Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 95 Terlihat Kacau


__ADS_3

Tok. Tok.


Alexander masih asyik dengan benda kenyal dalam genggamannya ketika sekali lagi bunyi ketukan pintu terdengar tidak sabaran.


Tok ... Tok ....


" Aaarrgh, " Alexander menggeram frustasi ketika bunyi ketukan pintu masih terdengar bahkan bunyi ponselnya pun ikut menginterupsi kegiatannya.


" Damn it ! " makinya dengan rahang mengeras. Dengan malas pria itu melepas sesapannya pada benda kenyal yang mulai menjadi candunya bahkan pria itu segera berdiri, beranjak dari atas tubuh Kinara. Tanpa memperbaiki kemejanya yang kusut, ia melangkah pergi tapi sedetik kemudian ia berbalik dan nelangkah cepat ke sisi ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Kinara.


Terlihat gadis itu masih mematung, tak bergerak, sepertinya gadis itu masih cukup terkejut dengan apa yang terjadi. Tapi begitu selimut menutup tubuhnya hingga dada tampak gadis itu menarik nafas lega, terbebas dari kukungan sang tuan besar.


" Awas kau nanti malam, " bisik Alexander seduktif di telinga Kinara sebelum pria itu benar - benar pergi. Pria itu masih sempat menjilat telinga Kinara dan mencium singkat bibirnya.


Kinara hanya terjengkit perlahan, bulu kuduknya meremang dengan sangat. Sensasi dan gelenyar aneh kembali menyerang tubuhnya, bahkan rona merah kembali membuat pipi putihnya nampak semakin mempesona.


Alexander mengacak rambut Kinara dan berlalu dengan tanpa bicara.


***


" Bagaimana Franz, kau menemukan putriku ? " Seorang pria bertanya dengan mata kelamnya yang tampak tak sabaran menunggu jawaban sang anak buah.

__ADS_1


" Menurut informan putri Tuan ada di mansion Alexander Moralez, "


Brak.


" Xander ? "


" Kau yakin ? "


" Silahkan Tuan baca dan perhatikan bukti keberadaan Nona ... . "


" Sialan. "


" Tapi Tuan, apakah Anda yakin Nona ... . "


***


" Tuan, maafkan saya ! Saya meng.. . "


Bugh. Bugh.


" Kau mengacaukan kesenanganku, Han. " sambar Alexander dengan emosi sembari melayangkan bogem mentah ke arah perut Han Liu. Han Liu tampak hanya mengeratkan rahangnya menahan rasa sakit di ulu hatinya.

__ADS_1


" Sekali lagi kau merusak kesenanganku, ku kirim ke Antartika, Han. "


" Ampun, Tuan ! " Han menundukkan kepala dan sedikit menaikan ujung bibirnya. Untunglah ia tepat waktu, semoga Anda tidak apa-apa Nona. Saya akan mencoba menjaga Anda dengan cara saya. Bertahanlah ! Suatu saat saya akan membawa Anda keluar dari tempat ini jika Anda tidak bahagia.


Bugh.


" Jangan pernah menggunakan otakmu untuk mencoba merencanakan apapun. Jangan pernah berpikir untuk membawanya pergi dari sisiku, Han ! " peringat Alexander dengan tatapan tajam.


" Apa agendaku hari ini, Han ? "


" Anda ada pertemuan dengan Tuan Daniel Grase, Maxwell Corp dan jamuan makan malam dengan Antony Corp. "


Alexander tersenyum samar ketika pikirannya kembali mengingat insiden yang baru saja terlewati.


" Tuan, Anda mendengarkan saya ? " tanya Han Liu ketika mata sang sekretaris menatap sang tuan besar malah berjalan dengan senyum yang menurutnya aneh, karena selama ini pria sang pemilik nama lengkap Alexander Moralez Arzallane hampir- hampir tidak pernah tersenyum seperti yang ia lihat barusan. Rata - rata senyum yang ditampilkan adalah senyum smirk karena aroma darah atau senyum kebengisan.


Han Liu hanya melangkah tanpa bicara hendak menuju ruang tamu. Tapi sebelum masuk ke dalam lift, pria itu kembali menoleh untuk menatap sejenak penampilan sang tuan besar, terlihat sang tuan besar nampak tidak fokus bahkan pria penyuka kebersihan itu tidak memperhatikan penampilannya yang berantakan. Dasi yang kendur, kemeja yang kusut bahkan ujungnya sudah keluar dari celana bahan tang dikenakannya. Han Liu menggeleng sebentar memperhatikan sang tuan besar.


" Tuan, bisakah Anda memperbaiki penampilan Anda, Anda tampak sangat kacau, "


Alexander hanya menghela nafas jengah, ingatannya kembali ke ruangan dimana gadis ceroboh itu yang dengan percaya dirinya berjalan tanpa sehelai benang hingga membuatnya menjadi ingin menerkamnya. " Akh, shitt, " Alexander menggumam menahan hasrat yang kembali membuat tubuhnya panas.

__ADS_1


Dengan tergesa pria sang pemilik mansion itu melangkah berbalik menuju kamarnya untuk mengganti kemeja dan jasnya. Sepertinya pria itu juga memerlukan mandi untuk meredam sesuatu yang mulai bangkit hanya dengan mengingat sang gadis ceroboh itu. " Awas kau, Kinara, habis kau malam ini. " batin pria itu penuh tekad.


" Apakah saya perlu menyiapkan gantinya, Tuan ? " Han Liu bertanya untuk memastikan sang tuan besar yang nampak kacau dengan hasratnya. Yah Han Liu sadar, pria bernama Alexander Moralez Arzallane adalah pria normal yang juga memerlukan pelepasan tetapi ini pertama kalinya pria itu tampak kacau hanya karena seorang gadis.


__ADS_2