Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 73 Bertemu


__ADS_3


Tubuh keduanya berhenti menggelinding saat menabrak sebongkah batu besar tepat sebelum tubuh mereka terhempas ke aliran sungai di bawahnya.


Tampak Kinara memeluk erat tubuh Ryan Juville. Matanya masih terpejam untuk mengurangi rasa takut dan trauma karena pernah terjatuh sebelumnya.


" Aaargghh, " Kinara mengeluh tertahan, ketika tubuh Ryan Juville menindihnya. Dengan kekuatan tersisa, gadis itu mencoba menggulingkan tubuh Ryan Juville yang masih terdiam tak bergerak di atasnya. Tapi tubuh itu tetap tak bergeming. Sepertinya lelaki itu masih tak sadarkan diri.


" Aaaawwww, " Kinara mengeluh tertahan lagi ketika usahanya menggulingkan tubuh Ryan Juville malah membuat lututnya yang robek berdenyut perih.


Kinara terdiam, sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal. Tubuhnya masih bergetar hebat dan ia merasakan bahwa sekujur tubuhnya mulai terasa remuk dan lemas tak bertenaga. Belum lagi kakinya yang tertindih batu akibat kerasnya tubuh mereka menabrak batu besar sehingga batu - batu di sekitarnya berjatuhan menimpa kaki Kinara.


***


" Anx, look at that ! Ada batu besar menggelinding dari atas. " seru Willy ketika matanya menangkap sesuatu yang menggelending dari tanah yang lebih tinggi hampir menuju tempat mereka berdiri.


Rombongan Han Liu memang bergerak cepat mencapai pinggiran hutan dengan batas aliran sungai di sepanjang pinggirnya. Perjalanan dari tempat mereka mendarat tadi sampai di pinggiran cukup cepat mengingat mereka adalah orang - orang handal yang terbiasa bergerak cepat dalam pekerjaannya. Dunia hitam banyak menciptakan orang - orang yang cerdas dan kemampuan bergerak di atas orang - orang biasa. Jika tidak mau di kelabuhi musuh berarti harus lebih pintar, jika tidak mau di bunuh maka bunuhlah musuhmu. Jika tidak ingin di serang maka seranglah. Semua harus cepat jika tidak ingin kalah.


Dan lagi mereka harus bergerak cepat untuk mengantisipasi beberapa drone yang berkeliling berputar untuk mengawasi jalan masuk ke area hutan. Bukan karena takut ketahuan tetapi Han Liu yang hanya membawa sedikit orang dalam misi pencarian Sang Tuan Besarnya berharap tidak ada


pertumpahan darah. Mengingat bagaimana hubungan antara Paman sang tuan besarnya yang sangat membenci mendiang Tuan Albert Arzallane.


Mereka masih berdiam di tempat mereka berdiri dengan sikap waspada sambil mengamati pergerakan yang terus meluncur ke bawah.


" Awas jangan sampai batu itu menerjang kita ! " seru seorang ketika matanya ikut melihat ada benda besar yang terus bergerak menggelinding dari atas.


Tanah tempat mereka berpijak memang sedikit lebih rendah dari bagian tanah yang lain. Tanah hutan larangan ini merupakan area perbukitan dengan sungai yang mengelilingi bahkan di ujung sedikit lebih masuk ke dalam hutan ada lembah yang cukup curam untuk membatasi pergerakan musuh yang akan mendekat ke area Rumah Sakit milik Soarez.


" Semuanya, awas merapat ke pinggir ! Ada batu besar yang menggelinding dari atas, " seru seorang anak buah mengingatkan rombongan untuk segera menyingkir sedikit ke tepi.

__ADS_1


" Bukan batu Will, " sanggah Derryan, seorang sniper handal - orang kepercayaan Han Liu. Mata jelinya menangkap sesuatu yang menggelinding bukanlah batu besar tetapi seseorang yang jatuh menggelinding. " Itu orang, Will. " sambungnya lagi.


" Seseorang sedang terjatuh ... . "


" No, dua orang ... . "


Mereka menatap pada sesuatu yang menggelinding dari atas dengan cepat, meluncur ke arah tepat di mana mereka sedang berdiri.


Bruk.


