Tuan Besar

Tuan Besar
Bab. 74 Kemarahan


__ADS_3


Han Liu menatap Kinara dengan penuh perasaan. Tetapi detik berikutnya laki - laki itu segera mengubah cara pandang matanya, kembali datar. Dia tak mau gadis di hadapannya merasa tidak nyaman berada di dekatnya.


Laki - laki itu merasakan hatinya sedikit bergetar dengan perasaan baru yang belum pernah di rasakannya. Yah perasaan yang sama yang pernah ada saat pertama kali bertemu dengan gadis itu saat di kediaman sang Tuan besar, Alexander Moralez Arzallane. Perasaan yang coba ia enyahkan karena gadis dihadapannya adalah gadis yang diinginkan sang Tuan Besar.


Han Liu membantu Kinara untuk duduk, sedikit bersandar pada dahan pohon besar tepat di samping batu tadi. Gaun dan penampilan gadis itu sangat berantakan dan memang Kinara dalam kondisi sedang tidak baik - baik saja. Han Liu menatap Kinara dengan rasa khawatir - bagaimana bisa gadis itu jatuh untuk kesekian kalinya dari tempat tinggi ? Pasti Nona sangat ketakutan dan trauma. Batin Han Liu masih sambil memgamati gadis di hadapannya dengan pandangan mata tak terbaca.


Han Liu meneliti tubuh Kinara dengan cermat, dan tangannya menyentuh lutut gadis itu, sambil menyingkapkan sedikit ujung gaunnya ke atas.


" Maafkan saya, Nona ! "


" Eh...hmmm, " gumam Kinara antara sadar dan tidak.


" Anx, kotak obat ! " minta Han Liu masih sambil menyentuh lutut Kinara. Dengan hati - hati laki - laki itu mulai membersihkan luka pada lutut Kinara dan beberapa tempat bagian kulit Kinara yang dapat terjangkau oleh pandangannya. Siku tangan, pelipis ada luka robek, bahkan terlihat lebam kebiruan di beberapa bagian permukaan kulitnya.


" Bagaimana bisa bertemu dengan Ryan, Nona ? " selidik Han Liu sambil membalut luka Kinara.


Gadis itu nampak hanya memejamkan mata menahan rasa perih dan ngilu secara bersamaan. Kinara hanya terdiam, masih mengatur nafasnya yang masih tesengal - sengal. Tubuhnya pun masih bergetar.


" Aku kabur dari kediaman Tuan Danuel Grande ... . " ucap Kinara dengan lirih beberapa saat kemudian.


Han Liu menatap sekejap ke arah wajah Kinara. " Danuel Grande ? Saya baru mendengar nama itu. Apakah Anda mengenalnya, Nona ? "


" Ehm, iya Danuel Grande ehm ... Daniel ya ... ya ... Daniel Grase. Tidak, aku tidak mengenalnya Tuan. " ucap Kinara memperbaiki kalimatnya.


" Sebenarnya laki - laki itu baik, karena memberikan perawatan dengan dokter dan perawat untuk menyembuhkan kakiku yang sempat tidak bisa digerakkan beberapa waktu lalu. Apalagi aku juga tidak bisa berbicara ... hanya pada suatu malam aku mendengar jika aku akan di berikan kepada seseorang sebagai pelicin proyek. Proyek Megan. " Kinara menjeda kalimatnya, sedikit berpikir mengingat sesuatu. Tubuhnya masih bergetar walau tak seintens tadi.

__ADS_1


"Arrghh bukan, megacity sepertinya. " lanjut Kinara dengan lirih. " Kepada Tuan Sweater. "


Han Liu mengerutkan dahinya, " Tuan Sweater ? Siapa lagi dia ? "


" Kau kenal Sweater, Anx. " mata Han Liu beralih kepada anak buahnya yang bernama Anx.


" Tidak. "


" Sweater ... Stewards mungkin, maksud Nona Kinara, " ujar Derryan ikut menimpali.


" Akhhh, iya dia. Stewards. Aku ingat. Dia, Tuan. " Kinara membuka matanya perlahan dan mengerjapkan matanya


memandang Han Liu.


" Jangan panggil saya Tuan, Nona ! Panggil nama saya saja ! " sambung Han Liu lagi. Matanya sedikit terpana ketika pandangannya bertubrukan dengan mata sendu Kinara.


Hanya sesaat, karena beberapa detik kemudian Kinara memejamkan matanya kembali.


Dengan cekatan Han Liu memposisikan dirinya untuk duduk di samping Kinara dan menyandarkan kepala gadis itu di pundaknya.


