Tolong Lepaskan Aku

Tolong Lepaskan Aku
Bab 80 - Rencana di atas rencana


__ADS_3

Melati sangat kesal keberadaan dari seorang pria yang berteriak di depan toko, apalagi melihat raut wajah pria itu yang bengong sembari tersenyum ke arahnya. "Ada apa denganmu? Mengapa tersenyum seperti orang gila?" 


"Karena aku tergila-gila denganmu," jawab asisten Ben yang tersenyum pongah, melihat kecantikan dari seorang wanita berkerudung coklat membuat hatinya berdebar dengan kencang. 


Sementara Melati hanya menatapnya tanpa ekspresi, melihat tingkah pria itu yang seakan menatapnya dengan senyuman mesum. "Berhentilah menatapku begitu, datanglah sepuluh menit lagi," ucapnya yang Ingin menutup pintu, namun hal itu tidak terjadi di saat pria yang ada di hadapannya menahan dengan meletakkan kakinya di sela pintu.


"Kita belum berkenalan, siapa namamu wahai ukhti?" asisten Ben menjulurkan tangannya untuk memulai perkenalan, jantungnya berdetak dengan cepat di saat melihat seorang wanita cantik yang menjadi idaman untuk calon istri. "Perkenalkan, nama saya adalah Ben, atau bisa dipanggil dengan Edward. Jika digabungkan menjadi Ben Edward," ucapnya sembari mengedipkan sebelah mata untuk menggoda wanita di hadapannya.


Melati sangat kesal dengan pria yang mencoba untuk menggodanya seperti pria-pria hidung belang lainnya. "Aku tidak tertarik untuk berkenalan," cetusnya yang ingin pergi dari sana, tidak ingin melayani pria yang menurutnya tidak jelas.


"Ada apa ribut-ribut?" tanya suci yang segera menuju asal suara. 


"Pria ini mencoba untuk menggodaku!" ujar Melati yang merasa risih. 


"Bohong! Aku hanya memperkenalkan diri saja." Sahut asisten Ben yang menghindar.


"Jangan percaya ucapan pria itu, dia hanya seorang pembohong!" sela Melati. 


Suci melihat pria yang merasa tak asing, dan baru menyadari jika itu adalah asisten perusahaan SSA Group. "Asisten Ben?"


"Eh, Nona Suci?" 

__ADS_1


"Kalian saling mengenal?" sela Melati yang mengerutkan dahi, menatap dua orang secara bergantian.


"Tentu saja dia adalah pemilik dari perusahaan Mitra Group, dan perusahaan kami tengah bekerjasama."


"Itu benar." Tambah Suci yang menyetujui pernyataan dari pria itu, mencoba menjawab keraguan dan pertanyaan di hati sahabatnya. 


"Nona Suci, bisakah kamu mengenalkan ku siapa wanita cantik berkerudung coklat di sebelahmu?" ucap asisten Ben yang melirik Melati dengan senyuman khas miliknya.


"Dia sahabatku, Melati."


"Wah, nama yang indah seindah orangnya." 


Suci tersenyum melihat wajah kesal dari sahabatnya, dia tidak menyangka jika asisten dari Simon sangat berbanding terbalik. "Mengapa membuat keributan, apa yang terjadi?" 


Melati sangat terkejut jika pria itu pintar membalikkan keadaan, dan malah dirinya yang dianggap bersalah. "Aku tidak mengatakan hal itu, dia berbohong! Jangan percaya padanya."


"Nona lihat sendiri? Bagaimana sahabat Nona menuduhku."


"Baiklah, silakan masuk ke dalam. Aku akan memberikanmu kue yang diinginkan," Suci mempersilahkan pria itu untuk masuk dan tidak ingin berdebat, mengusap lembut tangan sahabatnya agar bisa mengontrol emosi. 


"Terima kasih," asisten Ben segera masuk ke dalam dengan gaya sombong dan juga penuh percaya diri, membuat Melati ingin menjitak kepala pria itu.

__ADS_1


"Jangan terlalu diambil hati, sekarang kamu layani dia!" 


"Dia akan menggangguku dan besar kepala, jangan begitu baik dengan pria seperti itu."


Suci terlalu pergi setelah memikirkan senyuman di wajah, tak ada jawaban yang membuat Melati menghela nafas. Mencoba mengontrol emosinya, untuk menghadapi pengunjung yang sangat menyebalkan di hari pertamanya bekerja. 


****


Siska terpaksa kabur dari penjara atas bantuan dari kekasihnya Anton, mereka bekerja sama untuk merebut harta dari Zufar. Mengingat pria itu pernah menjebloskannya ke penjara, dan juga dendam di masa lalu. Zufar pernah menghancurkan keluarganya, dan membuatnya benar-benar miskin hingga terpaksa harus berada di desa. Bukan keinginannya yang ingin menjadi jahat, karena lingkungan yang dihadapi membuatnya keras. Hanya ada dendam dan juga amarah di hatinya, menghancurkan siapa saja yang mencoba untuk menghalangi.


Dia tersenyum sembari mengunci keberadaan sang target yang berada di genggamannya saat ini, mengabarkan kepada seseorang dan ingin melangkah untuk persiapan.


Tanpa disadari oleh Siska, seseorang juga mengawasinya dari jauh  Segera mengikuti kemana dia itu pergi.


 "Ternyata dia sudah keluar dari penjara, sangat menarik. Aku akan memanfaatkan wanita itu." 


Siska yang ingin pergi langsung dicegat oleh dua orang pria berbadan besar, dia sangat kaget dan hendak lari  Tetapi terlambat, saat salah satu dari pria yang mencegahnya. "Siapa kalian?" ucapnya yang sangat takut, namun berusaha untuk tetap kuat agar tidak terlihat lemah.


"Kamu harus ikut dengan kami!"


"Katakan dulu siapa kalian? Baru aku ikut."

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lagi, dua pria itu memukul tengkuk leher Siska hingga tak sadarkan diri dan membawanya masuk ke dalam mobil hitam. 


__ADS_2