Terpaksa Menikahi Dokter Dingin

Terpaksa Menikahi Dokter Dingin
BAB100: Sampai


__ADS_3

Yang di tunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Sekarang sudah waktunya Elena dan Bryan akan berangkat. Ke tempat yang Elena inginkan.


Kini keduanya sedang berjalan. Menyusuri bandara yang cukup ramai. Di penuhi orang-orang yang akan berpergian.


Sembari melangkah, Bryan melirik sekilas Elena di sampingnya. Wanita itu nampak begitu antusias. Ekspresi bahagia tercetak jelas di wajahnya.


Tak terasa senyum di bibirnya terbit. Melihat wajah Elena yang bahagia seperti itu.


Tak hanya ada mereka berdua disini. Di belakang Elena dan Bryan pun berjalan beberapa orang. Bawahan Bryan. Yang bertugas sebagai pengawal disaat mereka berpergian. Sekaligus ada tugas dari Bryan untuk mereka saat sampai tiba disana nanti.


Sampai pada tujuan. Elena menatap sebuah jet yang sudah terpampang jelas di hadapannya. Ia cukup terpukau, dengan jet tersebut. Apalagi terlihat ada tulisan keluarga dari Bryan. Ia yakin pasti jet ini adalah jet pribadi keluarga Atmaja.


"Kau siap?"


Pertanyaan itu membuat tatapan Elena teralihkan. Ia lantas menatap asal suara tadi, yang berasal dari Bryan.


Mengangguk. Elena tersenyum, menatap Bryan di sampingnya. "Siap Dok."


Setelahnya tiba-tiba Elena merasakan tangannya di genggam oleh seseorang. Ya, siapa lagi jika bukan Bryan?


"Ayo."


Keduanya kembali melanjutkan langkahnya. Berjalan memasuki jet pribadi tersebut. Dengan tangan yang saling bertautan satu sama lain.


Sampai di bagian dalam jet. Elena lagi-lagi terpukau. Melihat interior yang terdapat di dalamnya. Bukan maksud lebay, tapi memang dirinya baru pertama kali menaiki tempat ini. Tidak ada salahnya terpukau bukan? jujur Elena tak percaya. Tak menyangka bisa menaiki ataupun melihat pemandangan ini.


Keduanya lantas duduk di bagian kursi disana. Elena tersenyum melihat Bryan yang kini juga menatapnya. Mereka duduk bersampingan sekarang.


"Sekali lagi makasih Dok, ngajak saya liburan." Elena benar-benar tidak menyangka, Bryan akan mengajaknya liburan kali ini. Kesambet apa pria ini sampai mengajaknya liburan?


Bryan mengangguk singkat. "Hm. Lagian juga kita tidak hanya akan liburan saja disana." menarik smrik nya penuh arti.


Mengerutkan dahinya. "Memangnya apa lagi? Dokter juga ada urusan kerjaan ya disana?" tanya Elena.

__ADS_1


Menggelengkan kepalanya. "Kita akan sekalian bulan madu." ucapan Bryan itu seketika mampu membuat Elena membulatkan mulutnya.


"Hah?!"


"Sudah kau tidur saja. Perjalanan kita masih cukup jauh sekarang. Aku tidak mau kau kelelahan disini. Lagian juga kau harus menyiapkan dirimu untuk sampai disana nanti." Bryan menaikkan alisnya penuh arti. Sembari melengkung kan bibirnya. Tersenyum.


Tak berlangsung lama. Jet pribadi yang di tumpangi Bryan dan Elena pun mulai lepas landas. Untuk memulai perjalanan mereka ke tempat dimana yang sudah di beritahukan Bryan sebelumnya.


...---...


05:30 PM.


Bangkok, Thailand.


Setelah beberapa jam perjalanan. Jet pribadi Bryan pun akhirnya mulai landing, turun di Bandara Udara Internasional Bangkok Don Mueang.


Ya! Negara yang menjadi pilihan Elena adalah negara Thailand. Atau yang terkenal dengan sebutan negri gajah putih.


Setelah mengetahui jika mereka sudah sampai. Bryan nampak melirik Elena. Gadis itu terlihat masih tertidur pulas di sampingnya.


Tak terasa sudut bibir Bryan tertarik. Tersenyum tipis menatap wajah tidur Elena yang begitu pulas.


"Tuan?"


Bryan menormalkan lagi wajahnya, dengan ekspresi datar, lalu segera mengalihkan tatapannya. Ketika mendengar suara tiba-tiba dari arah hadapannya.


Ada sesosok pria. Yang tak lain adalah bawahannya. Bryan tau pasti bawahannya itu akan memberitahukannya jika mereka sudah tiba. "Siapkan saja mobil, aku akan menggendongnya turun ke bawah nanti." balas Bryan.


Pria itu nampak mengangguk kan kepalanya. Sopan. "Baik Tuan."


Bryan menatap diam kepergian bawahannya itu. Setelahnya ia kembali menatap Elena.


"Cantik," Bryan lagi-lagi tersenyum, tipis.

__ADS_1


Merapihkan sedikit rambut Elena. Bryan menegakkan tubuhnya, bersiap untuk menggendong tubuh Elena. Dirinya tidak mau membangun tidur gadis ini, biarkan saja nanti wanitanya ini terbangun saat sudah sampai di hotel tempat mereka menginap nanti.


...---...


Bandara dihebohkan dengan penampakan sesosok pria tampan yang menggendong seorang wanita di depannya.


Lain dengan ekspresi semua orang di bandara ini, pria yang menjadi sasaran tatapan mereka malah dengan santai berjalan di tengah-tengah tempat ramai ini. Mengacuhkan pandangan mereka semua.


Bryan. Pria itu sesekali menatap Elena di gendongan nya. Ternyata perempuan ini tipikal orang yang sulit untuk terbangun. Bagaimana tidak? dirinya sudah berjalan sedari tadi, keadaan di bandara ini pun sangat berisik karena ramai, tapi Elena masih saja tertidur dengan pulas.


Menarik smrik nya, Bryan melangkahkan kakinya menuju lobi bandara ini, terlihat sudah ada mobil yang menunggu disana.


Sampai di tujuannya, Bryan segera memasukkan Elena ke dalam kursi penumpang mobil itu, yang sudah terbuka oleh Bodyguard nya. Setelahnya, Bryan pun ikut masuk, melewati pintu yang berlawanan arah.


Dirasa sudah siap. Mobil yang di tumpangi Elena dan Bryan pun mulai melaju. Keluar dari bandara ini. Menuju tempat penginapan mereka.


Bryan lagi-lagi menatap Elena di sampingnya. Wanita itu masih terlihat tertidur pulas dengan posisi terduduk.


Menggelengkan kepalanya pelan. Bryan mengambil sebuah ponsel di dalam sakunya. Setelah berada di tangannya, Bryan menatap layar ponselnya tersebut dan membukanya.


Mencari nomor seseorang, ketika sudah mendapatkannya, Bryan langsung menelpon orang tersebut dengan mata yang masih menatap Elena.


"Aku sudah sampai. Siapkan semuanya." ucap Bryan, ketika sambungan telepon nya sudah tersambung.


Tanpa menunggu jawaban dari sana, Bryan langsung mematikan sambungan telponnya sepihak dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku celana.


Menyelipkan rambut Elena ke belakang telinga, Bryan mendekati wajah istrinya itu dan membisikkan sesuatu di sana.


"I make sure this holiday will impress you and you will never forget, honey."


-


Nah loh artinya apaan tuh😂😂

__ADS_1


__ADS_2