" Bagaimana kondisi Ryan, Anx ? " Han Liu bertanya dengan perlahan takut suaranya akan membangunkan Kinara.


" Masih belum sadarkan diri, Sekretaris Han, sepertinya kondisi Tuan Ryan juga sedang tidak baik. Tubuhnya demam panas. Ada beberapa luka terbuka di lutut dan pelipisnya. "


" Hhhmm, apakah kalian membawa obat penurun panas ? "


" Ada, " sambung Derryan yang sejak tadi sedang membersihkan luka pada tubuh Ryan Juville. " Atau bagaimana kalau kita bawa Nona dan Tuan Ryan kembali ke mansion ? "

__ADS_1


***


" Bagaimana kalian bisa menemukan dan menangkap bajingan itu kan ? " tanya seorang laki - laki setengah baya dengan mimik wajah penuh murka. Tangannya berulang kali mengepal untuk menyalurkan emosi yang sejak beberapa waktu lama membakar hatinya. Ketika untuk pertama kalinya wanita yang di kasihinya kelojotan di atas brankar Rumah Sakitnya menahan rasa perih di seluruh tubuhnya akibat suntikan racun oleh seseorang.


" Maaf, Tuan. Kami gagal menangkapnya. " seorang anak buahnya menjawabnya dan menunduk dengan takut.


" Bodoh, Damn. Brengsek. " umpat Thomas dengan kasar.


" Tapi tenang saja, Tuan. Alexander tidak akan mungkin bisa keluar dari lorong itu dengan selamat. Karena sebelum dia mencapai pintu rahasia di ujung lorong, dia terjatuh di lubang sempit. Bukankah itu sumur tua yang membuat keluarga dari kakak Anda meninggal lima tahun lalu. " ujar Ansell, seorang kepercayaan Thomas Soarez menengahi. Mereka tak berharap jika kegagalan mereka menangkap Alexander Moralez membuat mereka kehilangan nyawanya.


Sosok Thomas Soarez adalah laki - laki dingin dan licik, juga seorang yang sangat kejam. Dia bisa melakukan apa saja karena kemarahannya yang kadang tak terkontrol. Belum lagi jika laki - laki itu sudah membenci seseorang, bahkan sampai anak cucunya pun pasti akan dibuatnya menderita. Terbukti dengan dirinya yang membantai habis keluarga kakaknya, Albert Arzallane.


Bahkan sifat yang mengerikan yang menjadi ciri khasnya, sifat psikopatnya. Sifat inilah yang membuat sang keponakan mengalami trauma dan kehilangan sebagian memorinya hanya dengan ujicoba serum pelumpuh ingatan di masa remaja sang keponakan. Mengerikan. Thomas Soarez adalah sosok yang mengerikan.


Hingga sekalipun banyak memiliki anak buah tetapi mereka hanya menjadi lebih tunduk bukan karena kecintaan, tetapi loyalitas yang terpaksa, karena mereka tunduk atau lebih tepatnya takut nyawa keluarganya terancam, karena nyawa mereka ada dalam genggaman tangan seorang Thomas Soarez.


Padahal dunia mengenal Thomas Soarez adalah sosok profesor yang ramah, dokter bedah yang cekatan yang memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Tetapi ternyata itu adalah topengnya untuk menutup jati dirinya dalam meracik banyak obat ilegal yang ia produksi dan jual di pasar gelap. Mafia kejam di dunia bawah.


" Aaarghhh, periksa seluruh lorong jalan rahasia dan temukan dengan segera ! Dia harus segera di tangkap. Aku akan membalas perlakuannya atas wanitaku. Aku tidak akan mengampuninya. Aku akan hancurkan hidupnya sama seperti Sam, lelaki brengsek yang sangat memuja bajingan Albert. Aaargh, "


Dug.


Sebuah tendangan telak ke bagian ulu hati, Thomas Soarez layangkan pada salah satu anak buah yang sedang berdiri dalam jarak terdekat dengan tempatnya berdiri.


Alhasil anak buah itu tersungkur di lantai dan muntah darah dengan hebat. Tak berselang lama tubuhnya mengejang dan tak bergerak sama sekali.


" Shhhhiiitt, kerjakan cepat ! Mengapa masih berdiri seperti kambing congek di sini. Dasar bodoh " serunya marah.

__ADS_1


~ Bersambung


😎 Hai reader semua, Terima kasih masih stay di sini. Tetap tunggu kelanjutannya ya.


__ADS_2