
" Jangan lepas brengsek ! Begitu saja tidak bisa. Aku membayarmu mahal, " suara bariton yang terdengar parau karena kesenangannya terjeda.
Terdengar deru nafas sang wanita yang mulai tak terkendali karena kelelahan dan kepayahan yang sudah mencumbu milik sang pria dengan mulutnya untuk beberapa waktu.
" Maaf, Tuan, " cicit wanita itu dan kembali mendekat untuk melakukan tugasnya, memberikan kenikmatan kepada sang boss.
" Boss, tapi gadis itu ada di mansion keluarga Arzallane. Cukup sulit untuk mendapatkannya, karena Tuan Xander tentu akan melindunginya ... . " ujar sang anak buah. Seorang pria dengan jas biru masih setia berdiri di depan sang boss dengan sesekali meneguk salivanya kasar karena sang boss tanpa sungkan asyik bermain di depannya.
" Minggir ! " seru sang boss pada si wanita dan menendang tubuhnya ketika sudah hampir satu setengah jam tapi tak juga ia mendapatkan pelepasan. " Bawa yang baru ! Satu menit dari sekarang, "
Sang asisten meraih ponsel dari sakunya dan mengetik pesan singkat.
Tak sampai lima menit seorang wanita dengan dress merah menyala datang. Tubuhnya tinggi dengan bentuk sempurna, bongkahan atas bawah yang padat berisi. Wajahnya cantik dengan kulit putih dan sebentuk bibir merah yang menggugah.
" Lakukan ! " tunjuk sang boss ke arah miliknya yang masih tegak.
" Saya akan keluar Boss, silahkan Anda menikmati hari Anda, " ucap sang asisten akan berlalu. Karena jelas pemandangan di depannya pasti akan membuat kerja jantungnya meningkat dan otaknya menjadi tak terkendali.
__ADS_1
Tidak nyaman rasanya berdiri menjadi penonton untuk sebuah adegan yang akan membuat jiwa lelakinya juga ingin dipuaskan. " Oh Shiiitttt ! Boss tidak ada otak, " umpat sang asisten dalam hati.
" Jangan mengumpatku, Dreen ! Kau tetap di tempatmu ! "
" Tapi Boss, saya tidak ingin-"
Pria itu menatap tajam sang anak buah. Sepertinya pria itu sedang tidak menerima bantahan, " Kau membantahku ? "
" Tidak. Saya akan keluar untuk mencari informasi tentang chip dan gadis itu, " ujar Dreen Stanson sang asisten mencari alasan untuk segera keluar dari tempat terkutuk itu.
Sebuah kernyitan di ujung mata sang boss membuat pria yang menjadi kaki tangannya mendadak gugup karena sudah memberikan banyak alasan.
" Cari tahu dari sini ! " perintahnya lagi sambil menunjuk sebuah kursi tak jauh dari sang boss.
" Tapi boss, ehm saya hanya ingin memastikan apakah gadis itu- "
" Kau ingin mencari informasi itu atau kau juga ingin melakukan apa yang sedang ku lakukan Dreen ? Jangan terlalu banyak alasan, kerjakan cepat ! Dan aku ingin indormasinya sekarang. Oh shiiittt, jangan kena gigimu, brengsek ! " ujar sang boss sambil meremas bongkahan kenyal milik sang wanita yang menggantung terbuka.
__ADS_1
" Akh, " lenguhan sang wanita mulai terdengar seirama dengan remasan tangan sang boss pada bongkahan bukit kembarnya.
" No, tidak Boss. Hanya gadis itu ... . "
" Jangan membantah ! Cari dan dapatkan gadis itu ! "
" Apakah untuk proyek yang di tawarkan Tuan Aljendro ? " tanya sang asisten lagi dengan menunduk. Matanya tak berani melihat ke arah bossnya karena kegiatan mereka sungguh membuat jiwanya merana.
" Jangan terlalu ingin tahu, Dreen ! Yang jelas gadis itu kunci untuk mendapatkan sebuah chip yang selama ini ku cari, " Sebuah seringaian licik terbit di ujung bibirnya, " Cukup kerjakan apa yang ku perintahkan, dan kau akan aman. Kau harus tahu bahwa keberadaanmu di sini karena harus menuruti apa yang kuperintahkan, "
" Maaf, boss ! Ok saya paham, "
" Pergilah ! Kau sangat berisik, " ucap sang pria dengan sarkas.
***
Bersambung
__ADS_1