Tolong Lepaskan Aku

Tolong Lepaskan Aku
Bab 99 - Pertemuan haru


__ADS_3

Air mata luruh seketika disaat melihat seoarang wanita paruh baya yang selalu dia panggil umi, sekelebat bayangan akan kerinduan yang begitu mendalam. Namun seketika dia menawarkan kedua alice mata pesanan melihat asisten doni yang berada di samping ibu angkat nya tidak tahu mengapa pria itu bisa datang bersama dengan keluarganya.


Beberapa detik kemudian pria yang selalu mengajari nya dan bahkan dengan sabar dalam membimbing dirinya dalam urusan bisnis. Wajahnya seketika membeku, di saat pria asing memeluknya dengan sangat erat.


"Maaf, jangan memelukku seperti ini!" tutur Suci yang ingin melepaskan diri dari pria itu, namun kekuatannya tidaklah juat daripada asisten Doni. "Jangan bersikap kurang ajar padaku! Hargai semua orang yang ada disini." Tegasnya yang meninggikan suara.


Asisten Doni terpaksa melepaskan pelukan itu, karena Suci pasti salah oaham dengan dirinya. "Aku memelukmu karena kita ada hubungan," ungkapnya.


Seketika Suci melirik ibu angkatnya, seakan begitu banyak pertanyaan yang akan dia lontarkan. "Aku tidak mengerti, hubungan apa yang kamu bicarakan?"


"Dia kakak kandungmu," sela umi Kalsum yang berjalan menghampiri kakak beradik yang sudah terpisa selama dua puluh delapan tahun yang lalu. 


"Kakakku? Bagaimana mungkin? Bukankah Umi membawaku dari oanti asuhan?" Suci semakin pusing dengan apa yang terjadi, mencoba untuk mencernanya dengan sangat baik.

__ADS_1


Asisten Doni menggenggam tangan adiknya begitu erat, mencoba untuk menyelesaikan rasa penasaran dari wanita itu.


"Nama aslimu adalah Intan Permata, di saat usiaku menginjak enam tahun lalu. Ibu hamil dan kami sangat menantikan kehadiranmu, yang begitu di dambakan oleh kedua orang tua kita. Namun, di saat aku berusia tujuh tahun, kedua orang tua kita mengalami kecelakaan. Hanya aku dan kamu yang selamat, aku membawamu kemana kaki kecilku pergi. Karena kelalaianku yang pergi meninggalkanmu yang masih bayi, membuat kita terpisah selama puluhan tahun. Aku minta maaf padamu, karena di saat itu aku pergi meninggalkanmu untuk membelikan susu dengan uang yang selalu aku bawa." Doni terisak saat mengenang masa lalu, dimana dirinya tak sanggup untuk melanjutkan. "Aku mencoba untuk mencarimu dan sangat merasa bersalah dengan amanat yang di berikan oleh ayah dan juga ibu. Tolong, maafkan aku." Dia menyatukan kedua tangannya, seraya mata sembab akibat menangis. Bahkan keharuan itu dapat di rasakan oleh umi Kalsum dan Hana, Nadia juga Rasidha.


"Apa buktinya jika aku adalah adikmu?" ungkap Suci yang belum bisa mempercayai semua ini. Penjelasan dari asistennya itu membuatnya tak bisa mengabaikan bagian pentingnya.


"Dia memang kakak mu, ibu menyembunyikan gelang dan hnya memberikan kalung pemberian orang tua kandungmu. Gelang yang sama juga di miliki olehnya, bahkan golongan dan juga wajah kalian juga mirip." Sela umi Kalsum yang mencoba untuk memberi penjelasan, berharap jika Suci bisa menerimanya.


"Aku punya kakak?" lirih Suci yang di angguki kepala oleh umi Kalsum.


Suci begitu shock dan bahkan cairan bening keluar tanpa perlu aba-aba, dia begitu beruntung masih memiliki keluarga kandung yang satu ayah dan juga satu ibu. Tidak ada kata-kata yang pantas untuk diucapkan karena lidahnya terasa keluh, dia begitu merasa bahagia. "Mengapa kedua orang tua kita bisa kecelakaan, apa itu hanya disengaja atau memang alami terjadi?" selidiknya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Aku juga tidak tahu, sudah lama aku mengorek informasi dan mencari kejadian sesungguhnya." Jawab Doni yang segera menyeka air matanya. 

__ADS_1


Suci meraih tangan kakak kandungnya dan menciumnya sebagai penghormatan kepada orang yang lebih tua darinya. "Aku sangat senang, mempunyai kakak sepertimu. Jangan menyesal mengenai masa lalu, karena aku sudah memaafkanmu yang saat itu pasti dalam keadaan terdesak dan tak punya pilihan."


"Terima kasih atas pengertiannya."


"Apa aku di lupakan?" celetuk umi Kalsum yang datang hendak memeluk putri angkatnya." Umi minta maaf dengan kesalahpahaman kita, tolong maafkan Umi, Nak."


Suci tersenyum sembari membalas pelukan hangat itu. "Aku tidak marah pada Umi, keadaanlah yang membuatku tidak ingin menceritakan keretakan rumah tanggaku di saat itu." 


"Aku juga minta maaf padamu, Kak." Sela Hana yang menundukkan kepalanya, dia merasa bersalah saat menuduh dan berbicara ketus kepada kakaknya.


"Aku memaafkanmu," Suci menarik tangan adik angkatnya dan mereka berpelukan dengN penuh haru. 


Doni sangat bahagia di saat adik kandungnya menyenderkan kepala di bahunya untuk pertama kalinya. Sedangkan Rasidha dan Nadia juga ikut bahagiajika keluarga itu berkumpul. Lain halnya dengan pria bermata biru yang geram saat melihat wanita pujaan hatinya menyenderkan kepala di bahu asisten Doni.

__ADS_1


"Ehem, ada acara apa ini?" 


__ADS_2