Tambatan hati sang Mafia

Tambatan hati sang Mafia
Part 7. Ajakan Menikah.


__ADS_3

Kurang dari empat menit, akhirnya Leinard dan Sean sampai di depan pintu ruangannya dokter Kaira. Dua pria yang keren nan maco itu jadi pusat perhatian, baik dari pengunjung maupun pekerja rumah sakit. Mereka terus saja memuja ketampanan yang dimiliki Leinard dan Sean.


Kaira duduk di ruang kerja dengan nyaman. Ia melepaskan cadar yang di kenakan, karena hanya dia yang ada di ruangannya. Maka dari itu, Kaira emang sengaja melepasnya. Kaira mengerjakan laporan yang di sebutkan ke Abang dan Ummanya tadi.


"Kamu nganter nya sampai di sini saja! Tidak usah ikut masuk." ujar Leinard sembari memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah sean yang ada di belakangnya.


"Dasar orang tidak tahu terimakasih. Sudah di bantuin juga, Eh,,,taunya malah ngusir." sindir Sean kepada sahabatnya itu. Setelah manis, sepah di buang.


"Lo nyindir gue yaa," tunjuk Leinard pada dirinya sendiri. Memasang wajah datar nya, supaya temennya berhenti terus menggoda dirinya.


"Yang merasa aja! Emang Aku ada nyebut nama. Enggak kan?" kilah Sean. Ia takut temennya tiba-tiba meledak, mendengarkan perkataannya yang tadi.


"Sudah-sudah, Mendingan kamu kerja lagi sana. Daripada ngoceh tidak jelas dari tadi!" Leinard sekarang benar-benar mengusir Sean. Ia jengah mendengarkan penuturan yang dikatakan Sean.


"Ya sudah kalau gitu, Gue pergi dulu. Good luck ya Bro." setelah mengatakan itu, Sean benar-benar pergi dari pandangan Leinard.


Leinard melangkahkan kakinya mendekat ke arah pintu ruangan dokter Kaira, yang tinggal beberapa langkah lagi. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, ia menerobos masuk. Dokter Kaira yang duduk dengan anteng terkejut, tiba-tiba saja ada orang masuk ke dalam ruangannya. Kedua pandangan Mereka bertemu. Kaira yang tak mengenakan cadar ataupun masker nya, spontan langsung menutup wajah nya dengan tangan.


"Astagfirullahal adzim." kata Kaira terkejut.


"Ma syaa Allah, sangat cantik." kata Leinard. Ia melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan. Tanpa menunggu sang pemilik mempersilahkan Dia untuk masuk. Berjalan ke arah belakang kursi yang di duduki dokter Kaira. Dia memungut cadar yang tergeletak di lantai.


Kaira hanya mengamati Leinard sedari tadi. Pandamgannya mengikuti pergerakan tubuh Leinard. SampaiLeinard ada di belakang nya. Leinard mengulurkan tangan kanan nya. Memberikan cadat yang ia ambil tadi. Kaira segera mengambil cadar yang di sodorkan Leinard. Ia memasang cadarnya.

__ADS_1


"Kalau masuk ke ruangan orang ketuk pintu dulu, jangan asal masuk saja. Ngucapin salam lebih dulu! Orang islam kan?" Kaira tak habis pikir dengan orang di depannya ini.


"Ini kan rumah sakit ku! Ngapain aku harus ketuk dulu. Suka-suka Aku, mau masuk apa tidak!" Leinard menyombongkan dirinya di depan Kaira.


'Sabar-sabar, jangan terbawa emosi. Ohh, jadi Dia pemilik rumah sakit ini.' pikirnya. Kaira terkejut, mendengar ucapan Leinard.


"Siapapun Anda, alangkah baiknya adab tetap di utamakan! Jangan sampai orang lain meniru perilaku yang kurang baik." sambung Kaira lagi.


"Kamu berani sekali menasihati saya. Jangan sampai gara-gara ini, kamu kehilangan pekerjaanmu." Ujar Leinard datar.


Kaira yang mendengar kalimat itu, seketika kehilangan kalimat yang akan ia utarakan. Bagaimana tidak! Ia yang tak melakukan kesalahan apapun. Tapi pekerjaannya di pertaruhkan di sini.


