Terpaksa Menikahi Dokter Dingin

Terpaksa Menikahi Dokter Dingin
BAB54: Cerai?


__ADS_3

HAPPY READING❣️


Ceklek!


Elena terdiam sembari menatap pintu yang nampak mulai terbuka secara perlahan.


Jantungnya tiba-tiba saja berdetak kencang. Elena dengan cepat menarik nafasnya lalu melepaskannya kembali. Ia mencoba untuk tetap tenang dan rileks disini.


Pikirannya sekarang sudah bulat. Elena sudah memikirkan semuanya baik-baik. Dan sekarang adalah waktunya untuk ia mencoba membicarakan ini pada Bryan.


Ia melihat Bryan yang ternyata sudah mulai berjalan mendekat kearah. Pandangannya seketika berubah menjadi heran ketika pria itu berada tak jauh darinya. Untuk apa Bryan membawa bunga?


Dengan rasa gugup, Elena menatap Bryan dan mulai membuka suaranya.


"D-dok?"


Bryan masih berjalan mendekat kearah Elena, dan berhenti tepat di depan gadis itu. "Ada apa?"


Elena menunduk. Meremas erat kedua tangannya di atas paha. Jantungnya kembali berdetak hebat sekarang. Ia sangat gugup untuk membicarakan ini.


"Sa-saya mau bicara."


Bryan menaikkan salah satu alisnya binggung. Tumben sekali Elena berbicara dengan meminta izin-nya segala.


Dengan segera, Bryan pun mendudukkan tubuhnya di samping ranjang dengan tubuh yang menghadap Elena. Tatapannya tiba-tiba saja jatuh pada pakaian yang gadis itu pakai. Kenapa dirinya jadi merasakan panas disini?


"Bicara apa?"


"Em." Elena masih menunduk, ia tidak kuat jika harus menatap mata Bryan yang terkesan tajam menurutnya. "Sa-saya, saya-"

__ADS_1


Bryan berdecak sebal. "Ck! kau ini mau bicara apa? sudah katakan saja!"


"Saya mau minta cerai." tutur Elena dengan mendongakkan wajahnya menatap Bryan, ia kaget mendengar sentakan dari suaminya itu, alhasil dirinya mengatakan lancar ucapan yang akan ia bicarakan.


Deg!


Bryan terdiam. "Ce-cerai?"


Elena nampak menganguk yakin. "Iya Dok. Ba-bapak kan udah gak ada. Jadi menurut saya hubungan pernikahan ini sudah tidak bisa lagi di lanjutkan. Untuk soal hutang, saya janji akan melunaskannya."


Bryan mematung. Jantungnya serasa terhenti sekarang. Gadisnya meminta cerai padanya?


Elena memainkan jarinya perlahan. Rasa gugup masih menghantui dirinya sekarang. "Sa-saya janji akan melunaskan secepatnya. Dokter tinggal sebut saja nominalnya, nanti saya bayar lu-"


Sebelum Elena melanjutkan bicaranya, tiba-tiba Bryan memotong terlebih dahulu ucapannya.


"Tidak."


Bryan menatap tajam Elena. "Aku tidak mau kita cerai. Kau tau surat yang ku tulis hari itu? pihak kedua tidak boleh meminta cerai pada pihak pertama, hanya pihak pertama yang boleh mengatakan cerai atau tidak."


Elena terdiam. Ia masih mengingat jelas surat perjanjian yang Bryan tulis waktu itu, waktu dimana sang Bapak masih hidup di dunia ini.


"Tapi Dok, hubungan ini udah gak bisa dilanjutin lagi. Kebohongan ini harus cepat di selesaikan. Pernikahan kita udah gak bisa lagi di pertahankan tanpa dilandasi cinta. Jika terus seperti ini? kapan berakhirnya Dok?"


"Aku tidak mau kita cerai!" Bryan bangkit dari duduknya dan menatap Elena dengan pandangan yang sulit diartikan.


Melihat itu, Elena pun ikut bangkit. "Hubungan ini seharusnya memang bukan seperti ini Dok. Sudah tidak ada lagi yang harus dipertahankan dalam pernikahan ini. Bapak udah gak ada, jadi untuk apa kita lanjutkan?"


"Aku tidak mau kita berpisah."

__ADS_1


"Kenapa?"


"Karna aku men.."







"... argh! aku mau berenang sekarang!" lanjut Bryan.


Elena membulatkan matanya. Sekilas ia menatap jam dinding yang berada di atas lemari. Hari nampak sudah semakin malam. Untuk apa Bryan berenang?


"Dokter mau ngapain berenang malam-malam?"


"Ini semua karna mu!"


Elena menganga. "Kok jadi sa-saya?"


Bryan membuang pandangannya ke arah lain. "Melihatmu memakai pakaian itu membuatku panas! sudah, aku akan berenang di bawah."


Elena menunduk. Menatap pakaian yang ia pakai. Ya, dirinya memakai baju tidur tipis dengan celana yang memperlihatkan paha mulusnya. Lagian tidak ada pakaian tidur lagi di lemarinya, alhasil dirinya mau tak mau memakai itu.


Panas? memangnya aku api?!

__ADS_1


TBC


Aku akan usahan untuk scptnya up, dukung terus ceritanya ya! terimakasih❣️


__ADS_2