
Tengah malam dalam suasana remang, Kinara terbangun dengan perasaaan bersemangat. Hatinya sudah bertekad untuk segera kabur, keluar dari villa yang membuatnya was - was.
Mata jernihnya membingkai seluruh ruangan. Sepi. Hampir dini hari. Jam di dinding menunjukkan pukul 2 pagi. Kinara beranjak dari ranjang, meluruskan kedua kakinya. Kemudian ia mengambil guling dan menutup sempurna seluruh guling dengan selimut tebal.
" Semoga aman dan lancar. Amin. " Doa Kinara dalam hati. Semua rencana tersusun rapi dalam angannya untuk kabur dari tempat ini.
" Semangat Kinara, lusa Kau bisa kembali ke rumah Ayah, pasti aman. " Kinara menyemangati dirinya sendiri. Bagaimanapun Kinara tidak tahu dirinya sedang berada di kota apa, dan kemana tujuannya ketika keluar dari villa ini.
" Akh, yang penting keluar dulu dari tempat ini. Jangan sampai jadi alat tukar lagi. " Kinara bergumam ketika sekelebat ketakutan menyerang pikirannya. Bagaimana dia akan hidup, sedangkan dia tanpa sepeser uang dan kartu pengenal apapun.
Kinara menarik nafas berat. Lalu dengan perlahan Kinara melangkah menuju pintu ke arah balkon. Kinara menarik nafas perlahan sambil mengamati situasi sekitar villa. Suasana sangat sepi. Terkesan mencekam karena kegelapan sangat dominan.
Kinara sedikit bergidik, karena udara dingin dan malam yang masih sangat gelap, sangat sulit sebenarnya matanya menembus pekatnya malam. Belum lagi kabut dingin yang benar - benar membuat Kinara semakin bergidik kedinginan.
Kinara menelan salivanya ketika mencoba berdiri diatas pagar pembatas untuk mencapai dahan pohon. Rencananya Kinara akan naik dan melewati pohon tinggi dan menuruninya untuk mencapai halaman. " Yap, semangat, Kinara ! Kamu pasti bisa ! " Gumam Kinara menyemangati dirinya sendiri sambil mulai memanjat pagar besi pembatas balkon kamar. Kamar Kinara terletak di lantai dua, cukup tinggi untuk ukuran seorang wanita. Tapi apa boleh buat Kinara harus mencoba turun mencapai halaman jika ingin kabur.
Dengan penuh keyakinan dan keberanian yang terkumpul, Kinara naik ke atas pagar pembatas balkon, meraih dahan terdekat yang cukup kuat dan berayun mencapai dahan di tengah sehingga bisa mencapai batang pokok dan menuruninya dengan gesit.
" Yap, lumayan, " Kinara melompat turun dengan sekali hentak ketika kakinya hampir mencapai tanah.
Sedikit gemetar kaki Kinara menapak tanah. Terasa ngilu dan sedikit kebas tapi Kinara mengabaikannya.
__ADS_1
Beruntung Kinara dengan mudah menuruni dahan pohon yang cukup tinggi, kegesitannya lari dari setiap jerat Jeffri Arkanzaz membuatnya mudah menakhlukan pohon tinggi. Kinara berjalan mengendap di samping pot besar sampai mencapai gerbang sebelum sebuah cahaya dan suara klakson hampir membuatnya berteriak terkejut.
Dengan cepat Kinara menyelinap di balik tembok pos penjaga. Seorang penjaga membuka gerbang dan mempersilahkan pengendara mobil masuk.
Sang penjaga menunduk hormat ketika kaca dibuka sedikit untuk memastikan siapa pengendara mobil.
Kinara tak melihat dengan jelas siapa pengendara mobil yang tengah malam baru pulang. Dengan cepat Kinara segera menyelinap keluar bersamaan dengan mobil yang bergerak masuk. Kinara berjalan dengan tergesa dengan kaki yang masih sesekali tertatih karena ngilu yang mulai menyerangnya.
Suasana malam sangat mencekam, semuanya gelap. Kinara hanya mengandalkan lampu jalan dan cahaya bulan yang lamat - lamat diantara kabut pagi.
Kinara merapatkan mantel yang membungkus tubuhnya. Berjalan dengam cepat menuju jalan utama.
Rasa lelah mulai menyerang kakinya yang belum stabil. Bruk. Beberapa kali Kinara terjatuh karena kakinya sudah gemetar tidak kuat untuk berjalan lagi. Suasana sangat sepi dengan bunyi binatang hutan yang membuat bulu kuduk Kinara berdiri. Kinara bangkit berdiri dan melanjutkan perjalanan dengan tertatih. Langkahnya nampak tergesa, takut jika tekejar para penjaga yang menyadari keberadaannya yang tidak ada di dalam kamar.
Kinara mendesis kesakitan. Dengan sekuat tenaga Kinara menarik tubuhnya untuk duduk dan bersandar pada pohon besar di sampingnya. Kemudian dengan dua tangannya, Kinara memijat perlahan lututnya sambil merapalkan doa pengusir rasa takut karena suasana yang membuatnya bergidik ngeri.
Kinara terdiam di balik pohon besar sambil terus mengurut kakinya. Rasa kebas dan gemetar masih dirasakannya. Karena sangat kelelahan akhirnya Kinara terlelap di balik pohon besar di pinggir jalan.
***
Cahaya matahari sangat menyilaukan mata saat Kinara terbangun. Suara burung bercicit di atas dahan tempatnya bersandar. Tubuhnya mulai gerah karena panas matahari yang langsung menerpanya. Dengan perlahan Kinara bangkit dan mulai berjalan kembali, saat langkahnya mencapai persimpangan jalan Kinara hampir terkejut karena tubuhnya membentur sesuatu.
__ADS_1
" Aw, " Kinara mengaduh kesakitan karena kembali kakinya terkilir.
" Hei, perempuan tidak punya mat ... . " Suara seorang terdengar meledak marah karena duduknya terganggu.
Mata Kinara melotot tak percaya dengan wajah laki - laki dihadapannya.
" Wow, gadis manis. Akhirnya aku menemukanmu tanpa harus bersusah payah menculikmu dari rumah Tuan Alexander. Hahaha ... . " Tawa Jeffri Arkanzaz terdengar mengerikan di telinga Kinara.
" Sini, sini, sayang ! Jangan pergi lagi ! Lebih baik Kau jadi milikku saja. Aku berubah pikiran. " ucap Jeffri Arkanzaz sambil terkekeh licik. Tangannya akan meraih tubuh Kinara.
"Jeffri Arkanzaz, " Ucap Kinara sambil menutup mulutnya karena detik berikutnya ketika kesadarannya mulai kembali, secepat kilat Kinara berlari dengan kaki yang tertatih. Kakinya semakin ngilu dan teramat sakit. Tapi tak dihiraukannya, Kinara tetap berlari dalam ketakutan. Kinara terus berlari
" Jangan lari, sayang ! Sayang sekali tungkai indahmu jika sampai cacat Kinara Sayang. " teriak Jeffri Arkanzaz sambil mengejar Kinara.
Nafas Kinara tersengal - sengal karena kelelahan dan rasa sakit pada lututnya yang mulai terasa sangat menyiksa.
Bruk. Kinara jatuh terduduk. Kakinya gemetar karena sudah tak kuat menyangga berat tubuhnya.
" Hahahaa ... akhirnya Kau menyerah, Sayang. "
Jeffri Arkanzaz menarik tubuh Kinara dan mengangkatnya seperti memanggul karung beras membawanya ke arah mobil yang terparkir tak jauh dari tempat Kinara jatuh.
__ADS_1
~ flashback off