Tambatan hati sang Mafia

Tambatan hati sang Mafia
Part 68. THsM


__ADS_3

Beberapa menit berlalu, kini sampailah mereka di kawasan rumah elit. Mobil mahal milik Juno terus masuk ke dalam, hingga pada akhirnya sampailah mereka di depan rumah yang memiliki pagar bercat hitam, security yang berjaga langsung membukakan pintu gerbang. Saat, Pak Security melihat mobil Juno.


Dreet....


Bunyi pintu gerbang yang terbuka, Juno pun kembali memacu mobilnya masuk ke dalam. Ke rumah baru milik mereka, yang akan menjadi saksi bisu dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang akan mereka bina nantinya.


Juno mematikan mesin mobil, lalu membuka seatbelt. Setelah itu, Ia pun menoleh ke arah sang istri, dilihatnya sang pujaan hati tertidur nyenyak sekali. Entah kapan Raina tertidur, Juno pun tidak tahu. Karena dirinya begitu fokus saat mengendara tadi.


Mana tega Juno membangunkan Raina, yang terlihat tidur nyenyak sekali. "Kasian sekali istriku, sampai-sampai tidur di mobil. Pasti dia kelelahan. Akhirnya, Aku bisa menatap wajah kamu sesuka hatiku." gumam Juno sambil memandangi wajah cantik dan ayu milik istrinya. Jari-jari panjang Juno tak bisa diam, ia membelai wajah Raina yang halus sampai ke bawah dagu, pingin rasanya Juno untuk menghentikan waktu sejenak saja! Agar ia bisa berlama-lama dengan kegiatan, yang akan menjadi hal baru dan akan candu baginya.


Wahh, mulai bucin dong saudara-saudara, dimana lagi julukan jalan tol untuk Juno, seakan hilang, di telan kebucinan yang akut. Karena takut istrinya terusik, Juno pun memilih untuk segera membawa sang istri je dalam rumahnya. Ia pun turun terlebih dahulu dari mobil, mengitari mobil, lalu membuka pintu mobil dengan pelan-pelan. Agar tidak menimbulkan suara dan membangunkan Raina. Juno langsung menggendong tubuh mungil Raina ala bride style, pelayan sudah sedari tadi membuka pintu utama, saat mobil sang majikan terparkir di depan pintu.


Yah, dirinya menempatkan para pelayan dan pengawal, sehari sebelum ia akan pindah kerumah nya. Satu minggu sebelum nya, ia memperbaiki rumah yang jarang ia singgahi ini, hanya saat perbaikan ia berkunjung dan melihat hasil kerja para bawahannya. Dan hasil yang diinginkan, sesuai dengan harapannya. Namun, istrinya entah suka atau tidak? Dirinya masih tidak tahu akan hal itu.


Para pelayan yang menyambut kedatangan Tuan Rumah, langsung menunduk penuh hormat saat Tuannya berjalan di depan mereka. Juno langsung menuju kamar utama, kamar yang sangat luas dan feminin. Dia sudah mendekor kamarnya, sesuai dengan kesukaan sang istri. Yang awalnya dirinya, tak pernah suka dengan warna-warna yang cerah, tapi untuk menyenangkan hati istrinya Ia rela. Kamar yang semula hanya di penuhi warna hitam dan hitam saja, kini berubah, apalagi warna yang di pakai sekarang soft pink, tidak menunjukkan dia banget. Juno pun tak ambil pusing, asalkan istrinya suka pasti akan ia lakukan.


Cklek....

__ADS_1


Pintu di buka oleh pelayan, yang kebetulan saja bersih-bersih di lantai atas. Jadi, dirinya tak perlu repot-repot untuk membuka. Setelah mengerjakan tugasnya, pelayan itu pamit undur diri. Juno hanya mengangguk saja, sebagai jawaban. Ia mulai melangkahkan kaki jenjang nya ke ranjang, membaringkan tubuh istrinya perlahan-lahan.


Tetapi, Raina terbangun. Saat kepalanya bersentuhan dengan bantal halus isian bulu angsa itu. Masih dengan posisi yang sama, tubuh Juno yang condong karena membaringkan istrinya. Raina mulai mengerjapkan kedua mata indah miliknya, yang mampu membuat Juno semakin terhipnotis dengan kecantikan dan keimutan sang istri.


