
" Ada yang aneh Sekretaris Han, " ucap Merrzy Arzulla.
Han Liu memandang wanita di depannya dengan tatapan tak terbaca, mencoba mengamati reaksi dari gestur dan mimik mukanya. " Tak ada yang aneh, aman. " batin Han Liu mencoba mempercayai Merrzy Arzulla. " Semoga bukan dari bagian mereka. "
Kewaspadaan Han Liu meningkat lebih tinggi, bukan berarti hari sebelumnya dirinya tanpa kewaspadaan. Tapi karena dirinya kurang memperhatikan orang dalam, konsentrasinya mengarah kepada orang - orang luar. Belum lagi keadaan Tuan besarnya yang entah dimana keberadaannya.
Han Liu sangat terpukul ketika mengetahui ada banyak penyusup yang sudah memasuki rumah dalam. Beruntung Pedro menemukan beberapa kejanggalan walaupun pada akhirnya membuat dirinya mati terbunuh.
Sebuah tarikan nafas terdengar berat. Han Liu berulang kali mengepalkan tangan menyalurkan beberapa emosi yang sedang meluap dalam dadanya.
" Sepertinya sianida Sekretaris Han, melihat dari kondisi Pedro yang mengalami kesusahan nafas, mata melotot seakan ada orang yang mencekiknya, " Merrzy Arzulla mencoba melihat kondisi fisik Pedro dengan cepat. " Tunggu ! "
Han Liu menoleh cepat ke arah Merzy Arzulla, keningnya berkerut.
" Selain Anda, Pedro dan Huang Lee saya rasa tidak ada yang bisa mengakses masuk ruangan ini kan ? "
Han Liu menatap seluruh ruangan dengan mata tajamnya. " Tidak ada yang berubah, Erz. Saya rasa tidak ada yang masuk ke dalam selain Pedro .. Tunggu, shi**t. "
Merrzy Arzulla kaget ketika laki - laki disebelahnya mengumpat kasar.
Han Liu bergerak cepat keluar ruangan meninggalkan Merrzy Arzulla.
Merrzy Arzulla pun akhirnya ikut keluar dari ruangan. Sedikit berlari di dalam lorong bawah tanah yang cukup panjang, menuju tangga untuk masuk ke ruang atas.
Sedikit terengah akhirnya wanita itu bisa menyusul Han Liu yang sedang berdiri di balik pintu.
" Apakah ada sesuatu yang terjadi Sekretaris Han ? " Merrzy Arzulla bertanya bingung.
" Hati - hati ! Kau bawa senjata, Erz ? "
Merrzy Arzulla menggeleng.
" Bodoh, " Han Liu menggeram dan menyentil jidat Merrzy Arzulla.
" Hei, apa yang Anda lakukan ? Siapa yang bodoh ? Enak saja Anda mengatakan saya bodoh, " ucap Merrzy Arzulla tidak terima. Bibirnya akan mengomel lagi tapi Han Liu segera membungkam mulutnya.
__ADS_1
"Sstt, diamlah ! Ada penyusup masuk, sekarang saya tidak tahu siapa musuh dan siapa kawan. Jadi kau masuk dan selamatkan Nona Kinara ! Saya tidak ... . "
Dor ... dor ... dor.
Bunyi tembakan terdengar saling berbalas.
" Aww, " Merrzy Arzulla menjerit tertahan.
" Sial. " umpat Han Liu sambil menarik tubuh wanita cantik yang ada disampingnya.
Sebuah tembakan melesat menembus pintu dan hampir mengenai pelipis Merrzy Arzulla jika Han Liu tidak segera menarik tubuhnya.
Jantung Merrzy Arzulla berdetak kencang dalam pelukan Han Liu. Tubuhnya merespon cepat menimbulkan gelenyar aneh yamg menyergap hatinya dan membuat hangat seketika.
Merrzy Arzulla mengangkat wajahnya menatap wajah Han Liu. Han Liu seorang Asia dengan wajah yang ganteng, rahang yang kokoh, terkesan kaku dan dingin tapi sangat tampan.
" Sudah kau mengagumiku ? " Bisik Han Liu sambil menatap tajam wanita yang masih ada dalam dekapannya.
Dor. Dor.
" Oh, shi**** ! " umpat Han Liu marah, menyadari bahwa kematian Pedro hanya sebuah pancingan untuk dirinya meninggalkan ruang perawatan Kinara.
