Terpaksa Menikahi Dokter Dingin

Terpaksa Menikahi Dokter Dingin
BAB88: Fakta


__ADS_3

HAPPY READING❤️


Aiden memiringkan bibir-nya. Menatap Putri yang sudah terkapar lemas di bawahnya. Ya! ia tadi melihat jika Putri akan menyelakaan Elena dari belakang setelah vidio itu berputar menggunakan kayu yang sekarang sudah ia ambil alih.


Aiden memang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun ia belum mengabari siapa pun jika ia akan kembali hari ini. Karena Putri pasti tidak akan membiarkan dirinya hidup. Jadi semua ini sudah ia dan Chaca rencanakan, tak terkecuali juga soal mati lampu tadi. Semua sudah di rencanakan baik-baik oleh mereka berdua.


"Lo udah kalah," Aiden menarik smrik nya. Lantas tatapannya nampak teralihkan pada arah belakang Putri, "Tangkap dia Pak."


Kedua pria berbadan tegap yang sedari tadi berdiri di belakang Putri nampak mengangguk dan segera memegangi Putri agar perempuan itu tidak berulah lagi. Mereka tak lain adalah petugas atau biasa disebut polisi.


Sebelum acara di mulai, Aiden sudah menghubungi kepolisian dan memberikan semua bukti tentang apa yang selama ini di lakukan Putri. Dirinya juga sudah bilang jika akan menjebak Putri di rumahnya. Alhasil kepolisian tinggal datang dan menjeput Putri untuk menebus kesalahannya.


Putri berdiri. Ketika kedua tangannya di pegangi oleh petugas itu. "Sialan! Lo ngejebak gue hah?!" Putri menatap tajam Aiden, di hadapannya. "Lepas!"


Aiden hanya terkekeh. "Lo harus nanggung semua kesalahan Lo Kak Putri. Lo pikir gue bakal mati gitu aja karena racun yang Lo kasih ke gue?" Aiden menggelengkan kepalanya. "Gak semudah itu."


Chaca berjalan mendekati Aiden dan juga Putri. Putri yang melihat Chaca bergerak mendekatinya pun langsung merubah wajahnya. "Dasar munafik! Lo bilang Lo bakal bantuin gue! tapi apa hah?! pengkhianat!" teriaknya pada Putri.


Chaca tersenyum manis. Menatap wajah Putri yang di penuhi amarah. "Kan Lo sendiri yang bilang. Kita perlu merangkap menjadi teman untuk mengetahui kelemahan musuhnya. Saat kita udah tau kelemahannya kita bisa tusuk dia dari belakang. Munafik teriak munafik. Maaf ya Kak," balas Chaca dengan sedih namun tak lama ia ikut terkekeh sinis.


Putri mengeram dengan tangan terkepal kuat. "Lepas!" Putri mencoba meronta-ronta melepaskan tangan kedua polisi ini dari tangannya.

__ADS_1


Elena. Gadis itu menatap Putri dengan sendu. Ia lantas segera melangkah mendekati Putri. Bryan yang melihat pergerakan Elena pun langsung menahan tangan gadis itu namun Elena langsung menyentak kan tangan Bryan. Membuat Elena melanjutkan langkahnya kembali mendekati Putri.


Semua tamu undangan disini hanya terdiam. Tak berniat melakukan apapun. Mereka pun tak menyangka jika akan terjadi hal seperti ini di sini termasuk Abraham dan Meldi.


Elena mendekati Putri. Menatap Kakaknya dengan sedih. Ia lantas menatap kedua polisi yang entah kenapa ada disini. "Tolong lepasin Kak Putri."


Ucapan yang di lontarkan Elena sontak membuat Aiden dan Chaca menatap ke arah gadis itu. Termasuk Bryan yang sekarang sudah berdiri di samping Elena.


Putri yang mendengar itu dengan sigap mengalihkan tatapannya. Menatap Elena tajam.


