Tuan Besar

Tuan Besar
Bab 70. Rasa Indah


__ADS_3

Kinara memejamkan matanya. Mengingat banyak peristiwa dari masa lalu yang membuatnya memasuki kawasan gawat darurat untuk nyawanya. Beberapa kali hampir mati terbunuh dan terjebak dengan banyak pria hasil dari seorang Jefri Arkanzaz yang memgumpankan dirinya sebagai alat pelunas hutang. Beberapa kali berlari dari para pengejar debtcolector.


" Hutang sialan yang membuat hidupku jadi tidak tenang. Dasar perempuan monster. Nenek lampir. Gara - gara Kau, aku jadi seperti seorang pesakitan, " umpat Kinara jengkel sambil meremas ujung gaunnya yang sudah penuh dengan noda darah dari luka di lututnya.


" Hei tunggu, di sana ada siapa ? " Mata bening Kinara mengerjap sesekali dari cahaya matahari yang semakin terik. Matanya mengawasi sebentuk tubuh yang nampak sedang tergeletak tak jauh darinya dekat dengan akar pohon yang menonjol di tanah.


Dengan sedikit menguatkan tubuhnya, Kinara beranjak berdiri menghampiri sosok tubuh seseorang. Langkahnya sedikit tertatih karena lututnya masih sangat nyeri. Darah pada lututnya masih sesekali menetes.


" Hah ? " Kinara menatap tak percaya pada tubuh di depannya.


" Tuaaaannnnn !!! Huaaaaa... . " Kinara menangis histeris ketika tangannya dengan susah payah berhasil menggulingkan tubuh yang tergeletak di dekatnya.


" Huaaaaa ... Tuannnnn ! Jangan mati ! Jangan tinggalkan aku ! Huaaaa ... Tuannn !! Bangun !! Jangan mati !! " Kinara mengguncang kasar tubuh yang diam tak bergerak di sampingnya.


Kinara terus menjerit dan menangis histeris dan mengguncang kasar tubuh laki - laki di depannya.

__ADS_1


" Siapa yang akan menjagaku ? Yang mencarikanku makan ? Siapa yang menemaniku memanjat pohon ? Siapa yang akan menolongku kalau ada binatang buas ? Huaaaa ... tuan !! "


" Akh, bbberisik ! Kin, shut up ! " Ryan Juville akhirnya mengerjapkan matanya sesaat setelah tubuhnya mendapat guncangan kasar berulang kali. Tubuh gagahnya merengsek bangun membuat Kinara yang masih menangis terkejut dibuatnya.


" Akh, Tuannnn, syukurlah, akhirnya Kau tidak mati, " ungkap Kinara dengan senang dan tanpa sadar tubuhnya langsung memeluk Ryan Juville.


Untuk sesaat tubuh Ryan Juville terhuyung ke belakang saat tubuh Kinara dengan rasa senangnya menghambur memeluknya. Tubuh Ryan Juville tiva - tiba menegang karena bersentuhan dengan Kinara.


Ryan Juville memejamkan matanya menikmati sensasi indah di relung hatinya. Ada rasa indah yang tiba - tiba hadir. Berdekatan dengan wanita Sang Tuan Besar ternyata membuat jantungnya tidak baik. Selalu berdetak dengan kencang dan menimbulkan perasaan aneh dalam hatinya.


Terlambat sedetik saja, Ryan Juville pasti akan terhanyut dengan rasa indah yang tiba - tiba menghantamnya.


Kinara adalah seorang gadis yang cantik dengan kulitnya yang bersih, lekuk tubuhnya yang membuat susah menelan saliva. Sosok sempurna untuk seorang laki - laki normal sepertinya. Yang tidak normal adalah bahwa sosok yang menimbulkan rasa indah ini adalah milik Sang Tuan Besar, sahabat sekaligus orang yang paling berarti dalam hidupnya. Sangat tidak mungkin untuk merampasnya setelah dirinya menjadi penghianat bagi persahabatan mereka.


Beberapa kali Ryan Juville menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan semua rasa indah yang mulai mekar.

__ADS_1


" Akh, mmaaaff, " cicit Kinara setelah sadar karena telah memeluk laki - laki tampan di depannya. Matanya mengerjap malu.


" Kau menyukaiku, honey ? " tanya Ryan Juville sambil mencolek dagu Kinara. Senyum smirk tercetak di ujung bibirnya


Nampak Kinara sangat terkejut ketika tangan Ryan Juville mencolek dagunya


Plak.


" Kurang ajar. Jangan colek - colek ! " dan tanpa sadar dengan kekuatan penuh Kinara menampar Ryan Juville.


" Aaaawwww, shiittt. Sakit Kin, " umpat Ryan Juville ketika tamparan tangan Kinara mengenai sisi pipi yang tergores batu ketika dirinya jatuh dari atas tebing.


" Kau ini. Tak bisakah membedakan mana yang serius dan bercanda Kin ? "


" Habiiiss .. Tuaan kurang ajar. " cicit Kinara dengan takut

__ADS_1


__ADS_2