Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 82 Panas


__ADS_3


" Sial, " maki Alexander dalam hati. Tubuhnya tiba - tiba terasa panas karena berada cukup dekat dengan gadis di hadapannya. Sebuah suasana yang hampir belum pernah di rasakannya.


Alexander Moralez Arzallane adalah seorang casanova yang sering bermain wanita bahkan bergonta ganti pasangan, tetapi hampir tidak pernah sekalipun lelaki itu bermain dengan perasaan. Bercinta baginya hanyalah permainan satu arah, dirinya yang menjadi pusat kepuasan. Semua wanita yang di dekatnya hanya harus memuaskannya dengan oral tanpa melakukan penyatuan. Hampir tidak pernah bersentuhan di bagian tubuh yang lain karena Alexander termasuk lelaki mysophibia. Menganggap semua hal di luar dirinya adalah bakteri, sumber penyakit, hal yang menjijikan yang tidak pantas di sentuh. Ini hal yang mengerikan baginya karena begitu penyakit ini kambuh, walau pun sedang dalam posisi bercinta pun lelaki itu akan segera menyingkirkan sang wanita.


Bukan hal rahasia tetapi sudah menjadi pengetahuan umum bagi semua wanita yang berlomba naik ke atas ranjang sang tuan besar, mereka para gadis hanya di minta menyenangkan sang tuan tanpa boleh menyentuh bagian lain dari tubuhnya. Jika ternyata melanggar, laki - laki itu bisa berbuat lebih kejam dari pada monster.


Lelaki tinggi tegap itu menatap wajah gadis di hadapannya dengan lekat. Tak terasa bahwa kedua tangan kekarnya telah memeluk pinggang Kinara posesif. Hal yang hampir tidak pernah dilakukan pada seorang gadis manapun.


Kinara, seorang gadis dengan wajah cantik dan tubuh yang pas dalam pelukan. Kinara sosok gadis yang masih abu - abu dalam pandangan Alexander karena ada bagian yang hilang tentang gadis ini dalam ingatan Alexander. Ada rasa kedekatan yang di rasakan lelaki tinggi besar itu, tetapi juga sekaligus ada dendam yang terselip dalam ingatannya hingga kadang memicu sikapnya yang sering absurb.


Alexander menatap tak berkedip gadis di hadapannya. Menatap dengan tatapan dalam dan dingin, seakan ingij menyelami hati sang gadis dan menilik masa lalunya. Dan sang gadis pun menatap balik dengan berani. Rasa jengkel dan marah terjebak dengan sang tuan besar membuatnya marah. Apalagi dirinya menjadi alat pertukaran dari seorang Jefri Arkanzaz. Lelaki paling lucknut dalam hidupnya yang sudah beberapa kali menjualnya kepada beberapa tuan tanah di kota itu.


Kinara mengepalkan tangannya dengan kuat saat ingatannya akan dirinya di bawa paksa oleh Jefri Arkanzaz ke mansion sang tuan besar, Alexander Moralez Arzallane hingga pelariannya yang membuatnya beberapa kali jatuh dari tebing tinggi. Yang pertama hampir membuatnya menjadi gadis cacat tak dapat berbicara dan bergerak. Beruntung keajaiban masih menjadi miliknya. Tuhan memberikan kesembuhan dengan cara ajaibnya. Beruntung cacatnya bukan permanen.


Kinara menghela nafas jengah ketika menyadari bahwa tangan besar sang Tuan memeluk pinggangnya dengan posesif, padahal ada Han Liu, yang sekretaris di belakang tubuhnya.


" Tuan, " panggil Han Liu tiba - tiba mendekat ke arah Alexander Moralez.

__ADS_1


" Anda tidak ... . " sambung Han Liu tetapi kalimatnya belum selesai sebuah senjata melesat hampir mengenai bahu tuannya. Untung dengan cepat tangan kanannya menangkis lemparan pisau. Han Liu yang cukup terlatih untuk mendengar gerakan sekecil apapun. Inilah kelebihannya. Selain jeli dan tangkas juga termasuk penembak ulung.


Dor.


Suara desingan peluru terdengar dari kejauhan semakin mendekat ke arah mereka. Bahkan terdengar bersahutan. Saling berbalas.


Alexander Moralez Arzallane nampak terkejut, reflek tangan kokohnya semakin kuat memeluk Kinara dan menarik tubuh Han Liu ke arahnya. Tubuh mereka terhimpit pada celah pohon, dengan posisi Kinara berada di tengah antara Han Liu dan Alexander Moralez.


Han Liu mengetatkan rahangnya dengan keras. Sensasi yang sama saat tubuhnya berdekatan dengan Kinara.


Ada hawa panas yang mulai mendidih dalam darahnya.


Kinara tampak berjengit gelisah karena hawa panas yang tiba - tiba menyelimuti ketiganya. Kinara hanya mematung tak bergerak. Rengkuhan tangan kokoh di bahu dan pinggangnya benar - benar mematikan seluruh inderanya.


Sedangkan Han Liu yang berada di belakangnya pun tampak berusaha menahan tubuhnya tak terlalu menyentuh bahkan menekan punggung Kinara. Sang tuan hanya menatap Han Liu tajam memberikan peringatan tanda bahaya jika berani menyentuh gadisnya.


Dor. Dor.


Desingan peluru semakin mendekat.

__ADS_1


Han Liu memicingkan sudut matanya mengamati sudut terjauh dari arah jangkauan matanya. Beberapa orang bergerak acak terlihat berkelebat saling menyerang.


Dor.


" Akh, mmmphh ... ." Kinara hampir menjerit lagi ketika sebuah terjangan peluru terdengar dan menembus dada seseorang yang jaraknya cukup dekat.


" Sial, " maki Alexander marah. Dirinya ingin segera menghabisi mereka. Tetapi tak ada satu senjata pun dalam genggamannya.


" Hei, Anda mau kemana ? " cegah Kinara cepat sambil menarik lengan Alexander yang akan bergerak pergi.


" Tetap di sini ! Aku akan ambil senjata di sana, " bisik Alexander sambil menunjuk seseorang yang tergeletak di tanah tak jauh dari tempat persembunyian mereka.


" Jangan ! " cegah Kinara lagi sambil menarik ujung kemeja Alexander.


-- bersambung


Hai - hai reader terkece. Maafkan, karena ternyata kesibukan di real sangat menyita waktu saya sehingga terlambat up.


Tuan Besar up lagi. Jangan lupa koment. like dan votenya yah. Tetap dukung karya ini supaya saya tetap semangat up. terima kasih untuk semua dukungannya.

__ADS_1


Salam bahagia dan tetap sehat.


__ADS_2