Tubuh Han Liu bergerak cepat setelah melepaskan pelukannya pada Merrzy Arzulla. Langkahnya cepat bergegas menuju ruang pemantauan.
Desing peluru bersautan entah dari mana asalnya. Han Liu hanya melihat beberapa anak buahnya sudah terkapar.
" Sial ! Ternyata penyusup lebih banyak," Han Liu menyelinap di balik pintu pembatas ketika sampai di lantai tempat perawatan.
Nampak belasan orang bersenjata lengkap berdiri di depan kamar Kinara.
Han Liu akan bergerak masuk karena anak buahnya telah tegap di depan kamar untuk menjaga Kinara, tapi satu tarikan tangan membuatnya mengurungkan langkahnya.
" Mereka bukan bagian kita, Sekretaris Han. " sebuah suara terdengar lirih.
" Lihat ! " lanjutnya lagi.
__ADS_1
Belasan orang memegang senjata lengkap sedang mengarahkan senjatanya kepada beberapa perawat dan anak buah Huang Lee. Tiga yang lain sudah terkapar di lantai bersimbah darah.
Han Liu mengepalkan tangan menahan amarah.
Di dalam ruangan, Kinara masih terbaring lemah. Tubuhnya masih belum dapat digerakkan dengan leluasa.
Beberapa orang memasuki ruangan tempat Kinara berbaring. Dengan gerakan cepat mereka memindahkan tubuh Kinara ke atas kursi roda dan mendorongnya keluar ruangan.
Han Liu menatap risau akan kondisi Kinara. Kakinya akan melangkah lagi untuk menolong Kinara tetapi langkahnya sekali lagi tertahan ketika laki - laki disampingmya menahannya dengan kuat.
" Kalau Anda maju melawan mereka, yang akan terjadi adalah Anda akan mati di tangan mereka, Sekretaris Han. Jika Anda mati siapa yang akan menolong Tuan besar Alexander. Sedangkan kita tidak tahu keberadaannya sekarang. Mansion, perusahaan adalah tanggung jawab Anda. Jangan gegabah ! " cetus Huang Lee perlahan masih dengan mencekal lengan Han Liu kuat.
" Nona Kinara ... . "
" Lupakan ! Sekarang, kumpulkan anak buah yang benar - benar bagian kita ! Saya tidak menjamin, kita akan tetap aman dalam kondisi begini. Buta tanpa tahu kawan atau lawan. "
Han Liu menggeram tertahan. Dalam hal ini, dirinya membenarkan apa yang dikatakan Huang Lee. Hatinya semakin kacau mengingat tubuh lemah Kinara yang terduduk di atas kursi roda.
" Aku tidak percaya ternyata kita benar - benar tidak menyadari bahwa kita hidup dengan para penyusup itu bertahun - tahun. Damn it. "
Wajah Han Liu terkesan dingin dan kejam, rahangnya mengeras menahan amarah yang benar - benar sudah mencapai ubun - ubunnya. Tangan Han Liu mengepalkan kuat, otot - ototnya menonjol menahan segala kemarahan dan rasa sesak ketika wanita yang diinginkannya dibawa pergi di depan matanya sendiri.
Dua orang laki - laki berjas putih itu mendorong kursi roda Kinara menuju rooftop. Kinara yang sudah disuntikkan obat penenang, hanya terduduk tak berdaya. Beberapa penjaga yang ternyata adalah para penyusup berdiri dengan senjata lengkap mengawal kepergian mereka.
" Semua tinggalkan tempat ini ! " ucap salah seorang laki - laki berjas putih sebelum meninggalkan depan ruang perawatan.
Belasan pasukan segera bergerak menuju lantai tertinggi.
Dor. Dor.
Tiga perawat dan empat anak buah Huang Lee kembali luruh di lantai bersimbah darah.
Han Liu dengan kemarahan yang luar biasa mencoba melepaskan cekalan tangan Huang Lee. Tapi Huang Lee mencengkeram dengan kuat.
" Lepas Huang ! "
__ADS_1
" Tidak, Tuan ! Anda harus tetap selamat untuk menjaga segalanya. "
Tanpa menunggu waktu lama, terdengar dari lantai teratas helikopter yang sudah siap di atas rooftop segera mengudara meninggalkan mansion keluarga Arzallane, meninggalkan suara bising di telinga.