"Saya mohon lepasin Kak Putri. Kak Putri gak salah. Di-dia pasti ngelakuin ini karena ada sebab. Kak Putri gak mungkin sejahat itu." Elena mencoba untuk membantu Putri. Agar perempuan itu tidak di bawa ke penjara. Bagaimana pun Putri adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki.


Kalian ingin tau apa yang di tampilkan di layar besar tadi? ya, itu tak lain adalah semua bukti yang di dapati Chaca dan juga Aiden. Tentang semua prilaku jahat Putri. Mulai dari kecelakaan mobil hingga mencoba untuk meracuni anak kedua keluarga Atmaja. Makannya saat vidio sudah berputar, Putri berani untuk menyelakaan Elena. Karena dirinya sudah tau jika ia sudah tertangkap basah. Namun semuanya tidak berhasil karena sudah di cegah oleh Aiden. Sebelum kayu yang Putri pegang mengenai punggung Elena.


"Semua ini karena Lo! semuanya karena Lo! gue benci sama Lo!" lanjut Putri masih menatap nyalang Elena.


Mata Elena mulai memerah. Ia menatap Putri sedih. 'Benci' satu kata yang di lontarkan Putri, yang membuat hati Elena sakit. Sebenci itu kah Putri padanya? tapi apa salahnya?


"Kak Putri-" sebelum Elena melanjutkan suaranya, tiba-tiba Putri memotong ucapannya.


"Stop panggil gue Kakak! Karena gue bukan Kakak Lo!"

__ADS_1


Deg!


Elena terdiam. Detik itu pun air nya mulai menetes. Apa sebenci ini Putri hingga tidak menganggapnya adik?


"Lepas!" Putri masih mencoba melepaskan tangannya dari kedua pria di belakangnya.


"Kenapa sih Kak? kenapa Kakak sebenci ini sama Elena? Elena salah apa sama Kakak?" balas Elena. Pipinya sudah mulai basah dengan air matanya yang sedari turun. Persetanan dengan dandanan-nya, ia tidak peduli lagi bagaimana bentuk wajahnya sekarang.


Putri kembali menatap Elena. Masih dengan mencoba melepaskan tangannya. Tak lama tangannya pun berhasil terlepas dari kedua orang itu. Dengan cepat ia berjalan menuju Elena.


Posisi mereka berdua saling berhadapan satu sama lain sekarang.


Bryan hendak menjauhkan Putri dari Elena. Namun Elena segera memegangi tangan Bryan. Menyuruh pria itu untuk berhenti. Ini adalah masalahnya dengan Putri. Tidak boleh ada yang harus ikut campur.


"Lo mau tau apa salah Lo?" Putri memiringkan bibirnya.


Elena mengangguk pelan. Menatap kedua bola mata Putri. Disana terlihat jelas rasa kedendaman serta kesakitan.


Tangan Putri nampak terkepal. Ia memundurkan tubuhnya sedikit dari Elena. "Salah Lo? salah Lo itu hadir ke dunia ini," Putri menunjuk-nunjuk Elena. Matanya nampak memerah. Mengeluarkan unek-unek apa yang selama ini ia pendam. "Karena lo! Bapak tinggalin ibu selama bertahun-tahun! Bapak lebih milih Lo sama si ja lang itu daripada gue sama Ibu!" teriaknya.


Putri mengeluarkan air matanya. Matanya nampak sembab. Mengingat kejadian beberapa tahun lalu yang membuat hatinya sakit. "Bapak harus tanggung jawab sama Lo yang udah jelas-jelas bukan tanggung jawabnya! Ibu Lo dan Lo hadir gitu aja di kehidupan keluarga gue! dengan seenaknya ibu Lo ambil bapak gue! hiks. Ibu Lo ambil Bapak gue dari ibu gue sama gue!"

__ADS_1


"Lo itu cuman anak yang gak jelas asal-usul bapak nya siapa! anak haram!"


__ADS_2