Tolong Lepaskan Aku

Tolong Lepaskan Aku
Bab 77 - Pertemuan dua perusahaan


__ADS_3

Suci tersenyum dengan sambutan yang dilakukan oleh beberapa karyawan, yang sudah diatur sedemikian rupa oleh asisten Doni. "Terima kasih, kalian sudah berpartisipasi untuk menyambut kedatanganku, dan kedepannya aku berharap kita bisa saling bekerja sama untuk menjalankan perusahaan ini agar lebih baik lagi. "Tugasnya dengan para karyawan sangat senang dengan atasan baru mereka, karena sebelumnya Zufar tidak pernah tersenyum ataupun memperlakukan mereka dengan baik.


"Tentu, mari aku akan menunjukkan dimana ruang kerja sebagai CEO dari perusahaan Mitra Group." Sambut asisten Doni yang segera membawa istri dari mendiang bosnya, menuju ruang presdir yang tidak pernah ditempati lagi setelah kepergian dari Zufar.


"Aku permisi dulu!" Suci segera mengikuti asisten Doni dan menjaga jarak dari pria itu, dia tidak ingin menimbulkan fitnah bagi dirinya yang hanyalah seorang janda ditinggal mati. 


"Inilah ruangannya, masuklah terlebih dulu dan aku akan mengambilkan beberapa berkas yang akan dipelajari." Ucap asisten Doni yang segera berlalu pergi setelah menjelaskannya.


Suci segera memegang gagang pintu dan membukanya, mengawali dengan mengucapkan basmalah dan melangkahkan kaki kanan untuk masuk ke dalam ruangan kerja mandiang dari suaminya. Ruangan yang membuatnya rindu akan kehadiran Zufar masih terasa aroma kesukaan sang suami di ruangan itu. "Ya Allah, ini kali pertama aku berurusan dengan bisnis suamiku, berikanlah keberkahan dalam pekerjaanku dan mudahkanlah setiap langkahku, aamiin." Batinnya yang berdoa.


Suci melihat ruangan besar dan juga sangat bersih, memikul tanggung jawab yang begitu besar membuatnya sedikit terbebani. Cukup sulit baginya untuk beradaptasi, tiba-tiba menjadi seorang bos yang bahkan tidak mengetahui apapun.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu, seorang pria tampan yang berjalan masuk ke dalam ruangan dengan membawa berkas. Suci mengikuti asisten Doni menuju sofa yang sudah tersedia di sana, mulai mengajari mengenai bisnis yang harus dikembangkan. 

__ADS_1


Untung saja otak yang dimiliki oleh wanita berhijab itu bisa menampung apa yang dijelaskan oleh asisten Doni, hanya beberapa diulang dan dibahas agar dia tidak mempunyai masalah kedepannya, cukup lama Mereka ada di ruangan itu tanpa menutup pintu sesuai permintaan dari Suci.


"Aku terkesan dengan kepintaran dan daya tangkap otak mu? Tapi panggilan aku dan kamu tidaklah cocok bagi atasan dan juga bawahan," ucap asisten Doni.


"Kamu lebih tua dariku, sudah seharusnya aku memanggilmu kakak dan aku lebih nyaman  dengan kata itu. Bagaimana, apa kamu setuju?" 


Asisten Doni menghela nafas, mengingat ke profesionalnya dalam bekerja sedikit merasa asing dengan panggilan kakak untuk bawahan seperti dirinya. "Aku merasa itu sedikit tidak pantas."


"Kenapa?"


"Pertemuan?" Suci sangat terkejut jika di hari pertamanya bekerja, dan juga baru mempelajari segalanya disuguhkan dengan pertemuan dari perusahaan yang terkenal. "Kenapa harus sekarang aku belum siap untuk ini? Itu perusahaan besar,cbagaimana jika aku membuat kesalahan, Kak?" 


"Tenang saja, aku ada disampingmu nanti. Jangan mengatakan apapun yang bisa merusak Citra perusahaan."

__ADS_1


"Baiklah, jika seperti itu tidak ada masalah lagi untukku. Kakak boleh pergi!" 


"Aku pergi dulu, persiapkan dirimu karena sebentar lagi pertemuan akan dimulai."


Suci melihat punggung pria itu yang menghilang dari balik pintu, segera mengeluarkan nafas panjang mengingat dirinya mendapat tantangan di hari pertama. Mempelajari perusahaan, walaupun yang akan menanganinya asisten Doni, tetap saja dirinya berperan penting. "Apa aku bisa menjalankan pertemuan ini dengan baik?" gumamnya yang sedikit panik, gelisah di saat dirinya bisa membuat kesalahan.


Inilah saatnya Suci dijemput oleh asisten Doni di ruangan CEO, mereka berjalan beriringan tentu dengan menjaga jarak sesuai permintaan. Saat di mana wanita berhijab itu sangat panik, jika dihadapkan dengan situasi sulit yang Bahkan dia belum mempelajari mengenai pertemuan.


"Kak, sepertinya aku tidak yakin," celetuk Suci yang melirik dengan sekilas pria di sebelahnya.


Asisten Doni berjalan dengan begitu elegan, membalas dengan menatap wanita berhijab beberapa detik dan mengulas senyum. "Mulai sekarang yakinlah, tenang saja aku ada bersamamu. Tapi, aku ingin disaat pertemuan nanti jangan memanggilku kakak, panggil saja dengan sebutan asisten Doni dan aku akan memanggilmu nona Suci," dia kembali memperingatkan wanita berhijab itu agar tidak membuat kesalahan dalam pertemuan dua perusahaan.


Tibalah mereka sampai di depan, menyambut kedatangan beberapa orang dari perusahaan SA Group. Suci melihat beberapa mobil yang tiba-tiba berhenti dan tatapannya mengarah kepada pria yang dikenali, betapa terkejutnya dia melihat keberadaan Simon yang pernah menyelamatkannya. "Siapa pria itu, apakah dia pemimpinnya?" bisiknya pada asisten Doni.

__ADS_1


"Hem, benar. dia adalah Simon Albert pemilik dari perusahaan SA Group." 


"A-apa?" 


__ADS_2