Tuan Besar

Tuan Besar
Bab 79. Bertemu


__ADS_3


Han Liu bergerak cepat berlari ke arah Kinara begitu teriakan gadis itu sampai ditelinganya dan tanpa pikir panjang Han Liu menendang lelaki yang sedang mengungkung Kinara dengan berat tubuhnya.


Han Liu dengan penuh emosi menendang dan memukul tubuh yang sempat berada di atas Kinara.


Buah. Bugh.


Han Liu memukul dengan emosi yang berlebih. Darahnya seketika memanas ketika di lihatnya ada seorang lelaki sedang menindih tubuh Kinara. Ada perasaan tidak terima dan rasa marah yang langsung meledak sehingga tanpa pikir panjang Han Liu menerjang sang lelaki.


" Sialan, siapa yang berani memukulku ? " Sang lelaki yang terkena pukulan Han Liu mengumpat marah. Tubuh tegapnya yang masih lemas terjajar ke belakang. Sedikit terjengkang menerjang bebatuan. Sudut bibirnya bahkan pecah terkena bogem mentah Han Liu.


Bruggh.


" Shhhiit ! Han Liu !!? " suara bariton yang dalam mengeram marah terdengar ketika di dapati sang sekretaris sedang bersiap akan menerjang lagi ke arahnya.


Han Liu tersentak kaget ketika menyadari suara bariton di depannya.


" Tuan ? Anda ? Akh, maafkan saya ! Saya tidak tahu jika lelaki yang ... . " ucap Han Liu sedikit tergagap dan terkejut.


" Maafkan, saya ! Saya tidak tahu jika Anda yang ... . Menindih Nona. Ehm, bagaimana kabar Anda, Tuan ? Apa ada yang sakit ? " Han Liu bertanya dengan rasa bersalah dan tubuhnya reflek mendekati sang Tuan Besar untuk mengecek kondisinya

__ADS_1


" Hemm, " Alexander menatap tajam Han Liu dan mengibaskan tangannya meminta laki - laki didepannya untuk berhenti berbicara dan menghentikan pergerakan langkah Han Liu yang mendekatinya.


" Dia ? " Alexander Moralez menunjuk ke arah Kinara, " Mengapa dia bisa di sini ? Bukankah seharusnya ada di mansion ? " sebuah pertanyaan yang menyudutkan Han Liu terlontar.


" Maafkan saya, Tuan ! Saya tidak bisa menjaga Nona Kinara dengan baik. " jawab Han Liu sambil menunduk.


" Lalu ? " Alexander menatap Han Liu denngan tajam. Seakan sedang menyalahkan sang sekretaris karena di anggap lalai dalam menjalankan tugas.


" Nona Kinara di culik beberapa waktu lalu oleh Tuan Daniel Grase, keadaan sangat kacau setelah Anda pergi. Ada mata - mata dalam mansion. Saya bertemu Nona saat di tengah hutan bersama Dokter Ryan yang sedang terjatuh di lembah bawah sana. Saya mencari keberadaan Anda di hutan setelah saya menerima pesan yang meminta saya menhemput Anda di taman dekat Rumah Sakit. Pesan itu juga meminta saya untuk membawa anak buah, " lapor Han Liu singkat.


Alexander Moralez nampak terdiam mencerna laporan yang disampaikan oleh Han Liu. Terasa aneh, karena laki - laki itu tidak memegang ponsel untuk mengabarkan keadaan dan posisinya. Siapa yang melakukan ? Sebuah pertanyaan menjadi tanda tanya besar di benak Alexander Moralez. Apakah ada orang baik yang sudah menolongnya lagi ?


Alexander menghela nafas berat dan kemudian pandangan matanya yang tajam menatap ke arah gadis cantik yang sedang berdiri tak jauh darinya. Di dapatinya wajah Kinara tampak pucat dan masih terlihat ada ketakutan yang tergambar jelas di wajahnya. Gadis itu juga masih menunduk dan menjalin jari jemarinya menjadi satu dengan erat. Ada ketakutan dan kegugupan dari gesture tubuhnya.


Alexander Moralez tersenyum smirk. Ada rasa aneh menjalar dalam hatinya sesaat ketika melihat kembali wajah gadis di depannya yang sedang melamun.


Sesaat suasana hening dengan pikiran masing - masing. Han Liu nampak ingin banyak bertanya tentang keadaan Sang Tuan Besar tetapi diurungkannya ketika mendapati gerakan tangan yang mengibas untuk dirinya berhenti berbicara.


" Ehm, maafkan saya, Tuan tetapi akan lebih baik jika kita cepat bergerak pergi meninggalkan tempat ini. Saya tidak membawa banyak pasukan. Karena mansion perlu banyak penjagaan dan beberapa anak buah tersebar di cabang untuk pengamanan selepas Anda menghilang beberapa waktu lalu, Juga ternyata banyak anak buah yang menjadi mata - mata musuh. " ujar Han Liu memecah suasana.


Alexander menatap tajam ke arah Han Liu dan Kinara secara bersaman. Sehingga reflek Kinara merengsek bergerak mendekati Han Liu untuk meminta perlindungan.

__ADS_1


" Tuan, " tanpa sadar Kinara bergerak mendekati Han Liu dan menarik ujung kemejanya. Terlihat wajah ketakutannya. " Saya takut, " bisik Kinara perlahan.


" Ehem, " Alexander Moralez berdehem keras saat matanya mengamati gadis cantik itu mendekati Han Liu.


Hati Alexander memanas dan dengan kasar menarik tangan Kinara yang tadi sempat menarik ujung kemeja Han Liu.


" Aakhhh, " jerit Kinara terkejut. Tubuhnya tampak tersentak ke arah Alexander karena gerakan kasar dan kuat yang dilakukan lelaki itu.


Han Liu hanya menarik nafas perlahan memandang ke depan. Terasa patah hati, dan sedikit tak nyaman hatinya.


" Saya kalah sebelum bertanding, Nona Kin, saya harus rela hanya memandang Anda dari jauh, " bisik Han Liu dalam hati dengan mengepalkan tangan di samping tubuhnya untuk menetralkan kembali suasana hatinya yang memburuk.


" Kau berjalan bersamaku ! Kau harus bertanggung jawab memapahku karena kau yang menabrakku ! " kata Alexander dingin ke arah Kinara.


" Tapi Tuan, kaki Nona Kinara sedang ... ." ucap Han Liu memperingatkan.


" Apakah aku meminta pendapatmu, Han ? " tanya Alexander berat dengan tatapan tajam.


" Maaf, Tuan saya tidak berani. " jawab Han Liu dengan sedikit membungkukkan badannya. Bagaimanapun ucapan Sang Tuan adalah sebuah perintah.


-- bersambung

__ADS_1


Hai - hai reader terkece. Tuan Besar up lagi. Jangan lupa koment. like dan votenya yah. Tetap dukung karya ini supaya saya tetap semangat up. terima kasih untuk semua dukungannya.


Tetap bahagia dan salam sehat buat semuanya.


__ADS_2