'Benar-benar orang ini, ia semena-mena saja. Karena Dia seorang atasan. Dasar Orang!mengandalkan jabatan ketua, memang bisa membuat apapun sesukanya.' Kaira hanya berani memaki orang di depannya ini di dalam batin saja. Ia cukup tahu, jika mengatakan langsung. Maka pekerjaan yang di jalani akan berakhir sekarang juga.


"Hah..." Kaira tambah terkejut. Apa Dia bisa baca pikirannya orang?.


Tentu saja Leinard bisa membaca pikiran seseorang. Karena ia seorang ketua Mafia yang handal. Membaca gerak tubuh saja, tebakannya benar. Ia memang sangat ahli di bidang apapun. Tapi tidak dalam kehidupan percintaannya, malah sebaliknya. Mengenaskan, itulah kalimat yang tepat di ucapkan saat ini. Beberapa kali ia mencoba mendekati seorang wanita, maka berakhir dengan penghianatan yang di dapat nya.


Karena para wanitanya, hanya menginginkan harta saja. Dirinya yang mapan, membuat wanita mendekati nya untuk di jadikan mesin atm mereka.


"Aku kesini itu ada kepentingan, makanya langsung masuk aja!" kata Leinard enteng.


"Anda ada keperluan apa sama saya? Sampai datang berkunjung ke ruangan saya?" tanya Kaira bingung. Segitu penting kah? Sampai pemilik rumah sakit datang keruangannya yang kecil.

__ADS_1


"Aku mau kamu mengganti perban luka saya, dari semalam ini tidak di ganti. Jadi, kamu mau apa tidak?" ujar Leinard kepada Kaira. Sebenarnya bukan kata itu yang ingin ia lontarkan, tapi kalimat 'maukah kamu menikah denganku?'. Itulah tujuan sebenarnya ia kesini. Namun terasa aneh saja, jika Dia benar-benar berkata seperti itu.


"Baiklah. saya berkenan mengganti perban Anda, tapi jangan di dalam ruangan saya yaa! Karena tidak ada orang lain disini, ini tidak baik." ujar Kaira.ia mengatakan itu karena merasa tak enak hati. Ia berduaan di dalam ruangan bukan dengan Mahromnya.


"Kenapa kalau disini? Kan enggak berbuat sesuatu yang salah. Hanya ngobatin Saya aja kan?" kata Leinard sembari tersenyum tipis. Ia pura-pura tidak mengerti maksud ucapan Kaira.


Kaira segera mengakhiri percakapan yang tak menenentu ini. Ia sadar Leinard tak akan bisa dibantah, bosnya yang sangat arogant. Ia mengambil tas dokter nya, yang berada di rak lemari di dekat dinding. Di dalam tas ada peralatan lengkap, baik dari hal kecil sampai benda yang cukup besar seperti kantong infus.


"Lebih baik Anda duduk dulu di sofa itu, jangan terus berdiri di sana." ujar Kaira. ia menunjuk sofa panjang yang ada di samping Leinard.


Mendengar Kaira berbicara, ia langsung menduduk kan bokongnya di sofa yang di maksud Kaira. Tanpa membantah atau bertanya apapun lagi. Setelah menemukan benda yang di cari, Kaira menghampiri Leinard. ia duduk di pojok sofa, sedangkan Leinard duduk di tengah sofa panjang itu.


"Gimana mau bersihin lukanya? duduk aja satu meter kayak gini!" serunya. ia gemas sekali, melihat tingkah Kaira yang begitu menjaga jarak dengannya.


"I-iya tidak apa-apa, lebih baik kayak gini. Daripada harus duduk lebih dekat lagi. Duduk segini jaraknya tidak di sukai Allah SWT, apala lagi kalau duduk bersebelahan. Nanti Allah SWT tambah tidak suka." katanya panjang lebar. Agar Leinard mau mengerti posisi mereka sekarang.


Mendengar penuturan Kaira, Leinard tambah melebarkan senyumannya.


"Kalau begitu! ayo kita menikah." pinta Leinard kepada Kaira. Dia mendegar kalimat yang Kaluar dari bibir bosnya seketika blank...


"Hah...?" seketika Kaira tidak bisa berpikir lagi. Lamaran dadakan macam apa ini!.


\*\*\*\*\*.....\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2