Benda besar yang menggelinding itu menabrak batu besar di pinggir pembatas aliran sungai sebelum mencapai beberapa orang yang sedang terdiam mengamati.


Anx menatap tajam ke arah batu besar itu dan bergegas bergerak maju sedikit berlari untuk mencapai ke arah sesuatu yang mereka lihat tadi. Dirinya cukup penasaran.


" Aakhh, Nona ? " seru Anx terkejut ketika mencapai arah pergerakan yang terhenti tadi -setelah menabrak batu tentunya.


Kinara masih memejamkan mata. Nampak tubuh kecilnya masih bergetar menahan rasa takut dan kebas serta rasa remuk di sekujur tubuhnya akibat terjatuh untuk kesekian kalinya.


" Akhhh, " desisnya lirih. Rasa perih dan remuk di sekujur tubuh mulai menyerangnya dengan sangat.


Anx, salah satu dari rombongan Han Liu bergerak menolong Kinara dengan mengangkat tubuh seseorang yang masih berada di atas gadis itu yang masih tak bergeming. Tapi sepertinya Anx sedang mengalami kesulitan karena banyak bebatuan yang menindih kaki keduanya.


" Hei cepatlah, bantu ! " teriak Anx. Ternyata tangannya tak cukup kuat mengangkat tubuh laki - laki yang berada di atas tubuh Kinara. Itu karena posisi mereka sedikit terhimpit batu besar.


" Sakit, " rintih Kinara perlahan. Kakinya terjepit batu.


" Sebentar, Nona ! Bertahanlah ! "


Beberapa orang, termasuk Han Liu bergerak cepat mendekati ke arah Anx. Mereka bergerak cepat untuk menolong.

__ADS_1


Dan seorang Han Liu cukup terkejut ketika mendapati Nona yang mereka cari selama ini sedang bersama Ryan Juville, dokter pribadi sekaligus sahabatnya dan sang Tuan Besar, Alexander Moralez Arzallane.


" Nona Kinara ? " Pandangan mata Han Liu tampak masih tak percaya menatap gadis di hadapannya yang terduduk lemah. Han Liu merasakan hangat dan bahagia bercampur kelegaan yang teramat sangat. Tanpa sadar lelaki dingin dan datar itu memeluk tubuh Kinara dengan perasaan campur aduk. Sesekali tangannya mengelus punggung gadis itu.


Nampak laki - laki itu memeluk Kinara dengan penuh kerinduan.


" Akkkhh, " desis Kinara tertahan ketika tanpa sadar tubuh Han Liu sedikit menekan lututnya yang robek.


Han Liu nampak terkejut dan segera mengamati seluruh tubuh Kinara yang sepertinya sedang tidak baik - baik saja. Rasa khawatir Han Liu segera


muncul ke permukaaan, nampak dari cara pria itu menatap Kinara dengan mata sendunya. Dan dengan perlahan tangan Han Liu menyingkap sedikit gaun Kinara yang lusuh.


Deg.


Ada luka robek di lutut yang mulai terbuka lagi. Darah seger masih merembes ke permukaan kulitnya.


" Bagaimana kabar Nona ? Apakah Nona baik-baik saja selama ini ? Nona kemana saja beberapa waktu lalu ? Saya sangat khawatir ketika Nona di culik waktu itu, akses Nona benar - benar tertutup. Orang yang saya tempatkan mengikuti Nona pun tidak memberikan kabar apapun. " Han Liu menarik nafas sebentar, " Bagaimana bisa bersama dengan Ryan Juville, Nona? Apa ada yang sakit Nona ? " Tanpa sadar Han Liu mengeluarkan banyak pertanyaan sambil meneliti tubuh Kinara bersamaan dengan tangannya yang bergerak menyentuh pinggiran luka di lutut gadis itu.


~ Bersambung


😎 Hai reader terlope, maaf ya kemarin tidak sempat up karena sedang ada acara keluarga yang tidak bisa di tinggalkan. Untuk gantinya saya usahakan hari ini double up, sore atau malam nanti.


Tetap dukung author ya dengan like n coment, gift or votenya.


Terima kasih 😎


Tetap jaga kesehatan dan prokes ya.


God bless.

__ADS_1


__ADS_2