Pandangan yang pertama dilihat oleh Raina, yaitu wajah tampan sang suami Juno, membuat dirinya menyunggingkan senyuman manis yang ia miliki. Begitu pun dengan Juno, entah dorongan darimana? Dirinya terus langsung membalas senyuman Raina, dengan senyuman menawan yang ia miliki. "Mas..." panggil nya, masih di tengah kesadaran yang belum sepenuhnya kembali.


"Apa, Baby? Kalau masih ngantuk tidur aja. Kamu masih memiliki waktu istirahat lima belas menit lagi." tutur Juno dengan lembut. Raina tak menjawab perkataan Juno, dirinya fokus sama satu kata yang membuat pipinya langsung blussing 'Baby'. Haha, sejak kapan panggilan romantis itu? Jiwa-jiwa romantis Raina ikut meronta-ronta, Namun, ia tak cukup berani untuk membalas. Terlebih lagi, dirinya sangat malu dengan sang Suami. Juno yang melihat kelakuan unik istrinya tadi, dibuat gemas sendiri. Pengen rasanya ia memakan istrinya sekarang juga.


Raina yang mendengar itu tambah tersenyum, ia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Suasana yang tampak asing baginya, tapi ia ingat! Mereka kan dalam perjalanan ke rumah barunya. Enggak ada acara amnesia, apalagi terkejut ya Guys...


"Sudah nyampek, Mas?" tanya Raina setengah sadar.


"Yah, jadi lewat deh lihat suasana rumah barunya." ucap Raina sembari memanyunkan bibir ranum nya.


"Baby, jangan buat pertahanan ku habis. Dengan kelakuanmu yang menggemaskan itu, Aku tidak bisa janji kalau bisa menahan diri." tutur Juno yang setengah mati mengontrol dirinya. Yah, walaupun sah-sah saja, Namun! Ia akan memberikan malam pertama yang indah untuk Istrinya. Sampai-sampai istrinya tidak akan bisa melupakan hari bersejarah bagi mereka.


Raina, yang tidak mengerti alur pembicaraan suaminya di buat bingung. Emang di melakukan apa? Sampai-sampai mai di terkam seperti itu. Kayak Harimau aja, kalau lihat mangsa pengennya langsung nerkam saja. "Kamu samain Aku sama mangsa hewan buas, Mas? Main nerkam-nerkam aja!" sungut Raina kesal, Karena ulah sang suami.

__ADS_1


"Enggak seperti itu, Baby. Makanya simak dengan baik! Sudah sana, mendingan kamu pergi mandi." suruh Juno pada Raina yang masih anteng di pembaringan.


"Tidak, Mas. Kasih tahu dulu, baru aku pergi mandi." ujar Raina merajuk pada sang suami. Tangannya memegang kedua ujung bantal dengan erat, takut di paksa sama kang Misua nya. Juno tersenyum lebar, 'Unik sekali istriku ini.' batin Juno yang melihat tingkah absurd istrinya. Ia tak pernah mengira, gadis yang sering marah-marah dan galak seperti Raina, memiliki sisi yang ikut serta menggemaskan seperti ini.


Ctak...


Juno menyentil pelan kening Raina yang tidak berpenghalang. Dari saking gemas nya ia.


"Awww,,,Mas Juno. Sakit tahu, belum juga satu minggu menikah udah KDRT..." kesal Raina sembari mengelus dahi nya yang sakit.


"Hahaha...Baby! Kamu ada-ada saja." ujar Juno tertawa lepas, sampai-sampai ia memegangi perut nya yang terasa kram akibat ketawa.


"Ish, kok malah ketawa, ini beneran loh." ucap Raina bersungguh-sungguh.


"Terserah kamu saja, yang penting aku tidak seperti itu." kata Juno sembari tersenyum.


"Udah ah, lebih baik aku mandi. Daripada ngeladeni suami ngeselin kayak Kamu." ujar Raina, dengan kedua tangannya yang aktif memukul-mukul kedua bahu sang suami.

__ADS_1


*****.....*****


__ADS_2