Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 100 Penyerangan


__ADS_3

" Tidak ada yang lucu Abe, diamlah ! Otakmu terlalu kecil jika dibandingkan dengan kepintaran kaki tangan Arzallane. Jangan menyinggung mereka, jika tidak ingin hancur ! " peringat Duke, seorang sniper handal.


" Kau, Duke ! " tunjuk Abe sengit seraya menunjukkan tangannya ke wajah Duke, " Kau berdiri di pihak mana ? " sarkas pria tambun yang dipanggil Abe.


" Tenanglah paman tua ! Kau cukup nikmati masa tuamu dengan bersenang - senang dengan para jalangmu. Tak usah ikut campur dalam urusan klan ! Ku rasa tenagamu tak cukup kuat untuk mengangkat senapan kan ? Aku bahkan tak yakin kau bisa menyelesaikan satu ronde dengan para wanita itu hahaha .... " peringat Duke dengan cibiran sambil menyingkirkan telunjuk Abe yang masih mengarah ke wajahnya.


Kedua pria beda generasi itu memang tak pernah akur. Ada saja hal yang membuat mereka selalu berdebat hal yang tak penting.


" Cukup ! Jangan menambah keruwetan lagi Abe, Duke ! Cari tahu informasi tentang gadis itu ! Mengapa Tuan Stewardz menginginkan gadis itu ? Jaminan yang di berikan sebagai rewardz bukan main - main. Proyek megacity, menentukan siapa penguasa klan bawah sesungguhnya."


" Harusnya kalian cukup pintar untuk mencari celah. Bukan malah


Menjerumuskan kelompok ke dalam persaingan yang akan menghancurkan. Aku membangun klan ini bertahun - tahun dengan banyak tenaga dan darah dan kalian menghancurkannya hanya dengan iming - iming megacity. Oh shittt, " tukas pria itu dengan kemarahan yang masih tergambar di wajahnya.

__ADS_1


Kring. Kring.


Sebuah alarm terdengar begitu memekikkan telinga. Alarm sebagai tanda bahaya yang di pasang di gerbang utama jika ada sesuatu yang terjadi yang mengancam. Sebuah tembakan kecil akan meberikan sinyal yang cukup untuk mereka yang berada di dalam gedung dapat mengantisipasi keadaan.


Klan Silver Skull berada di pinggiran kota, sedikit jauh dari hunian penduduk dan hampir tertutup untuk umum lokasinya karena berada di tengah hutan terpencil pinggir pantai.


Keberadaan gedung minimalis yang di luar hanya seperti sebuah gudang terbengkalai yang tertutup tanaman menjalar menjadi salah satu hal yang membuat tempat itu sulit di temukan. Tetapi kini gedung yang tampak terbengkalai itu sedang di kepung beberapa jeep di luar.


Brak.


Suasana semakin kacau dengan alarm yang di pasang di gerbang utama memberikan sinyal tanda bahaya. Biasanya tanda itu terdengar ketika ada pasukan musuh datang menyerang.


Dor ... dor .... .

__ADS_1


Pria yang bernama Dorothy segera menekan beberapa tombol dalam layar monitor yang ada di hadapannya. Dan begitu tombol itu di sentuh, ruangan tempat mereka berdebat tadi bergerak, berputar sedikit seakan ruangan bergerak turun dan menutup di bagian atas menjadi lantai yang sudah banyak retakan dan terlihat kusam.


Ruangan tengah gedung yang tadi terlihat mewah dan berkelas dengan keamanan terbaik berubah menjadi dinding kusam yang nampak tak berpenghuni.


Klan Silver Skull termasuk kelompok dengan mode penyamaran yang paling tinggi di antara beberapa kelompok kelas bawah yang ada di dunia gelap. Cukup berisiko jika berhadapan dengan mereka. Sehingga menjadikan klan ini sebagai klan pembunuh bayaran yang paling sadis. Banyak kejahatan yang mereka lakukan dengan tangan terampil tanpa dapat terendus pihak kepolisian.


Sedang dipelataran luar nampak beberapa jeep yang mulai berdatangan. Beberapa orang dengan pakaian serba hitam dengan tutupan di depan wajah mulai menuruni kendaraan dan bergerak cepat menyisir ke dalam gedung terbengkalai itu.


Tak berapa lama terdengar beberapa kendaraan lain berdatangan lagi yang jelas merupakan klan lain yang juga sedang melakukan penyerangan.


***


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2