
Hari semakin terik, sengat panas matahari kadang menembus sela - sela pepohonan. Cukup menyilaukan dan membuat gerah. Sepertinya cuaca sedang tidak bersahabat. Beberapa kali mata Kinara mengerjap karena terganggu cahaya matahari yang menyilaukan dan mulai mengusik mata lelapnya. Sesekali bahkan tubuh Han Liu mengikuti arah cahaya matahari hanya untuk sekedar menutup supaya sinarnya tidak mengganggu tidur Kinara.
" Bagaimana Anx ? Dia sudah sadar ? " tanya Han Liu sambil menunjuk Ryan Juville yang masih menutup mata dan bersandar pada batang pohon.
Han Liu menatap datar tubuh Ryan Juville, sahabatnya. Sedikit aneh jika sahabatnya yang adalah seorang dokter ternyata sakit, ini bukanlah seorang Dokter Ryan Juville. Han Liu cukup tahu bahwa Ryan Juville adalah seorang yang sangat kompeten dalam menjaga tubuhnya sekalipun di tengah belantara, bahkan mereka pernah hidup di hutan tanpa persediaan makanan pun saat pelarian dulu dari ketiganya hanya Ryan Juville yang cukup kuat fisiknya dalam menghadapi keadaan sulit.
" Tubuhnya pun masih sedikit bergetar menggigil, demamnya cukup tinggi. " sambung Anx lagi.
" Hhhmm, Anx ... kau sudah memberinya obat ? "
" Hanya penurun panas tadi, "
Nampak Anx mengamati sekujur tubuh Ryan dengan pandangan meneliti.
" Ada yang aneh Anx ? " tanya Derryan ketika melihat Anx seperti sedikit mengamati tubuh Ryan Juville. Beberapa kali nampak Anx meraba pergelangan tangan laki - laki itu seperti sedang menghitung denyut nadinya.
__ADS_1
" Denyut nadinya terlalu cepat tapi kadang juga tak teraba ... . " Anx menjeda suaranya.
" Dia itu Dokter jadi pasti tahu menjaga diri, bahkan sangat tidak mungkin Dokter Ryan yang pernah mengikuti pelatihan militer bisa sakit. Itu tidak mungkin. Dia tidak mungkin membiarkan dirinya sakit atau ... . " Derryan menggantung suaranya.
" Apa hubungannya dengan pelatihan militer dan sakit, Der ? " Joe ikut bertanya.
" Hah, kau tak tahu saja Joe, Dokter Ryan itu ... ."
" Sepertinya ... . " Anx memutus ucapan Derryan cepat. Tetapi Anx tak juga menyelesaikan kalimatnya. Dahinya sedikit berkerut. Kemudian tak beberapa lama setelah mengamati tubuh Ryan Juville, laki - laki muda itu menghadapkan wajahnya ke arah Kinara yang sedang terlelap.
" Mungkin nanti kita tanya pada Nona Kinara saat terbangun, apa yang sudah terjadi ? "
Wajahnya sedikit berkerut, " Sekretaris Han, sepertinya kita harus segera membawa Dokter Ryan kembali ke mansion, nyawanya dalam bahaya. "
Han Liu menoleh cepat ke arah Anx,
" Ada apa Anx ? "
__ADS_1
" Mana mungkin kita kembali sekarang. Kita bahkan belum menemukan Tuan Besar. " cegah Derryan cepat. " Tujuan kita ke sini adalah mencari Tuan Besar. "
" Ada racun dalam tubuh Dokter Ryan, kalau saya mengamati gejalanya hampir sama dengan milik Tuan Besar beberapa waktu lalu. Hanya saja ini perlu pemeriksaan lebih lanjut karena tidak mudah ... . "
" Jangan berbelit, Anx ! " cetus Han Liu dingin.
" Ehm, maafkan saya Sekretaris Han ! Tapi ini sedikit rumit dari pandangan mata saya. Karena memang perlu pemeriksaan lab yang akurat. " jawab Anx lagi.
" Gawat, Tuan. Sepertinya keberadaan kita sudah tercium musuh. Kita harus segera meninggalkan tempat ini, " seseorang datang melaporkan sesaat setelah dirinya menangkap pergerakan rombongan yang nampak bergerak dari arah barat menuju sisi selatan. Sisi selatan ini adalah daerah yang cukup rendah dari tempat yang
lain tetapi ada satu sisi - bagian bukit yang cukup tinggi ( tempat dimana Ryan dan Kinara terguling ) untuk bisa melihat sekitarnya sehingga menjadi tempat paling strategis untuk memeta wilayah hutan tersebut.
" Ok, kita kembali sekarang. " putus Han Liu.
~ ***Bersambung
Terima kasih masih stay di sini.
__ADS_1
Tetap tinggalkan jejak like, koment, voter or gift ya untuk tetap dukung karya ini.
Salam sehat dan tetap bahagia***.