Tuan Besar

Tuan Besar
Bab 56. Kemarahan Besar


__ADS_3

Di lain tempat di sebuah villa Daniel Grase sedang terjadi kericuhan karena keberadaan seorang Kinara yang menghilang dari mansion.


" Bodoh ! " teriak Daniel Grase penuh kemarahan. Suasana kamar sudah hancur berantakan karena Daniel Grase melampiaskan kemarahannya dengan merusak barang dengan membabi buta.


Beberapa maid, perawat dan petugas jaga sudah berjajar rapi dengan menundukkan kepala karena ketakutan.


Seorang Daniel Grase dikenal sebagai orang yang sangat temperamental, dan dikenal sebagai seorang yang berkepribadian ganda atau multiple personality disorder.


Kepribadian ganda adalah suatu gangguan yang dimiliki oleh seseorang yang ditandai dengan adanya dua atau lebih status kepribadian yang berbeda. Gangguan identitas disosiatif, sebelumnya disebut gangguan kepribadian ganda, biasanya merupakan suatu reaksi terhadap trauma sebagai cara untuk membantu seseorang menghindari kenangan buruk. Kadang menjadi pemicu seseorang untuk menjadi pribadi lain yang dianggap lebih baik dari dari yang sebenarnya sehingga jika suatu kondisi tertentu yang memicu tekanan seseorang tersebut akan memunculkan kepribadian lain yang lebih dominan.


Pribadi Daniel Grase yang biasanya hangat dan berwibawa menguap begitu saja berganti dengan pribadi yang sangat menyeramkan.


Dan hal yang paling menakutkan bagi seluruh penghuni villa Grase saat ini adalah sang pemilik villa sedang dalam posisi dominan yang menakutkan.


" Bodoh kalian semua ! " Daniel Grase berteriak dengan amarah yang sangat mengerikan. Nampak mata Daniel Grase memerah dengan wajah beringas yang siap membunuh.


Bugh. Bugh. Bugh.


Daniel Grase meraih seorang penjaga dan memukulnya dengan membabi buta hingga tubuh penjaga tersebuh terlempar jauh karena tendangan seorang Daniel Grase.


Beberapa maid sudah menangis dan gemetar ketakutan. Ini merupakan suasana yang mencekam. Memang bukan yang pertama suasana seperti ini tapi peristiwa yang sama mencekamnya terjadi belasan tahun lalu.

__ADS_1


Dorr. Dorr.


Daniel Grase menembak beberapa penjaga dan maid yang paling dekat dengan tempatnya berdiri.


" Bodoh ! Bagaimana mungkin seorang gadis cacat yang tidak bisa berjalan bisa kabur dari ranjang. **** !!! Brengsek kalian. " Daniel Grase memaki dengan wajah garang. Tangannya sesekali mendorong maid hingga jatuh terjerembab.


" Akh, proyekku gagal ! Bodoh kalian, "


" Bagaimana kalian bisa buta menjaga seorang gadis lumpuh pun tak bisa. Bodoh. Dasar bodoh ! " Daniel Grase mengumpat dengan kemarahan yang luar biasa.


Prang.


Beberapa gucci mahal sudah hancur karena tendangan Daniel Grase yang membabi buta.


" Bodoh ! Kenapa masih diam dan tidak bergerak. Cepat cari ! "


" Aku tidak mungkin kehilangan gadis itu. Bukan cuma sekedar mega proyekku yang gagal, tapi gadis itu pemegang kunci semua teki - teki chip yang selama ini kucari. Gadis itu harus kutemukan. Segera, "


Nampak wajah Daniel Grase terlihat dingin dan sangat berantaka penampilannya. Tangan kekarnya menyugar rambut dengan kasar.


" Aku harus menemukan gadis itu, bagaimanapun caranya. " Daniel Grase menendang seorang maid hingga tersungkur dan melangkah pergi menuju halaman dan dengan kasar melajukan mobil sportnya membelah jalanan kota mencari Kinara.

__ADS_1


***


" Kau brengsek Jef ! " susah payah Kinara mencoba melepaskan ikatan di tangannya yang tertaut pada kursi yang didudukinya.


" Hahaha ... Kau tahu sayang ? Aku tidak tahu hal spesial apa yang membuatmu banyak digilai pria - pria kaya, selain wajah cantik dan kulit mulusmu ... . " tawa Jefri Arkanzaz menggema di seluruh ruangan sembari tangan kekarnya mencengkeram dagu Kinara.


Jefri Arkanzaz mengamati wajah cantik dalam genggamannya. Tiba - tiba dirinya merasa sesak pada miliknya. Jefri begitu menginginkannya. Jefri dengan rakus meraup bibir Kinara dan menyerangnya dengan membabi buta. Tanpa sadar Jefri Arkanzaz melepas tali pada kursi dan menarik tubuh Kinara dan menghempaskannya di atas ranjang. Jefri dengan kasar menindihnya dan masih berusaha mencecap rasa manis yang sempat dirasakannya sekilas lalu.


Kinara memberontak ketakutan. Tubuhnya gemetar dan terus berusaha melepaskan cekalan tangan Jefri Arkanzaz yang semakin kuat mengunci kedua tangannya ke atas.


Kinara hampir menangis ketakutan. Tenaganya telah habis untuk berlari semalam dan kini tubuh kekar Jefri Arkanzaz sedang menindihnya dengan seluruh kekuatannya.


Jefri masih berusaha menciumi Kinara dengan rakus. Tangan kanannya sudah bergerilya membelai kulit putih Kinara.


Kinara berteriak minta tolong. " Tolong !! Akh, Lepaskan ! Jefri sialan, tolong ! "


" Berteriaklah sayang ! Suaramu sangat merdu, Um. ****, " Jefri mengumpat sambil terus mencium ceruk leher Kinara. Jefri Arkanzaz benar - benar telah terbakar dalam nafsu bejadnya.


Jefri menarik gaun Kinara dan hampir membuatnya terlihat tubuh mulusnya.


Bugh. Bugh. Bugh.

__ADS_1


Sebuah balok kayu besar menghantam tengkuk Jefri Arkanzaz hingga laki - laki itu terkapar tak berdaya.


Kinara menjerit histeris.


__ADS_2