
Sore hari Kaira sampai di rumah. Rumahnya tampak ramai oleh tetangga. Karena Umma yang tidak menggunakan catering, maka para tetangga lah yang membantu masak makanan dan minuman yang akan di sajikan saat acara berlangsung.
"Assalamualaikum..." salam Kaira memasuki pintu depan. Di dalam sana sudah ada para tetangga yang sibuk masing-masing dengan tugasnya. Karena Kaira ingin pernikahannya di gelar di rumah saja, daripada di hotel bintang lima.
"Waalaikumsalam,,," jawab orang yang ada di dalam rumah serempak.
"Wih calon pengantin datang! Kok keluar sih neng? Enggak luluran aja di dalem." goda salah satu dari mereka.
"Si ibu mah,,,nikah nya aja tinggal nunggu hari besok! Mana sempat luluran." canda Kaira menimpali godaan ibu-ibu tadi.
"Kamu sudah dateng Nak? Gimana lancar tidak yang ngurus surat cutinya?" tanya Umma dari belakang Kaira.
Kaira mendekat ke arah Umma, ia memasang senyum terindah yang ia miliki, sembari menyalimi punggung tangan yang sedikit keriput di makan usia. "Alhamdulillah lancar Umma!" jawab Kaira.
"Kai mau ke kamar dulu ya Umma, mau bersih-bersih. Nanti deh yang bantuin Umma." ucap Kaira. Umma Fatimah mengangguk menyetujui ucapan putrinya. Tidak genap lima langkah kepergian Kaira. Umma ingat dengan pesan calon besan tadi.
Oh iya! Aku hampir lupa memberitahu Kaira.
"Nak...!" panggil Umma.
"Iya Umma! Ada apa? Umma butuh bantuan Kai?" Kaira membawa dirinya mendekat ke arah Umma lagi.
"Enggak Nak, tadi itu jeng Ranti ngirim pesan sama Umma. Katanya nanti malam beliau akan mampir kesini, membawa orang untuk menghenna tangan kamu. In syaa Allah sehabis isa nanti." ujar Umma.
"Umma...kenapa enggak bilang tidak usah? Kai tidak enak merepotkan Mommy. Kalau cuma buat henna, nanti bisa minta tolong sama Raina! Dia kan bisa Umma." kata Kaira sopan.
"Umma tak enak hati yang mau nolak Nak! Jadi di iyain aja sama Umma tadi." ucap Umma.
"Iya Umma...tidak apa-apa kok! Kalau tidak ada yang mau di sampaikan lagi, Kai ke kamar dulu ya." sebelum Kaira masuk ke kamarnya, ia mencium pipi kanan dan kiri milik Umma. Umma Fatimah gemes dengan kelakuan anaknya.
"Ihh,,,orang mau nikah juga! Kok nyium-nyium Umma. Nanti kan milik kang suami!" canda Umma.
__ADS_1
"Umma...bikin Kai malu aja! Itu kan nanti Umma bukan sekarang." kata Kaira di balik pintu kamarnya, ia terlalu malu sama Umma.
Kaira masuk ke dalam kamarnya, yang sudah di dekorasi ala kamar pengantin. Yah, itu adalah dekorasi yang dipilih langsung oleh calon mertua. Jujur dia begitu bahagia, walaupun kata cinta masih belum tertanam dihatinya. Ia segera membersihkan diri ke kamar mandi.
Badan Kaira terasa segar, setelah menguyur tubuhnya dengan air dingin. Ia tak ingin keluar kamar sekalian habis isa aja nanti! Dia lebih menunggu waktu maghrib yang sebentar lagi datang. Ia memilih membaca dan mempelajari alquran.
Waktu begitu cepat berlalu, setelah isa Kaira keluar dari kamarnya. Rumah tampak sepi hanya ada beberapa kerabatnya yang masih ada disana, pekerjaan pun sudah selesai. Tinggal menunggu hari esok saja.
"Enggak nyangka ya, udah mau nikah aja!" gumam Kaira pada diri sendiri.
"Neng calon manten dilarang melamun loh, entar kesambet kan berabe!" kata kerabat yang seumuran dengan Kaira, yang melihat dirinya melamun.
