Terpaksa Menikahi Dokter Dingin

Terpaksa Menikahi Dokter Dingin
BAB1: Bekerja


__ADS_3

"Elena berangkat kerja dulu ya pak," ucap Elena menyalami laki-laki yang sedang berbaring diatas kasur.


"Hati-hati ya Na." jawab Dimas dengan tersenyum.


"Bapak hati-hati juga dirumah ya." sebenarnya Elena tidak tega meninggalkan ayahnya sendirian di rumah ini apalagi Dimas sedang sakit, tapi Elena juga perlu kerja untuk makan dan berobat sang bapak.


Sebelum berangkat bekerja Elena sudah menyiapkan keperluan sang ayah dimeja jadi ayahnya tidak perlu bangkit dari tempat tidur.


Akhirnya Elena berangkat, ia pergi ke tempat kerjanya menggunakan angkot sekarang jam sudah menunjukan pukul 12 siang yang pertanda gilirannya lah yang bekerja. Memang waktu bekerja direstaurant-nya dibagi menjadi 2 ada yang bagian pagi sampai siang dan siang sampai sore dan kebetulan Elena mendapatkan waktu bagian siang jadi paginya ia bisa merawat sang bapak terlebih dahulu.


Elena berdiri didepan gang rumahnya untuk menunggu angkot yang berjalan ke arah tempat ia bekerja. Saat angkot berwarna biru itu tiba Elena segera naik dan duduk disana.


Nampak banyak ibu-ibu maupun remaja yang duduk disana Elena lebih memilih duduk didekat pintu angkot tersebut. Setelah beberapa menit berjalan akhirnya Elena sampai didepan sebuah restaurant yang cukup besar.

__ADS_1


Elena turun dari angkot tersebut dan berjalan masuk kedalam tempat tersebut. Disini lumayan ramai karna banyak para pekerja yang makan siang disini jadi pasti Elena akan lumayan sibuk.


"Kamu udah sampai Na? cepat ganti baju kamu, kita kedatangan banyak pelanggan sekarang." ucap seorang wanita berusia lanjut.


Elena mengangguk, yang berbicara tadi adalah Surti, Surti disini bekerja sebagai pemimpin pelayan atau yang bertanggung jawab dengan semua pelayan yang bekerja disini. Elena dengan cepat mengganti pakaiannya dengan seragam berwarna hitam dan mulai bekerja.


Elena pun mulai bekerja. Dia bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan juga sang ayah, ia tidak pernah mengeluh dengan kehidupannya karna Elena yakin tuhan memiliki rencana baik untuk Elena kedepannya.


"Tolong anterin ke meja 8," ucap Surti dengan memberikan nampan berisi-kan piring dan segelas minuman kepada Elena.


Sampai pada tujuannya Elena menyimpan piring dan gelas tersebut diatas meja tersebut. "Silakan dimakan tuan," Selesai mengucapkan itu Elena kembali ketempat yang tadi sambil menunggu ada pesanan lagi Elena memilih mengobrol dengan temanya dibelakang.


"Lama banget ya akhir bulan." ucap wanita cantik berumur 20 tahun.

__ADS_1


Elena mengalihkan pandangannya pada wanita disampingnya. "Emangnya kenapa?" tanyanya bingung.


"Gajian." singkat Maudi.


Maudi adalah teman dekat dari Elena, ketika Elena baru bekerja disini Maudi lah yang mengajarkan Elena harus berbuat apa jadi mereka makin lama makin dekat sampai sekarang. Menurut Elena, Maudi teman dekatnya itu memiliki sifat yang cukup baik dan humoris makannya Elena senang bisa bertemu wanita ini tak jarang Maudi membantu dirinya prihal uang ataupun sebagainya.


"Iyah ya lama banget kayaknya." jawab Elena dengan cemberut. Sekarang baru pertengahan bulan uangnya sudah mulai menipis jadi ia takut sisa uangnya tidak sampai pada tanggal gajian.


Gaji bekerja disini memang tidak seberapa, tapi cukup untuk makan sehari-hari para pegawai dan juga bayar lainnya. Sering juga pemilik restaurant ini membagikan uang bonus ataupun THR untuk para pegawainya kadang Elena sering lembur untuk mendapatkan uang tambahan tapi akhir-akhir ini Elena tidak mengambil lembur karna Dimas-bapaknya sedang sakit.


↔↔↔


Terimakasih sudah membaca❤

__ADS_1


Dukungannya juga jangan lupa ya:)


__ADS_2