," kekeuh Zahra yang tidak menerima sanggahan dari Alina.
"Begitulah cara Allah mempertemukan jodoh, tanpa di sangka-sangka, jika memang sudah waktu nya tiba. Maka akan bertemu juga, akan terikat juga. So, kita nggak usah deh, ngambil jalan pacaran sebelum menikah, karena yang ada kita akan terperosok dan terjerumus ke dalam zina terus-menerus. Lebih baik, kita menanti jodoh dalam ketaatan kepada Allah swt." Ujar Kaira, yang ikut bahagia. Mendengar sahabat nya ini, sebentar lagi akan menikah.
"Semoga saja Dia jodohku, sampai ke jannahnya Allah, bukan cuma menjadi imam di dunia saja." Gumam Alina penuh harap, dengan laki-laki masa depan nya itu.
"Aamiin..." Teman yang lain, mengaminkan ucapan Alina. Tak lama kemudian, pelayan pun datang menghampiri mereka, membawa makanan yang mereka pesan tadi.
"Permisi Mbak, ini pesanan nya," jawab pelayan yang membawa pesanan mereka pun segera menata di atas meja. Setelah ia selesai menata makanan itu, palayan pun undur diri dari hadapan mereka.
"Alhamdulillah..." Seru mereka, setelah melihat makanan yang sudah tertata rapi.
__ADS_1
"Yaudah yuk! Kita berdoa dulu. Perut ku sudah sedari tadi bernyanyi karena terlalu lapar." Ujar Zahra, mulutnya sudah tak sabar lagi ingin segera menyantap makana yang sudah tertata di meja. Sungguh, ia benar-benar tidak sabar. Apalagi saat melihat tampilan makanan, yang seperti nya sangat enak.
Mereka pun berdoa, setelah itu mereka langsung memakan makanan mereka masing-masing.
Tak tahu saja, tepat di belakang meja mereka, ada wanita yang terus tersenyum dengan penuh makna sedari tadi, menatap ke arah mereka. "Makan lah dengan lahap wanita udik," gumam nya. Yah, wanita itu sudah tidak sabar menunggu sesuatu yang akan terjadi beberapa menit ke depannya.
Dan benar saja, tak berapa lama kemudian. Wanita yang mengenakan niqab itu, meringis kesakitan.
"Awsh,,,awsh,,," ringis Kaira, ia langsung melepaskan sandok yang akan ia suapkan kembali ke dalam mulutnya. Ia memegang perut nya yang teramat sakit, sampai-sampai ia mengeluarkan air matanya. Sontak saja, teman-temannya yang melihat itu langsung berhenti makan, wajah khawatir langsung terpancar dari mereka.
"Kaira, Kamu kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Zahra menghujani Kaira dengan berbagai pertanyaan. Dan tentu saja, ia tidak mendapat kan jawaban. Karena Kaira yang sudah tak mampu untuk menjawab pertanyaan yang di layangkan kepada nya.
"S-sa-kiit.... Ya Allah..." Ujar Kaira terbata-bata. Kanaya yang melihat Kaira seperti itu, tak kalah kaget. Tapi ia harus bisa menguasai dirinya, agar tidak larut dalam rasa khawatir dan melupakan pertolongan yang harus ia lakukan.
"Ayo buruan!" Teriak Raina yang melihat Alina yang sudah dekat dengan mobil.
"Pak, Ayo cepat ke rumah sakit!" Pinta Zahra kepada sang supir ketik aAlina sudah duduk di dalam mobil. Tanpa menjawab ucapan teman Nyonya nya, ia langsung mengemudikan mobil itu dengan kecepatan yang sedang, meskipun sangat ingin cepat sampai ke rumah sakit, tetap saja ia juga harus memperhatikan keselamatan Mereka semua. Agar tidak mendapat kan hukuman dari Tuannya.
*****
__ADS_1
"Haha,,,,haha,,," Tawa Luna menggelegar, melihat Kaira dan teman-teman nya yang terlihat sangat khawatir. Ia sangat senang, karena rencana nya berjalan dengan mulus.
"Semoga saja Kamu mati dengan bayi yang ada di dalam kandungan mu Wanita udik, Dan tentu saja, setelah kepergiamu Aku akan masuk ke dalam kehidupan Leinard dan menjadi Nyonya Maxim." Ujar nya penuh bpercaya diri, dengan senyuman yang tercetak jelas di bibirnya. Dirinya sudah tidak sabar menunggu saat-saat itu tiba, Dimana ia akan bersanding dengan seorang Leinard.
Beberapa menit kemudian, seorang pelayan menghampiri Luna.
"Nona, saya sudah melakukan apa yang Anda mau! Jadi Saya juga harus mendapatkan hak kan? Karena sudah menjalankan tugas saya dengan baik." Ucap nya, setelah duduk di samping Luna.
Luna mencebikkan bibirnya, melihat Wanita duitan di samping nya itu. "Dasar Wanita duitan! Aku tahu, dan Aku tidak akan kabur. Hanya uang segitu sudah sampai mengemis-ngemis," Ucap Luna sarkas, ia tidak senang dengan perempuan di samping nya ini, tapi mau bagaimana lagi? Dia juga membutuhkan orang ini untuk menjalankan rencana nya.
"Ini," Luna menyodorkan gepokan uang ke depan wajah perempuan itu. Dengan cepat tangan wanita itu, mengambil uang yang di berikan Luna padanya. Ia sangat jengkel dengan Luna, apalagi ucapan Wanita itu yang merendahkan dirinya, membuat ia muak lama-lama dengan Wanita yang tidak tahu terimakasih ini . Setelah mendapat kan uang itu, tanpa kata ia langsung beranjak meninggalkan Luna seorang diri. Di dalam hati, ia sangat jengkel dengan kelakuan Luna.
*****
Di lain sisi, Wajah Leinard sangat pias, saat mendengar kabar istrinya masuk ke rumah sakit. Ia segera pergi ke rumah sakit, tempat dimana istrinya di rawat. Sungguh, saat mendengar kabar itu, rasa-rasanya tubuhnya langsung seperti orang yang tidak memiliki tulang. Dengan langkah lebar ia pergi meninggalkan ruang kerjanya. Di depan pintu, sudah ada Juno yang menunggu dirinya.
"Ayo cepat!" ajak Leinard.
"Baik Tuan," sahutnya dengan tegas. Dengan terbaru-buru Juno memencet tombol lift, agar membawa mereka ke lantai dasar. Setelah sampai di bawah, dengan sigap ia langsung ke mobil, tanpa di bukakan pintu Leinard gegas masuk ke dalam. Ia tidak memikirkan apapun untuk saat ini. Karena seluruh pikiran nya hanya tersita oleh keadaan istri tercinta nya.
__ADS_1
Jangan lupa ulasan readers yang budimanš¤
*****.....*****