"Ngelawaknya bisa aja atuh...eh di depan ada apaan kok rame?" tanya Kaira.
"Calon besan datang kali!"
"Kita ke depan yuk.." ngajak Kaira.
"Malu aku,,,di sini aja." kata Kaira.
"Kamu tuh ya, nanti jadi menantu durhaka kamu. Enggak ikut nyambut calon mertua...hayo! Ikut apa disini?" mau tak mau Kaira ikut mengekor di ke depan. Di ruang tamu sudah ada calon mertua dan kedua orang tuanya yang ngobrol. Mereka semua langsung menoleh ke arah Kaira. Kaira mendekat, lalu mencium punggung tangan kedua calon mertua beserta orang tuanya.
"Duduk disini sama Mommy," ujar Mommy kepada Kaira. Kaira yang akan menghampiri Ummanya jadi ia urungkan.
"Iya Mom..." kata Kaira, sebenarnya dia merasa canggung sama Mommy Ranti. Sedangkan kaum Adam yang setengah abad, memilih pindah ke depan teras saja untuk menyambung obrolan mereka. Mereka meninggalkan para perempuan di ruang tamu. Siapa lagi mereka, kalau bukan Deddy Ervand dan Abba Farukh.
"Kenalin ini Novi, orang yang ngehenna kamu sayang." kata Mommy menunjuk perempuan yang lebih tua dari Kaira.
"Iya Mom,,," Umma Fatimah bersyukur,Kaira mendapatkan mertua yang sangat menyayanginya. Melihat besannya dia tersenyum haru.
"Novi kamu langsung aja ngehenna Kaira." suruh Mommy Ranti kepada Novi.
__ADS_1
Novi pun berdiri mendekat ke arah Kaira, ia duduk di bawah. Karena merasa tak pantas duduk di samping nyonya Mahmud. Kaira yang melihat itu, langsung ikut duduk di lantai. Karena menurut nya kurang etis.
"Enggak apa-apa dek duduk di atas," ujar Novi.
"Enggak mbak! Seperti ini aja. Ini lebih nyaman kok!" kata Kaira, Novi tak membantah lagi. Dia mengeluarkan peralatan henna.
"Dek mau henna yang warna putih apa merah?" tanya Novi.
"Henna yang merah aja bak, yang bisa menembus air wudhu yah." balas Kaira. Novi meng iyakan keinginan Kaira. Lantas ia meletakkan kedua tangan yang putih mulus serta memiliki jari-jari yang cantik di atas bantal kecil yang berbulu sangat halus. Novi sendiri sampek pangling hanya melihat tangan Kaira.
Lalu ia menggambar pola pada tangan Kaira, sesuai yang di inginkan sang pengantin. Satu jam tak kerasa, acara ngehenna akhirnya selesai juga. Tapi belum rampung, karena novi belum memasang pernak-pernik di tangan Kaira. Dia akan memasang besok saja, karena menurut Kaira dia akan beraktivitas nanti. Jadi sayang kalau hennanya rusak. Sedangkan Umma dan Mommy asyik ngobrol sambil tertawa sesekali.
"Sudah selesai Novi?" tanya Mommy yang melihat Novi membereskan peralatannya.
"Iya Nyonya." jawab Novi.
"Jeng,,,henna nya sudah selesai. Kami harus pamit dulu! Ngobrol nya bisa di lanjut lain waktu saja yaa." kata Mommy Ranti.
"Iya jeng,,,makasih ya! Udah mau repot-repot ke sini!" kata Umma.
"Jeng Fatimah bisa aja! Ini tidak repot sama sekali, malahan saya senang banget. Enggak usah sungkan-sungkan jeng! Kita keluarga loh, bukan orang lain!" ujar Mommy.
"Iya,,iya jeng! Sekali lagi terimakasih ya." ucap Umma.
"Mom maaf ya! Kai enggak bisa salim dulu." sembari menperlihatkan kedua tangan nya yang di henna.
"Iya sayang!" Mommy mencium kedua pipi Kaira, lalu memeluk calon besan untuk salam perpisahan.
"Assalamualaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." jawab mereka. Mommy dan Novi keluar. Tak lupa Mommy menghampiri suaminya dan ngajak pulang.
__ADS_1
*****.....*****